
Halo semua Mira kembali menyapaπ€π€π€
Happy Reading βββ
Aldo tidak menjawab pertanyaan dari mamahnya, dia masih ragu dengan perasaannya.
Mira masih ada di dalam hatinya, dia belum bisa melupakan Mira. Rencana Aldo memperkenalkan Mira dengan orang tuanya pun harus kandas di tengah jalan.
"Aldo, sudahlah jangan di pikiran lagi ya? mungkin Mira belum jodoh kamu?" ucap mamahnya.
"Iya, Mah!" jawab Aldo singkat.
Clara meninggalkan Aldo di dalam kamarnya lalu dia pergi ke toko perhiasan tempat Mira berkerja.
"Mbak, Mira ada?" tanya Clara pada karyawan yang ada di toko perhiasan itu.
"Mira sudah seminggu tidak masuk kerja ,Nyonya!" ucap karyawan itu.
"Ada yang tau alamat rumah Mira?" tanya Clara lagi.
"Susi yang tau, Nyonya!" jawab karyawan itu lagi.
"Mana yang namanya Susi, tolong saya ingin bicara!" ucap Clara sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Tunggu sebentar, Nyonya! silahkan duduk dulu!" karyawan itu mempersilahkan Clara duduk lalu memanggilkan Susi.
"Nyonya, mencari saya?" tanya Susi.
"Kamu Susi, teman Mira ya? saya Clara mamahnya Aldo!" ucap Clara.
"Iya, Nyonya saya teman Mira!" jawab Susi.
"Kamu tau gak Mira tinggal di mana?" tanya Clara.
"Mira sudah beberapa hari ini menghilang, saya belum bertemu dengan dia!" jawab Susi.
"Saya tidak tega melihat anak saya mengurung diri dalam kamar!" jelas Clara.
"Salah Aldo sendiri, dia lupa sama Mira sejak kenal Lisa!" ucap Susi asal.
"Iya, Aldo memang salah!" ucap Clara membenarkan ucapan Susi.
Susi menceritakan kehidupan Mira kepada Clara, karena Susi juga tidak tega jika harus melihat temannya di sakiti orang terus. Setelah mendengar cerita Susi tentang Mira, Clara berpamitan pulang.Dia ingin rasanya memarahi Aldo tapi di sisi lain tidak tega.
"Dari mana Ra?" tanya Nenek.
"Toko perhiasan, mam!" jawab Clara ketus sembari berjalan masuk ke dalam kamarnya.
"Kamu kenapa Ra?" tanya Nenek lagi.
"Clara capek mam, melihat kelakuan Aldo yang sudah menyakiti Mira!" ucap Clara dengan wajah lesunya.
__ADS_1
"Ra, namanya anak muda berhak dong memilih jalan hidupnya sendiri, sekarang dia dekat dengan Lisa, anak itu juga cantik dari pada Mira hanya pelayanan toko!" kata Nenek.
"Mira itu baik mam, cantik Mira kalau sama Lisa!" ucap Clara ikut membandingkan Mira dan Lisa.
"Lebih baik Aldo sama Lisa, Ra!" tegas Nenek.
"Yang menentukan Aldo mam, percuma kita debat!" ucap Clara.
Aldo yang mendengar Mamah dan Neneknya berdebat hanya menggelengkan kepala.
π₯π₯π₯
"Mira!" teriak Lian.
"Ada apa Lian?" jawab Mira.
"Ayo keluar ,Mir!" ajak Lian.
"Kemana Lian?" tanya Mira.
"Aku mau bertemu dengan teman ku, di cafe depan toko perhiasan tempat kamu kerja itu!" jelas Lian.
"Oke, aku ikut! aku ganti baju dulu Lian!" ucap Mira sembari berjalan menuju kamarnya.
"Aku tunggu di bawah!" teriak Lian.
Lian dan Mira berangkat menuju cafe itu, hampir sepuluh menit mereka menunggu teman Lian tapi tak kunjung datang juga. Mira ingin ke toko perhiasan tapi di larang oleh Lian, seperti biasa mereka berdua selalu berdebat.
"Lian, teman kamu mana?" tanya Mira sambil mengaduk-aduk minuman yang dia pesan tadi dengan sedotan.
"Lian!" teriak seorang gadis yang baru datang.
"Risa, lama banget kamu!" ketus Lian.
"Maaf tadi di jalan macet, eh.... ini siapa cantik banget?" tanya Risa sambil menatap Mira.
