Mira

Mira
Bab 110


__ADS_3

Mira masih merasa kesal dengan suaminya, saat dia ingin menginap di rumah Susi selalu dia larang. Lian juga semakin sibuk karena harus mengurus kantor sendiri.


"Sayang, aku minta maaf! sebenarnya aku tidak ingin melarang kamu untuk menginap di rumah Susi," kata Lian, saat mereka dalam perjalanan pulang.


"Aku ngerti sekarang, tanggung jawab kamu di kantor tidak bisa ditinggalkan," kata Mira.


Lian berterimakasih pada istrinya, akhirnya Mira mau mengerti dan tidak marah.


"Kamu mau makan apa? ayo kita cari dulu!" ucap Lian, berusaha mencairkan suasana.


"Terserah kamu saja, asal yang enak," kata Mira, sambil tersenyum.


Lian merasa lega menatap wajah istrinya, dengan senang hati Lian menghentikan mobilnya di sebuah restoran yang sangat mewah.


"Sayang, aku tidak mau makan di sini," ucap Mira.


"Kenapa? makanan di sini enak," kata Lian. Jangan beralasan seperti Susi," Lanjutnya.


Sebenarnya Mira tidak mau karena tempatnya sangat ramai, bukan karena harganya yang mahal.


"Nanti pasti lama, soalnya ramai sekali," ucap Mira.

__ADS_1


"Tidak akan, ayo kita masuk!" ajak Lian, sembari menggandeng tangan istrinya.


Setelah sampai di dalam Lian memesan makanan kesukaan Mira.


"Sayang, kenapa makanan kesukaan aku saja?" tanya Mira.


"Aku ingin mencoba, kesukaan kamu pasti enak," kata Mira.


Ternyata tidak seperti yang Mira kira, makanan pesanan mereka dengan cepat sudah di antar ke meja di mana mereka duduk.


Setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah, sampai di rumah mereka membersihkan badan lalu beristirahat. Karena hari juga sudah mulai malam.


Keesokan harinya mereka sudah beraktivitas seperti biasanya, Mira juga diantarkan ke cafe oleh Lian. Dia akan khawatir kalau Mira berada di rumah sendiri.


Di kantor Lian sudah berhadapan dengan berkas yang sangat menumpuk, rencananya untuk membantu menghias taman menjadi tertunda.


Bunga-bunga hias sudah mulai tertata rapi, Mira di bantu karyawan cafe dan taman sedang mendekorasi taman itu.


"Mbak Mira, boleh tidak nanti pas aku menikah dibuatkan seperti ini?" tanya Siska dengan polosnya.


"Tentu saja, siapa yang akan menggunakan taman ini kita perbolehkan," jawab Mira.

__ADS_1


Dengan senang hati dan senyum-senyum sendiri Siska menata bunga, mungkin anak itu membayangkan bagaimana bisa menikah dengan suasana taman yang indah.


"Siska!" teriak salah satu temannya.


"Ada apa? bikin kaget saja kamu," kata Siska.


"Di panggil mbak Mira dari tadi, kamu gak dengar," kata temannya, lalu pergi meninggalkan Siska.


Siska kemudian menuju ke tempat Mira berada, dekat tidak terlalu jauh. Hanya saja Siska tadi sedang melamun jadi tidak menjawab saat Mira memanggilnya.


"Mbak, ada apa panggil saya? maaf tadi tidak begitu mendengar," ucap Siska.


"Cuma mau tanya, bunga apa yang bagus untuk disini?" tanya Mira.


"Semua bunga bagus, mbak. Aku juga bingung," ucap Siska.


Mira lalu mengambil bunga warna putih dan menempatkan di tempat itu, pilihan Mira selalu bagus dalam memilih bunga.


"Bagaimana Siska?" tanya Mira lagi.


"Pas, cantik banget mbak! seperti aku," ucap Siska, lalu mencium bunga itu.

__ADS_1


Dengan senang hati para karyawan membantu Mira menghiasi taman bunga menjadi sangat indah, bunga yang mulai bermekaran dengan berbagai warna menambah nuansa yang sangat romantis.


__ADS_2