Mira

Mira
Bab 17 Tinggal Di Rumah Lian


__ADS_3

Halo semuanya Mira kembali menyapaπŸ€—πŸ€—πŸ₯°πŸ₯°


Mira saat ini di bawa ke rumah Lian, rumah mewah itu hanya di tempati Lian dan Ayah Mira.


Sekarang ada Mira jadi bertiga dengan Mira, Lian memperkenalkan Mira pada pembantunya.


"Mbk, cantik sekali!" sapa mbak Nani pembantu di rumah Lian.


"Biasa aja mbak!" jawab Mira dengan senyum manisnya.


"Mbak, antar Mira ke kamarnya ya! sebelah kamar Lian!" suruh Ayah Mira.


"Iya, Pak...! saya antar nona Mira dulu!" ucap mbk Nani sembari berjalan menuju kamar yang ada di lantai dua rumah itu.


"Ayah, kenapa Mira kamarnya dekat dengan kamar Lian?" protes Lian.


"Lian, di lantai dua kan kamarnya ada dua!" jawab Ayah.


Lian pun bergegas menuju ke lantai dua rumahnya, dia khawatir Mira salah masuk ke kamarnya.


"Ini kamar nona Mira, silahkan di lihat! yang sebelah kamar Mas Lian!" ucap mbk Nani menunjukkan letak kamar Lian.


"Terlalu luas mbk buat saya!" ucap Mira sembari melihat isi kamar itu.


"Tukeran kamar aja sama mbak Nani!" ucap Lian yang berdiri di depan pintu kamar Mira.


"Sebelahan lagi sama kamu Lian! apes bener ya aku!" ucap Mira dengan bibir mengerucut.


"Aku juga gak mau sebelahan kamar sama kamu!" ketus Lian berlalu pergi masuk dalam kamarnya.


"Dasar aneh... !" ucap Mira.


"Hem..... entar jatuh cinta lho non!" ledek mbak Nani.


"Jangan sampai mbak!" kata Mira.


"Nona, saya turun dulu ya? nanti kalau butuh sesuatu panggil saja!" ucap mbak Nani.


"Iya, mbak!" ucap Mira singkat.


Mira merasa lelah lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur, tak terasa dia pun tertidur.


Lian keluar dari kamarnya melewati kamar Mira tanpa sengaja dia melihat Mira tertidur dengan posisi terlentang.


" Dasar ceroboh sekali! apa aku bisa tahan melihat pemandangan seperti ini, baru beberapa menit bagaimana kalau setiap hari!" batin Lian sembari menutup pintu kamar Mira.


Setelah satu jam tertidur Mira bangun, lalu mencuci mukanya dan keluar menuju ke ruang keluarga yang ada di rumah itu. Di ruang keluarga ada Lian dan Ayahnya sedang berbincang-bincang.


"Mira, kamu sudah bangun?" tanya Ayahnya.


"Maaf, yah! Mira tadi ketiduran!" ucap Mira sembari duduk di kursi sebelah Ayahnya duduk.

__ADS_1


"Lain kali kalau tidur pintunya di tutup!" ketus Lian.


"Lian, kamu lihat aku tidur?" tanya Mira sambil mengingat-ingat pintu sudah di tutup apa belum.


"Apa kalian selalu berdebat seperti ini?" tanya Ayah lagi.


Kedua anaknya terdiam saat Ayahnya bertanya, Lian malah keasyikan dengan telepon genggamnya sementara Mira menatap Lian.


"Ya sudah, ayo kita makan!" ajak ayahnya berlalu menuju ke ruang makan.


"Kebetulan Mira juga sudah lapar yah!" ucap Mira sambil tersenyum ke arah Ayahnya.


"Mira, tolong ambilkan nasi!" suruh Lian.


"Nih... cukup gak?" ucap Mira sambil menyerahkan sepiring nasi penuh pada Lian.


"Mira!" teriak Lian.


"Apalagi Lian?" tanya Mira.


"Ini terlalu banyak, kamu mau membunuhku?" ucap Lian matanya melotot ke arah Mira.


"Lian, tolong ambilkan ayam goreng!" Mira menyuruh Lian karena lauknya di depan Lian.


Lian mengambilkan lima potong ayam goreng untuk Mira lalu memberikan ke Mira.


"Lian, kebanyakan ini!" protes Mira.


