
"Aldo, ada apa kamu tiba-tiba datang ke rumah mamah?" tanya Clara.
"Begini mah, Aldo mau minta restu dari mamah. Aldo akan memulai hidup baru dengan Lisa," ucap Aldo.
"Kamu yakin dengan keputusanmu itu?" tanya Clara.
"Yakin mah, Aldo sudah berfikir matang. Maafkan Aldo tidak bisa membawa menantu yang mamah harapkan," ucap Aldo.
"Jujur mamah masih berat menerima Lisa, tetapi kalau ini semua sudah keputusan kamu. Mamah akan mencoba menerima Lisa," kata Clara.
Aldo lalu memeluk mamahnya, dia merasa bersalah telah mengecewakan mamahnya karena tidak bisa membawa pulang menantu idaman mamahnya.
"Papah mana mah?" tanya Aldo.
"Baru ada pekerjaan, makanya tidak ikut pulang mamah," jawab Clara.
"Apa tidak sebaiknya mamah pulang ke rumah nenek saja, di sana kita bisa berkumpul," ucap Aldo.
"Tidak, mamah lebih senang tinggal di sini," tolak mamahnya.
Aldo tau kalau mamahnya pasti menolak jika di minta tinggal di rumah neneknya, karena akan terjadi perbedaan pendapat antara keduanya. Belum lagi kalau mereka sudah berdebat pasti salah satu dari mereka susah untuk mengalah.
Mamah Aldo memang hampir tiap hari datang ke rumah nenek Aldo, sebenarnya dia juga tidak tega meninggalkan orang tuanya sendiri.
Nenek Aldo orangnya juga keras kepala, susah untuk di nasehati. Tapi dia juga sangat menyayangi keluarganya tetapi tidak mau di bantah saat mempunyai kemauan.
Lisa datang ke tempat di mana mamah Clara dan Aldo berbincang-bincang, dia mengajak untuk makan. Lisa baru saja membantu asisten rumah tangga mamanya untuk menyiapkan makanan.
"Lisa, duduk sini dulu!" ajak Clara.
"Iya mah, ada apa?" tanya Lisa, sembari mendudukkan diri di sebelah Aldo.
"Mamah mau tanya boleh?" tanya Clara.
"Silahkan mah, mamah mau tanya apa," ucap Lisa.
"Apa kamu yakin cinta sama Aldo?" tanya Clara.
"Mah, Lisa dari awal bertemu dengan Aldo sudah suka. Makanya Lisa melakukan berbagai cara untuk mendapatkan Aldo," ucap Lisa, melirik ke arah Aldo.
"Terimakasih Lisa, maafkan mamah selama ini sudah berprasangka buruk. Mamah akan mencoba menerima kamu sebagai mantu mamah," ucap Clara.
Hati Lisa sangat bahagia saat ini, karena mertuanya akan mencoba menerima dia. Aldo juga senang mamahnya sudah mulai menerima Lisa walaupun belum sepenuhnya.
๐พ๐พ๐พ
Mira saat ini sedang berada di cafe, dia menunggu Susi yang katanya akan datang dengan membawa oleh-oleh untuknya.
"Sayang, ini sudah malam. Ayo kita pulang!" ajak Lian.
"Tapi, bagaimana kalau Susi dan Tio datang?" tanya Mira.
"Ini sudah malam, tidak mungkin mereka datang," ucap Lian, melihat jam yang melingkar ditangannya.
"Kita tunggu sebentar lagi, sayang," ucap Mira.
__ADS_1
Lian terpaksa menuruti kemauan istrinya itu, dia tidak mau memaksa Mira. Dia berusaha memberikan kebahagiaan untuk Mira, makanya kadang dia mengalah.
Tak lama kemudian Susi dan Tio datang, mereka membawakan oleh-oleh untuk Mira.
"Maaf, menunggu lama," ucap Susi.
"Kirain datang subuh kalian," kata Lian.
"Tadi di jalan kita terjebak macet, kita salah jalan waktu sampai di perbatasan kota," jelas Tio.
"Syukurlah kalian sampai dengan selamat," sahut Mira.
"Teman-teman yang lain kemana?" tanya Susi.
"Mereka sudah tidur," jawab Lian.
"Sayang, jangan gitu," ucap Mira.
"Lian menjawab apa adanya, Mira," sahut Tio, yang sudah terbiasa dengan ucapan Lian.
"Mira, ini buat kamu," ucap Susi, memberikan oleh-oleh pada Mira.
"Banyak banget Susi, gak salah ini?" tanya Mira.
Mira berterimakasih kepada Susi dan Tio, mereka juga menitipkan oleh-oleh untuk karyawan cafe lainnya. Karena sudah larut malam mereka pulang ke rumah Mira, Susi dan Tio juga menginap di rumah Mira.
Keesokan harinya mereka bangun kesiangan, Mira yang kebetulan satu kamar dengan Susi tidak membangunkan Susi, karena dia tau sahabatnya itu pasti sangat kelelahan.
"Lian, aku baru bangun," ucap Mira, duduk di meja makan. Kebetulan suaminya sudah bangun dan membuat kopi sendiri.
