Mira

Mira
Bab 94


__ADS_3

Aldo masih marah dengan Lisa, dia menyalahkan Lisa dengan kejadian yang di alami Mira.


"Sekarang kamu puas? sudah membuat teman kamu kehilangan calon anaknya," ucap Aldo.


"Kamu yang salah, Do," bantah Lisa tidak terima di salahkan oleh Aldo.


Aldo langsung pergi ke kantor, walaupun Lisa sudah menyiapkan sarapan tetapi tidak di seutuhnya sama sekali.


"Lebih baik aku ke tempat Mira, pura-pura jenguk dia," ucap Lisa dengan senyum liciknya.


Lisa kemudian menuju ke rumah Mira, saat mengetuk pintu rumah Mira ada Susi yang membukakan pintu.


"Mau apa kamu kesini?" tanya Susi dengan ketus.


"Aku ingin meminta maaf dan menjenguk Mira," ucapnya.


"Tidak perlu, pergi kamu dari sini!" usir Susi, karena sangat geram dengan kelakuan Lisa.


"Susi, tolong izinkan aku bertemu Mira," ucap Lisa dengan lembut.


Susi langsung menutup pintu rumah Mira dan menuju ke kamar Mira. Lisa sendiri langsung pulang dan kesal dengan perlakuan Susi.


"Siapa yang datang, Susi? kok ada ribut-ribut," ucap Mira.


"Lisa yang datang, tapi sudah aku usir," ucapnya lalu duduk di sebelah Mira.


"Kenapa kamu usir? kok tidak di suruh masuk," kata Mira.


"Mira, cukup kamu berbuat baik dengan orang seperti itu. Sekarang minta maaf besok buat kejahatan lagi," ucap Susi.


Mira memberi nasehat pada Susi agar selalu memaafkan kesalahan orang lain, apapun itu kesalahannya tetapi bagi Susi tidak, karena apa yang dilakukan oleh Lisa sudah lewat batas.


"Mungkin Lisa marah karena melihat kejadian itu," ucap Mira.


"Seharusnya Lisa lebih percaya dengan kamu Mira, bukan apa yang dia lihat. Dia juga harus mendengarkan penjelasan kamu dan Aldo bukan malah pergi dan ngadu ke Nenek sihir," ucap Susi.


"Iya, aku juga salah sudah mengizinkan Aldo masuk ke dalam rumah," ucap Mira.


***


Lian mulai saat ini melarang Mira untuk pergi ke cafe lagi, dia meminta agar Mira fokus dengan kesehatannya. Dia sudah menyerahkan tanggung jawab cafe kepada Susi sepenuhnya.


"Lian, kalau kita sudah menikah aku melarang Susi untuk berkerja lagi," ucap Tio, dia takut Susi kecapean dan tidak ada waktu untuk keluarga.


"Anggap saja kontrak Susi tinggal dua bulan lagi," kata Lian, karena mengerti akan kekhawatiran temannya.

__ADS_1


"Kamu mau pecat aku, Lian? aku masih ingin berkerja lagi, bagaimana dengan keluarga aku?" tanya Susi.


"Kamu kalau sudah menikah jadi tanggung jawab Tio, jangan khawatir," sahut Mira.


"Tidak bisa! aku mau tetap berkerja," ucap Susi melotot ke arah Tio.


Tio dan Lian memberi pengertian kepada Susi, karena setelah menikah nanti Tio sanggup menanggung beban keluarga Susi. Susi sendiri yang merasa tidak enak dengan Tio, dia tidak mau keluarganya juga menjadi beban buat dia.


Susi juga menjelaskan kalau keluarganya masih butuh dia, Susi juga tidak tega membiarkan hidup keluarganya dalam kekurangan.


"Kita ajak Bapak, Ibu dan Leny pindah kesini saja," ucap Tio.


"Mereka tidak akan mau Tio, di sini tidak ada ladang," kata Susi.


"Aku justru ingin tinggal di perkampungan dan hidup sederhana seperti Bapak dan Ibu," ucap Mira.


"Kalian berdua sama saja," ucap Tio.


"Mungkin kalau aku hidup di kampung tidak ada lagi masalah dan aku akan tenang," ucap Mira.


"Sayang, apa selama ini kamu tidak bahagia?" tanya Lian, menatap Mira.


"Aku bahagia sayang, tetapi aku merasa tidak tenang," jawab Mira.


