
Halo semua🤗
Jumpa lagi dengan Mira hehehe... jangan pernah bosan ya 🤗🤗
Terimakasih buat semua yang sudah membaca dan mendukung 🥰🥰
Happy Reading 📖
Suasana pantai yang mereka kunjungi sangat indah, langit begitu cerah berwarna biru.
Susi mengajak Mira untuk mengelilingi pantai, tetapi Mira menolak, dia memilih mengajak Susi untuk berenang di dekat penginapan.
"Indah sekali pantainya," ucap Susi.
"Bikin betah di sini," kata Mira, lalu berenang di kolam yang ada di pinggir pantai.
"Dulu tidak begini, penginapan ini belum ada waktu kita kesini," ucap Susi lagi.
"Belum ada yang membangun mungkin," kata Mira.
Mereka asyik ngobrol soal pantai, hingga melupakan Lian dan Tio. Bangun tidur Lian tidak mendapati Mira ada di sebelahnya, dia sangat panik.
"Mira... Mira... !" teriak Lian, memanggil istrinya yang sedang sibuk berenang.
"Kemana, Mira?" ucapnya, Lian mengetuk pintu kamar Susi, tetapi tidak ada jawaban lalu pergi ke kamar Tio.
"Tok... tok... tok... Lian mengetuk pintu kamar Tio, membuat Tio terbangun dan membuka pintu.
"Ada apa, Lian? berisik," ucap Tio.
"Kamu lihat Mira dan Susi tidak?" tanya Lian, dengan wajah paniknya.
"Baru juga aku bangun, emang istri kamu gak pamit kalau pergi?" tanya Tio.
"Aku tadi juga masih tidur, setelah bangun Mira sudah tidak ada," jelas Lian.
"Ayo kita cari keluar!" ajak Tio.
Lian dan Tio mencari Mira dan Susi menyusuri tepian pantai, dari ujung ke ujung.
Sementara Mira dan Susi lagi asyik berenang di kolam penginapan tempat mereka menginap.
"Mira, jangan ke sana!" ucap Susi.
"Di sini tidak dalam kok, Sus! ayo sini!" ajak Mira.
Keduanya sangat senang bermain air, sampai lupa suami dan waktu. Setelah merasa lelah mereka kembali ke kamar masing-masing untuk berganti pakaian.
Di dalam kamar Mira baru sadar kalau suaminya tidak ada, dia ke kamar Susi untuk memberi tahu.
"Kamu tadi tidak pamit, Mira?" tanya Susi.
__ADS_1
"Tidak, aku langsung keluar karena Lian masih tidur," ucap Mira.
"Mungkin Lian nyariin, tapi nyari di mana?" kata Susi.
"Kita tunggu apa kita cari?" tanya Mira.
Mira dan Susi akhirnya menunggu di penginapan, tetapi Lian dan Tio juga belum datang.
"Lian, kita cari kemana lagi?" tanya Tio.
"Mereka mungkin ke rumah Susi, ayo kita ambil mobil dulu!" ajak Lian.
Lian dan Tio kembali ke penginapan untuk mengambil mobil, setelah masuk ke dalam penginapan mereka melihat Mira dan Susi sedang mengobrol di ruang tengah.
"Lian, kamu kemana saja?" tanya Mira.
"Kamu yang kemana? aku nyariin kamu dari tadi," ucap Lian.
"Kalau pergi lain kali bilang, ganggu orang tidur saja," sahut Tio.
Tio memarahi Mira dan Susi, Lian hanya diam duduk duduk di sofa memperhatikan Tio yang sedang marah.
"Galak juga kamu kalau marah," ucap Susi.
"Aku tidak marah, hanya menasehati kalian biar kalau pergi biasakan pamit," jelas Tio.
Mira meninggalkan mereka lalu masuk ke dalam kamarnya, Lian mengikuti Mira.
"Sayang, kamu marah sama Tio?" tanya Lian.
"Iya, lain kali jangan di ulang," ucap Lian, mengusap pucuk rambut Mira.
"Kamu mandi dulu! terus kita makan bareng!" kata Mira.
Lian lalu pergi untuk mandi, sedangkan Mira dan Susi menunggu sambil membicarakan Tio.
"Mira, kalau kamu jadi istri Tio pasti sudah di cerai," ucap Susi.