"Aku tidak bisa tidur semalam, makanya baru bangun," jelas Mira.
"Karena tidak bareng aku, kan?" ucap Lian, tersenyum ke arah istrinya itu.
"Engga juga, tadi malam Susi bercerita," ucap Mira.
Lian sudah memaklumi ketika Mira dan Susi bertemu pasti akan bercerita panjang lebar, bagaimana kalau keduanya tidak bertemu selama satu tahun pasti akan bercerita seminggu tanpa tidur.
Susi terbangun dari tidurnya, dia segera bangun dan merapikan tempat tidur Mira. Setelah selesai dia membersihkan diri lalu menemui Mira, ternyata Mira sedang memasak.
Saat ini Aldo dan Lian sudah berangkat ke kantor, kerjaan mereka menumpuk.
"Mira, kenapa kamu tidak membangunkan aku?" tanya Susi.
"Kamu butuh istirahat Susi, jangan memaksa diri kalau masih capek," ucap Mira.
"Aku harus berkerja Mira, nanti tidak target bagaimana," ucap Susi.
"Kamu tenang saja, Tio sudah berkerja keras untuk calon pendamping hidupnya," ucap Mira.
"Mira, kebutuhan aku banyak," kata Susi. Mira, tetapi ibu sangat khawatir aku menikah dengan Tio karena aku miskin sedang Tio," Lanjutnya.
"Namanya juga seorang ibu, pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Kamu harus menunjukkan kalau kamu bahagia nanti dengan Tio," ucap Mira.
Susi melamun sepertinya sedang membayangkan sesuatu, Mira lalu mengagetkan Susi. Dia juga menasehati Susi agar tidak terlalu khawatir.
__ADS_1
Masakan Mira sudah siap untuk di nikmati, dia lalu menyiapkan di meja makan dan mengajak Susi untuk makan bersama.
"Mira, kita jalan-jalan yuk! aku bosen di rumah," ucap Susi.
"Jalan kemana? ke mall kamu juga tidak mau," ucap Mira.
"Ke taman atau kemana, kalau buat belanja yang mahal-mahal aku tidak mau," kata Susi.
"Habiskan dulu makanan mu, habis itu kita ke taman depan saja yang dekat dengan rumah," ucap Mira.
๐พ๐พ๐พ
Lian dan Tio hari ini sangat sibuk, di tambah dengan proyek Aldo yang baru terselesaikan lima puluh persen.
Sandra tiba-tiba datang ke kantor Lian, dia mencari Aldo karena tidak bisa di hubungi.
"Mbak, pak Lian ada tidak?" tanya Sandra pada sekertaris Lian di kantor.
"Ada bu, tapi tunggu sebentar karena ada pak Tio," jawab sekertaris itu.
"Tolong bilang saya ingin bertemu sebentar," kata Sandra.
Sekertaris itu lalu mengetuk pintu ruang kerja Lian dan memberi tahu kalau Sandra ingin bertemu. Lian menyuruh Sandra untuk masuk karena di ruangan itu dia tidak sendirian.
"Lian, aku hanya mau tanya. Kenapa Aldo susah sekali di hubungi?" ucap Sandra.
"Aku tidak tau, coba saja datang ke kantornya kalau masalah pekerjaan," kata Lian.
"Sebenarnya aku hanya ingin menyelesaikan pembayaran saja," ucap Sandra.
"Itu lebih bagus, biar segera selesai proyek ini," sahut Tio.
"Proyek itu membutuhkan waktu lama, karena desain yang sangat rumit. Kamu harus bersabar," ucap Lian.
"Sepertinya memang begitu, aku salah ambil desain," ucap Sandra.
"Tidak juga, desain Aldo bagus semua. Tetapi pengerjaan membutuhkan waktu lama," kata Lian.
Percuma Sandra datang ke kantor Lian menanyakan Aldo, dia segera pamit dan menuju ke rumah nenek Aldo.
Aldo dan Lisa saat ini sedang di perjalanan menuju ke rumah, mereka tidak berhasil membujuk mamahnya untuk tinggal di rumah nenek lagi.
Hidup mewah dan penuh dengan kebebasan itulah kebiasaan Clara. Dia tidak mau di kekang oleh siapa pun.
"Lisa, kita langsung ke rumah saja," kata Aldo.
"Apa tidak sebaiknya kita ke rumah nenek dulu?" tanya Lisa.
"Tidak, aku capek ingin tidur," ucap Aldo.
Aldo melajukan kendaraannya dengan kencang, Lisa memperingatkan Aldo agar pelan karena dia takut.
Kalau sampai mereka ke tempat nenek pasti akan bertemu dengan Sandra, mungkin mereka juga bisa ribut. Lisa sendiri juga kurang suka dengan Sandra, sebenarnya mereka berdua sama-sama memperebutkan Aldo.
Setelah sampai di rumah Aldo langsung masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat, sedangkan Lisa langsung membuat makanan. Walaupun masih lelah tetapi dia ingin menjadi istri yang terbaik untuk suaminya.
__ADS_1
Bagaimana kalau Aldo berubah pikiran dan tidak bisa menerima Lisa๐ค๐ค๐ค