Mira

Mira
Bab 74


__ADS_3

Susi dan Tio akan segera pulang kampung, Tio akan melamar Susi secepatnya. Karena mereka tidak akan menunda-nunda lagi, Susi juga sudah siap berumah tangga.


Mereka berpamitan pada Mira dan Lian untuk pulang kampung beberapa hari ke depan, Susi sebenarnya ingin mengajak Mira tetapi kalau di tinggal kasihan Lian.


Pekerjaan di kantor Lian saat ini juga masih menumpuk, belum lagi yang dia kerjakan bareng Aldo. Mira juga harus mengurus cafe walaupun sendirian, dia tidak mau kehilangan kesempatan.


Mira saat ini berada di cafe, dia membereskan sendiri pekerjaan di cafe karena karyawan lain belum datang.


"Mbak, maaf aku terlambat," ucap Siska yang baru datang, dengan buru-buru dia berganti pakaian kerja.


"Ini belum jam kerja Siska, gak usah buru-buru,"ucap Mira.


"Kok mbak Mira sendiri, mbak Susi kemana?" tanya Siska mencari keberadaan Susi yang tidak kelihatan.


"Susi pulang kampung, Tio akan melamarnya," jawab Mira.


"Wah, aku kapan ada yang melamar ya, mbak?" ucap Siska.


"Kamu masih kecil, gak usah tergesa-gesa cari jodoh," kata Mira.


"Bener mbak, aku ingin membuat orang tua bahagia," ucap Siska.


Siska membantu Mira sambil mengobrol, mereka berdua cepat akrab padahal baru beberapa kali bertemu, Mira sendiri juga sangat ramah pada karyawannya.


"Selesai juga Siska, ayo kita buka cafe nya!" ajak Mira.


"Baik mbak, biar aku buka pintu depan," kata Siska.


"Bentar Siska, waktunya kurang 30 menit lagi," ucap Mira karena dia tadi datang lebih awal dari biasanya.


"Tidak apa-apa mbak, aku sudah siap," ucap Siska lalu menuju pintu depan dan membukanya.


Tak lama kemudian karyawan lain berdatangan.


"Mbak Mira, Siska, maaf aku terlambat," kata temannya yang baru datang.


"Tidak, kalian tepat waktu. Tadi pagi karena aku berangkat lebih awal," ucap Mira.


Pelanggan cafe berdatangan satu-satu, saatnya Mira dan lainnya melayani. Di tengah-tengah kesibukan mamah Lisa datang mencari Mira.


"Mbak, ada yang mencari mbak Mira. Orangnya menunggu di depan," ucap salah seorang karyawan.

__ADS_1


Mira lalu meninggalkan pekerjaannya dan di gantikan oleh Siska. Dia ke depan menemui mamah Lisa, tidak tau apa maksud kedatangannya hingga tiba-tiba menemui Mira.


"Tante, ada apa menemui Mira?" tanya Mira.


"Saya cuma mau tanya, sejak kapan papahnya Lisa baik sama kamu?" ucap Mamah Lisa.


"Maksud tante apa? Mira tidak pernah bertemu dengan papah Lisa," jawab Mira.


"Tidak usah bohong kamu! dia mau menceraikan aku gara-gara belain kamu," jelas mamah Lisa.


"Kenapa bisa belain Mira, tante? memangnya ada masalah apa?" tanya Mira kebingungan dengan tuduhan mamah Lisa.


"Pasti kamu ngadu sama papah Lisa, kalau tante yang sudah membuat cafe kamu sepi," ucapnya, membuat Mira bertambah bingung.


"Tante, maksudnya apa? Mira tidak pernah bertemu dengan om, gimana mau ngadu?" ucap Mira.


"Gak usah sok polos kamu! kalau sampai kita cerai kamu harus tanggung jawab!" bentak mamah Lisa, lalu pergi meninggalkan Mira.


Mira bingung harus berbuat apa, karena dia tidak tau maksud mamah Lisa ngomong seperti tadi.


"Mbak, apa yang terjadi? kenapa orang tadi bentak mbak Mira?" tanya Siska.


Beban pikirannya bertambah, dia tidak tau harus bagaimana. "Apa aku harus menemui papah Lisa, untuk mencari tau dan menjelaskan," ucapnya dalam hati.