"Kan, kamu yang mau jadi istri dia," ucap Mira.
"Takut aku, dia galak banget," timpal Susi.
"Sebenarnya dia tidak galak, kok," kata Mira, melihat ke sekeliling takut Tio dengar.
"Kamu belain dia, bukannya ngasih solusi gitu," kata Susi.
Mira lalu menasehati Susi, bagaimana cara menjadi istri yang baik, tetapi dia sendiri juga belum bisa menjadi yang terbaik, dia juga sudah mengakui kesalahannya dan tidak akan mengulangi lagi.
Karena masalah ini seperti masalah Aldo dan Lisa, kebiasaan Lisa yang selalu pergi tanpa pamit kepada suaminya terlebih dahulu.
***
Clara saat ini mendatangi rumah Aldo, dia ingin melihat kondisi rumah tangga anaknya.
__ADS_1
Dia berkeliling di dalam rumah, melihat kamar Aldo dan Lisa terpisah membuatnya sangat senang.
"Mah, ini minum dulu!" ucap Lisa, meletakkan minuman di atas meja.
"Iya, aku mau lihat kamar kalian dulu," ucap Clara.
"Kita masih tidur terpisah, mah," ucap Lisa.
"Baguslah, memang seharusnya seperti itu," kata Clara, sembari duduk di sofa.
"Kenapa mamah, ngomong gitu?" tanya Lisa.
"Lisa, harusnya kamu tau diri dong, Aldo belum bisa nerima kamu," ucap Clara.
"Aku juga sudah berusaha sabar, mah," kata Lisa, dengan wajah sedihnya.
"Kamu harus berubah, jangan matre!" ketus Clara.
"Mah, aku tidak pernah minta apa-apa sama Aldo," jelas Lisa.
"Aku tau, kamu minta juga sama Neneknya Aldo," ucap Clara.
Lisa juga meminta maaf kepada mertuanya, dia merasa selama ini tidak pernah menghormatinya. Tetapi Clara tidak mudah percaya dengan menantunya, apalagi besannya yang selalu hidup mewah.
Saat ini hatinya sudah sedikit lunak, karena biasanya dia akan marah ketika Lisa memanggilnya mamah.
"Mah, ayo kita makan!" ajak Lisa. Clara mengikuti Lisa ke ruang makan, di meja sudah tertata rapi masakan Lisa.
"Kamu bisa masak?" tanya Clara.
"Lisa belajar memasak mah, dari pada harus beli," ucap Lisa.
"Mamah cobain, ya?" tanya Clara. Lisa mengambilkan nasi dan beberapa lauk untuk mertuanya. Lalu Clara memakan apa yang di ambilkan oleh Lisa.
"Gimana, mah? enak tidak?" tanya Lisa.
"Lumayan, dari pada mamah makan di luar," ucap Clara.
Dalam hati Clara sedikit lega melihat perubahan Lisa saat ini, walaupun tidak sesempurna Mira setidaknya Lisa mau berusaha dan merubah sifatnya demi Aldo.
"Biar Lisa yang beresin mah, mamah ke depan saja!" ucap Lisa. Clara benar-benar di buat syok dengan sikap Lisa yang berubah drastis. Tetapi dia masih menaruh curiga pada Lisa, Clara kemudian pamit untuk pulang ke rumah.
****
Liburan Mira saat ini benar-benar sangat menyenangkan, dia dan Susi bisa menikmati keindahan pantai. Lian dan Tio walaupun mereka libur tetapi mereka tetap berkerja secara online.
"Lian, Tio, kalian istirahat dulu!" ucap Mira, sambil membawakan cemilan dan minuman.
"Nanggung sayang, ini bentar lagi kelar," kata Lian, masih fokus dengan berkas yang dia pegang.
"Kalian jalan-jalan dulu, jangan ganggu kita!" sahut Tio.
"Tio, kamu jangan galak-galak," ucap Mira.
__ADS_1
"Salah lagi aku," ucap Tio, berhenti dengan pekerjaannya lalu melihat ke arah Mira dan Susi, sedangkan Lian tersenyum melihat temannya yang akhir-akhir ini seperti orang lagi pms.
Mira dan Susi akhirnya pergi ke tempat penjual oleh-oleh di sekitar pantai itu.