Mira

Mira
Bab 64


__ADS_3

Halo jumpa lagi semua🤗


Happy Reading ❤❤







Kediaman mamah Lisa.


Lisa merasa lega setelah mamahnya mau meminta maaf pada Mira dan mau mengakui kesalahannya.


"Mah, terimakasih sudah mau meminta maaf pada Mira," ucap Lisa, saat mengantarkan mamahnya pulang.


"Iya, tapi semua itu terpaksa! kamu jangan senang dulu!" ucap Mamah Lisa, lalu duduk di sofa.


Hati Lisa bagai di iris-iris saat mendengar ucapan mamahnya, tak menyangka ternyata mamahnya tidak berubah dia hanya berpura-pura di depan Aldo.


"Kenapa begitu, mah?" tanya Lisa, heran dengan mamahnya.


"Kamu tidak perlu tanya, Lisa!" bentak mamahnya, meninggalkan Lisa masuk ke dalam kamar.


Lisa memutuskan untuk pulang ke rumah, karena mamahnya yang justru mengecewakan.


*


*


*


Keesokan harinya Mira dan Susi pergi ke pasar tradisional yang berada di kota itu, mereka membeli sayuran yang masih segar berbeda dengan Lian yang berbelanja hanya memesan dari supermarket jadi tidak bisa memilih sendiri.


"Kenapa harganya beda semua, Mira?" tanya Susi, saat melihat daftar harga yang dia pegang.


"Lian hanya memesan tidak beli langsung ke pasar, pastinya lebih mahal," ucap Mira.


Karena tergiur dengan harga yang murah dan sayuran masih segar Mira dan Susi membeli cukup banyak.


"Susi, ini bagaimana kita bawanya?" tanya Mira, yang menenteng lima kantong plastik besar berisi sayur dan berbagai bumbu dapur.


"Berat juga, mana kantong penuh semua," ucap Susi, keberatan dengan barang bawaannya.

__ADS_1


Mira dan Susi lalu membawa barang belanjaan ke dekat jalan, mereka membawa ke cafe dengan naik angkot.


"Akhirnya kita sampai juga di cafe," ucap Mira, sambil mengeluarkan sayuran segar dari dalam kantong plastik.


"Kenapa tidak ada yang mengantar sayuran lagi, mbak?" tanya Siska, turut membantu Mira.


"Mira sekarang punya kebun sayuran," sahut Susi, asal ngomong.


"Hebat dong, kemarin tanam sekarang sudah panen," ucap Siska, ikut menimpali candaan Susi.


"Kerja! jangan ngobrol saja!" ucap Tio, yang tiba-tiba datang ke cafe.


"Tio... " panggil Susi, saat menoleh ke arah Tio.


"Buatkan aku nasi goreng dong, Sus!" kata Tio, dia lapar karena belum sarapan.


"Kamu baru datang minta nasi goreng? ini kita belum buka lho," ucap Susi, memang saat ini masih pagi.


"Jangan protes, aku lapar sekali," kata Tio.


"Udah jangan berdebat, buatin sana, Susi!" ucap Mira, yang masih menata sayuran.


Kemudian Susi membuat nasi goreng buat mereka semua, setelah matang dia menyiapkan di meja.


"Ayo kita sarapan!" ajak Susi.


"Baunya enak sekali, aku boleh nambah tidak?" tanya Tio, yang langsung dapat tatapan mata dari Susi.


"Nanti keburu habis, aku juga mau nambah," sahut Mira, menyuapkan sendok ke mulutnya.


Acara sarapan pagi telah selesai, Tio sudah kembali ke kantor, saatnya mereka beraktivitas seperti biasanya yaitu membuka cafe.


Hari ini cafe lumayan rame, membuat Mira dan Susi tidak bisa meluangkan waktu untuk istirahat. Walaupun karyawan di cafe lumayan banyak tetapi sangat melelahkan di saat rame.


🍓🍓🍓


Lian sudah mengerjakan proyek bersama Aldo saat ini, walaupun ada Sandra yang selalu mengawasi mereka. Setiap hari Sandra selalu datang ke lokasi proyek itu, dengan alasan mengawasi mereka kerja.


"Aldo, kita pulang saja!" ajak Sandra, dia duduk di sebelah Aldo.


"Kalian pulang saja! dari pada bikin mata sakit!" usir Lian, yang risi melihat Aldo dan Sandra.