Konsentrasi dalam berkerja saat ini hilang, dia selama ini juga tidak pernah mengganggu Lisa atau keluarganya. Mira semakin panik, dia memutuskan untuk pergi ke kantor papah Lisa.


"Siska, aku titip cafe," ucapnya berlalu begitu saja meninggalkan cafe.


"Mbak Mira, tunggu!" teriak Siska. Tetapi Mira sudah tidak mendengar Siska memanggilnya.


Mira pergi dengan naik angkot menuju kantor papah Lisa, dia tidak mau membuang waktu untuk menyelesaikan masalah seperti ini.


Tak lama kemudian Lian datang ke cafe, dia mencari keberadaan Mira.


"Pak, mbak Mira pergi baru saja," ucap Siska dengan rasa takut.


"Pergi kemana? jangan bercanda kamu?" tanya Lian, kaget tidak biasanya Mira pergi tanpa pamit.


"Tadi ada orang perempuan ibu-ibu datang kesini marah sama mbak Mira, tak lama kemudian orang itu pergi, mbak Mira juga ikut pergi," jelas Siska.


"Perempuan siapa?" Lian masih bertanya, dia malah kepikiran kalau itu mamahnya Aldo, karena selama ini yang dekat dengan Mira mamah Aldo. Lian segera meninggalkan cafe dan mencari keberadaan Mira.

__ADS_1


Lian pergi ke kantor Aldo terlebih dahulu, dia sangat khawatir takut terjadi apa-apa dengan Mira.


"Aldo, apa Mira bersama mamah kamu?" tanya Lian saat menemui Aldo.


"Mamahku sedang di luar kota Lian, dia sudah beberapa hari belum kesini," ucap Aldo.


"Jangan bohong kamu!" bentak Lian.


"Kenapa kamu marah sama aku? kalau tidak percaya aku telpon mamah sebentar," kata Aldo.


Aldo lalu menelpon mamahnya, tetapi mamah Aldo malah kaget. Dia tidak bersama Mira karena Clara sedang liburan. Lian baru percaya setelah mendengar sendiri.


"Maaf, aku terlalu emosi. Aku pergi dulu cari Mira," ucapnya.


"Tunggu, Lian! coba kamu tanya ke mamah Lisa," kata Aldo.


"Ada urusan apa Mira dengan dia? tidak mungkin kalau Mira menemuinya," ucap Lian.


Aldo menjelaskan dan meminta maaf kepada Lian soal permasalahan keluarganya Lisa, membuat Lian kaget kenapa mereka bercerai membawa nama Mira.


🌾🌾🌾


Mira benar-benar nekad menemui papahnya Lisa, dia tidak mau terlibat lebih jauh masalah keluarga orang.


"Om, sebenarnya apa yang terjadi? kenapa tante Ane menyalahkan Mira soal perceraian om dan tante?" tanya Mira.


"Kamu datang kesini mau membujuk saya agar tidak menceraikan Ane?" tanya papah Lisa.


"Tidak, saya hanya ingin tau kenapa bawa nama Mira ke keluarga kalian?" ucap Mira.


"Mira, tolong kamu maafkan semua kesalahan Ane yang telah dia perbuat kepada kamu," ucap papah Lisa.


"Om, Mira sudah memaafkan dari dulu. Mira tidak pernah dendam dengan tante, apalagi ingin membuat om dan tante cerai," jelas Mira


Papah Lisa sangat berterimakasih karena Mira telah memaafkan Ane, dia juga menjelaskan masalah perceraian hanya untuk menggertak mamah Lisa, agar merubah sifatnya. Karena papah Lisa sangat malu dengan rekan kerjanya, apalagi sama Lian.


Mira juga menjelaskan soal kedatangan Ane tadi ke cafe, intinya Mira tidak mau ikut campur urusan keluarga mereka lagi.


Setelah semua diluruskan, papah Lisa juga sudah paham dengan maksud Mira. Mira segera pamit untuk pulang.


Di tempat lain Lian kebingungan mencari Mira, dia pergi ke rumah mamah Lisa. Hingga berantem dengan mamah Lisa, tapi Mira juga belum dia temukan.

__ADS_1


__ADS_2