"Kalian sama saja! Ayah gak mau tau, kalian berdua harus menghabiskan makanan yang sudah kalian ambil!" ucap Ayahnya sembari mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Mira dan Lian akhirnya membagi makanan yang mereka sudah ambil.


"Ayah, di sini kan sudah ada Mira, bagaimana kalau Lian tinggal di rumah Lian?" ucap Lian.


"Tidak boleh, rumah itu boleh kamu tempati kalau sudah menikah!" ucap Ayahnya.


"Tapi yah, Lian bisa..... Lian tidak melanjutkan ucapannya.


"Bisa apa Lian? kamu terganggu sama aku?" tanya Mira


"Aku senang Mir, kamu tinggal di sini tapi, aku takut kalau kamu suka sama aku!" ucap Lian.


"Hah..... tidak mungkin Lian! kita kan sekarang saudara yang ada kita debat terus!" ucap Mira dalam hatinya takut juga.


"Tidak masalah, kalian bukan saudara kandung, kalau kalian saling mencintai bisa menikah!" ucap Ayahnya sembari tersenyum kepada ke dua anaknya.


"Ayah!" teriak Mira dan Lian secara bersamaan.


Tak terasa sudah tiga hari Mira tinggal di rumah itu, Mira merasa jenuh karena tidak perbolehkan berkerja. Dia di rumah dengan pembantunya karena Lian dan Ayahnya berkerja, tak segan Mira membantu masak atau membersihkan rumah, sebenarnya mbak Nani juga tidak enak kalau di bantu Mira. Lian selalu pulang larut malam ketemu hanya di waktu sarapan pagi.


Hari ini Ayah Mira harus menyelesaikan pekerjaan di luar kota, Mira ingin ikut tapi tidak di perbolehkan.

__ADS_1


Mbak Nani juga minta cuti karena harus pulang kampung terpaksa Mira hanya berdua di rumah dengan Lian.


"Lian, aku ke tempat Susi saja ya?" Mira meminta izin pada Lian, Susi juga belum mengetahui kalau Mira tinggal bersama Lian, tapi Lian sudah memberitahukan kepada bos dan teman kerja Mira kalau Mira baik-baik saja.


"Ayo, aku juga mau tinggal di sana!" ucap Lian asal.


"Kenapa kamu mau ikut?" tanya Mira.


"Mira, kamu bisa tidak nurut sama Ayah?" Lian balik bertanya.


"Iya... iya... Lian!" berlalu pergi sambil melempar bantal ke muka Lian.


"Mira!" teriak Lian.


Di dalam kamar Mira duduk di sofa yang ada di kamar itu, dia teringat Aldo.


" Aldo, apa kabar ya? kenapa dia tidak mencari ku? apa semudah itu dia melupakan aku?" dalam hati Mira bertanya-tanya.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


"Aldo, kamu makan dulu!" suruh Neneknya.


Aldo hanya menggelengkan kepalanya, tanpa menjawab apa kata neneknya.


"Kalau kamu sakit bagaimana? kamu tidak kasihan sama, Nenek?" tanya Neneknya dengan wajah cemasnya karena sudah dua hari Aldo mengurung diri di kamar.


Masih diam tidak ada jawaban, Nenek segera memberitahukan kepada Clara. Kebetulan mamah Aldo ada di rumah.


"Ada apa mami?" tanya Clara.


"Aldo tidak mau makan, Ra!" ucap Nenek.


"Biar Clara yang bujuk mam!" berlalu pergi ke kamar Aldo.


Clara menasehati anaknya agar tidak mengurung diri dan mau makan, Aldo nurut kata mamahnya dia juga menceritakan apa yang terjadi dengan mamahnya.


"Aldo, kenapa kamu tidak mencari Mira?" tanya Clara.


"Sudah Mah, tapi tidak ketemu entah kemana Mira menghilang!" kata Aldo.


"Harusnya kamu mengakhiri kerja sama kamu dengan Lisa saat itu!" ucap Mamanya.


"Sudah Mah! tapi Mira meminta Aldo untuk melanjutkan, ternyata Aldo nyaman dengan Lisa Mah, anaknya baik, pintar di ajak kerja sama, Aldo terbius dengan pekerjaan hingga lupa dengan Mira!" jelas Aldo.


"Apa kamu juga punya perasaan dengan Lisa?" tanya Clara.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Nantikan jawaban Aldo ya πŸ˜„πŸ˜„


Terimakasih sudah membaca dan mendukung πŸ™πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2