"Kenalkan dia Mira, adik aku!" ucap Lian sambil melirik ke arah Mira.
"Sejak kapan.....!" ucapan Mira terpotong oleh Lian.
"Ayo Mir, kenalan sama Risa!" ucap Lian sambil menginjak kaki Mira.
"Sakit...Lian!" bentak Mira.
"Ada apa Mira?" tanya Risa sambil tersenyum ke arah Mira.
"Mira mau kenalan sama kamu Risa!" ucap Lian melirik ke arah Mira.
Risa dan Mira saling berkenalan, Risa adalah teman Lian kuliah, dia orangnya baik selalu membantu Lian. Mereka bertemu karena ingin membicarakan soal magang, rencananya mereka akan magang di perusahaan Lian. Tidak hanya Risa tetapi masih ada teman lainya.
"Mira kamu kuliah di mana?" tanya Risa.
__ADS_1
"Aku tidak kuliah, hanya lulusan SMA!" ucap Mira sembari tersenyum.
"Sudah kerja?" tanya Risa lagi.
"Dia tidak boleh kerja atau keluar rumah Risa, dia anak kesayangan Ayah!" sahut Lian bicara seenaknya.
"Lian, kamu bagaimana masa adiknya gak boleh ke mana-mana?" tanya Risa.
"Kalau Ayah melarang masak mau di bantah!" ucap Lian asal.
Mira hanya diam kesal melihat Lian ngomong seenaknya, kalau Lian sudah berbohong pasti ada sesuatu yang dia tutup-tutupi. Sifat Lian memang tidak bisa di tebak, terkadang baik terkadang bikin kesal.
π₯π₯π₯
Rumah Lisa.
Saat ini keluarga Lisa sedang berkumpul di ruang keluarga, mereka membahas Aldo yang sikapnya berubah sejak Mira menghilang.
"Mah, Lisa dengar dari Aldo kalau Mira menghilang!" kata Lisa.
"Baguslah, kan gak ada yang ganggu kamu lagi Lis!" ucap mamah Lisa.
"Tapi Aldo jadi pendiam mah, kaya gak semangat gitu, di tanya juga diam gak langsung jawab!" ucap Lisa lagi.
"Kamu dekati dia dong, Lis!" suruh mamahnya.
"Lisa boleh mah, pergi ke rumah Aldo?" tanya Lisa.
"Iya, pergi saja Lis, tapi hati-hati ya?" ucap mamahnya yang begitu gampang mengizinkan anaknya.
Lisa segera berangkat ke rumah Aldo, baru kali ini dia datang ke rumah Aldo, dia kagum melihat rumah mewah Aldo yang ternyata rumah itu lebih besar dari rumah Lisa.
Saat mengetuk pintu Clara yang membukakan pintu, lalu Lisa disuruh menunggu Aldo diruang tamu. Bukanya menunggu Lisa mengikuti Clara menuju kamar Aldo.
Clara geram melihat tingkah Lisa yang tidak punya sopan santun, bahkan berani menyuruh Clara mengambilkan minuman untuknya dan Aldo. Aldo yang melihat tingkah Lisa hanya menggelengkan kepalanya tanpa berkata apapun. Clara menyuruh Aldo untuk mengobrol di ruang tamu, Aldo pun mengikuti perintah mamahnya.
Nenek Aldo mengetahui kalau yang datang adalah Lisa, dia segera menemui Lisa, dia juga memuji kalau Lisa itu cantik. Hanya nenek yang sangat senang atas kedatangan Lisa. Menurut Nenek Lisa lebih pantas mendampingi Aldo dari pada Mira. Tapi bagi Clara yang terpenting adalah kebahagiaan anaknya, mau sama siapa saja asal bahagia. Clara lebih suka Mira yang kelak akan menjadi menantunya, tapi harapannya telah pupus.
Clara meninggalkan ruang tamu itu, karena kesal dengan tingkah Lisa yang sok perhatian ke Aldo, bahkan berani duduk di samping Aldo.
"Dasar wanita tak tau diri, sampai kapan pun aku tidak akan pernah merestui kalau Aldo sama Lisa!" ucap Clara dalam hati.
Nantikan kelanjutannya ya ππ
Jangan Lupa
Like
Rate
Komen
__ADS_1
Vote/Gift
Terimakasih sudah membaca dan mendukungπ ππ