"Apa kamu mau mengerjakan sendiri?" tanya Aldo, pada Lian yang begitu sibuk menatap layar laptopnya.


"Benarkan dulu desain kamu, Do," ucap Lian, karena di awal pengerjaan ada yang tidak sesuai.


Aldo lalu membenarkannya desain yang salah, tetapi masih saja kurang pas, dia tidak bisa fokus berkerja karena pikiran yang terbagi-bagi.

__ADS_1


"Kenapa dari tadi tidak pas," ucap Aldo, sambil mengacak rambutnya karena frustasi.


"Aku pokoknya desain tidak mau di rubah, Do," sahut Sandra, menambah pusing buat Aldo.


"Sandra, tolong kamu jangan bikin tambah pusing!" kata Aldo.


Desain yang di buat Aldo sudah pas sebenarnya, tetapi kesalahan ada di ukuran yang tidak sesuai. Sandra sendiri yang merubah arah depan mall yang akan dia buat.


"Lebih baik di ubah saja, karena akan menyulitkan para pekerja nantinya," sahut Lian, membuat Sandra agak sedikit kecewa.


"Tidak bisa! aku tidak mau!" ucap Sandra, dengan sedikit teriak.


"Susah... " ucap Lian lirih.


Aldo dan Lian berusaha dengan keras, tetapi tetap saja tidak sesuai. Setelah hampir sehari mengerjakan Sandra baru menyetujui dengan apa yang di kerjakan mereka berdua.


"Kalian benar-benar membuang waktu, begini dari tadi pagi proyek sudah jalan," ucap Lian, melirik ke arah Aldo.


"Aku hanya mau yang terbaik Lian, dari pada nanti menyesal," ucap Sandra.


"Sandra, kamu kalau nurut sama kita akan cepat selesai," sahut Aldo.


"Aku sengaja mengulur waktu kalian, ternyata kalian pandai juga," ucap Sandra, dengan senyuman sinis nya.


Ucapan Sandra membuat Lian bingung, benar apa kata Tio dia salah memilih pekerjaan, karena hanya membuang waktu. Aldo dan Sandra lalu pergi entah kemana setelah mereka selesai, Lian segera pulang ke rumah karena jarak yang di tempuh lumayan jauh.


Dia juga takut istrinya khawatir karena pulang larut malam, walaupun sudah memberikan kabar buat Mira tetapi tetap saja Lian tidak tenang meninggalkan istrinya sendiri di rumah.


***


Lisa terlihat mondar mandir di teras depan rumahnya, dia sangat gelisah karena Aldo tak kunjung pulang ke rumah. Memang bukan pertama kalinya Aldo seperti ini, tetapi hal itu tetap saja membuat Lisa gelisah. Selama ini dia sudah jarang keluar dengan teman-temannya, dia lakukan demi Aldo. Tapi kenyataan yang dia terima malah lebih pahit, Aldo sendiri yang bermain dibelakangnya.


"Lisa, ngapain kamu malam-malam di luar?" tanya Lian, yang baru saja pulang dan melihat Lisa.


"Nunggu Aldo pulang, Lian," jawab Lisa.


"Tidak usah di tunggu, lebih baik kamu tidur nanti Aldo juga pulang kalau ingat rumah," ucap Lian, lalu masuk ke dalam rumahnya.


Lisa terdiam mendengar ucapan Lian, mungkin ada benarnya. Kemudian Lisa masuk ke dalam kamar untuk tidur.


Saat masuk ke dalam rumah Lian mendapati Mira sedang tertidur di ruang tamu, dia tersenyum melihat istrinya, lalu mencium keningnya. Lian masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri, setelah selesai dia mengendong istrinya yang sedang tertidur ke dalam kamar. Dia meletakkan tubuh istrinya di atas ranjang, lalu ikut merebahkan tubuhnya di sampingnya sambil memeluk istri kesayangannya itu. Perlahan matanya ikut terpejam terbawa ke alam mimpi yang begitu indah.


Bersambung.....


Terimakasih semuanya sudah membaca dan mendukung karya ini🤗🤗🤗semoga di beri kesehatan dan keberkahan untuk semua


Aamiin 🤲

__ADS_1


Love you all❤❤❤


...❤❤❤❤❤...


__ADS_2