Lian dan Tio semakin bertanya-tanya kenapa Susi membawa nama Lisa, dia jadi curiga kalau kejadian kemarin ada keterlibatan Lisa.


"Lisa? bukannya dia sudah baik sama Mira," sahut Tio.


"Kalau dia tidak mengadu mungkin Mira tidak...


Susi tidak melanjutkan perkataannya karena Mira mencubitnya, Mira takut kalau Lian akan menuntut Nenek Aldo. Mira tidak tega jika Nenek Aldo nanti mendapatkan hukuman karena sudah lanjut usia.


"Kenapa tidak dilanjutkan?" tanya Lian, penasaran dengan cerita Susi.


"Iya, sejak dulu Lisa selalu iri dengan Mira," kata Susi dengan gugup.


"Kalau ngomong yang jelas, dari dulu aku juga tau kalau Lisa selalu iri," kata Lian.


Mira merasa lega karena Lian tidak mendesak Susi untuk bercerita dan tidak curiga dengan kejadian kemarin.


"Jangan-jangan kemarin Lisa sudah berbuat tidak baik lagi," sahut Tio dengan tiba-tiba membuat Susi langsung menoleh ke arah Tio.


"Maksudnya? kamu curiga dengan Lisa?" tanya Tio.


"Bisa jadi begitu," kata Tio.

__ADS_1


"Lisa tidak ada mengganggu aku, kalian jangan asal tuduh," kata Mira.


"Mending aku masak saja, ngomongin Lisa tidak ada habisnya," ucap Susi, lalu menuju ke dapur untuk membuat Mie rebus buat dia sendiri.


Lian menyuruh Mira untuk beristirahat karena dia dan Tio akan pergi ke kantor lagi, mereka masih ada meeting dengan temannya.


***


Karena di usir saat datang ke rumah Mira, Lisa saat ini mendatangi Mamahnya. Dia menceritakan semua kejadian yang menimpa Mira,


"Hahaha... bagus kalau Mira sekarang menderita," ucap Ane.


"Iya, Mah. Memang seharusnya dia merasakan apa yang Lisa rasakan," ucap Lisa.


"Lisa, jangan biarkan dia hamil lebih dulu," ucap Ane.


"Mah, Lisa sudah tidak peduli mau hamil atau tidak. Saat ini yang penting Aldo menanggung hidup Lisa," kata Lisa. Jadi mau Mira hamil lagi tidak berpengaruh buat Lisa," Lanjutnya.


"Apa kamu sudah tidak menginginkan harta Nenek tua itu?" tanya Ane, yang dia maksud adalah Nenek Aldo, karena kalau Lisa bisa memberinya cicit harta warisan akan diberikan untuk cicitnya.


"Aldo saja tidak mau menyentuh Lisa, bagaimana mau punya cicit," kata Lisa.


"Bodoh! apa kamu tidak bisa menggoda Aldo?" ucap Ane.


"Aku sudah mencoba Mah, Aldo bukanya tergoda tetapi malah tidur di kamar lain," kata Lisa.


Mendengar ucapan Mamahnya Lisa jadi berfikir sebenarnya dirinya kurang cantik apa? kurang menarik apa? sehingga membuat Aldo seakan-akan jijik untuk menyentuhnya.


Kemudian Lisa memutuskan untuk pergi ke salon langganan Mamahnya dan merubah penampilannya.


"Mah, bagaimana penampilan ku?" tanya Lisa, sambil berkaca di depan cermin.


"Cantik sekali anak Mamah," puji Ane sambil tersenyum, bangga dengan kecantikan Lisa.


Setelah pulang dari salon mereka berdua pergi ke mall untuk membeli baju baru, Lisa membeli dengan jumlah yang cukup banyak karena dia sudah tidak ingin memakai baju lamanya.


"Lisa, buat Mamah mana?" tanya Mamahnya.


"Mah, Lisa minta Mamah buat temani Lisa bukan mau beliin Mamah," jawab Lisa.


"Tau seperti ini, tadi gak ikut," gerutu Mamahnya.


Lisa menyuruh Mamahnya untuk memilih satu baju, karena uang yang di bawanya tinggal sedikit. Saat kemarin tinggal di rumah Nenek Aldo dia di beri uang yang cukup banyak oleh Nenek.


"Kira-kira bagaimana ya, Aldo setelah melihat penampilan baru istrinya?"

__ADS_1


__ADS_2