Mira

Mira
Bab 78


__ADS_3

Cuaca di siang hari lumayan panas, Mira dan Susi tetap pergi ke taman yang dekat dengan rumah Mira.


"Mira, panas banget. Kita beli minuman yuk!" ajak Susi.


Mereka lalu membeli minuman dingin dan duduk di bawah pohon yang sangat rindang.


"Seandainya ini sore hari, mungkin tidak akan panas," ucap Mira.


"Kalau sore pasti betah banget kamu," ucap Susi.


"Kita jalan juga tidak akan kepanasan," kata Mira.


"Pulang saja yuk, Mir!" ajak Susi.


"Tadi siapa yang ngajak jalan-jalan panas begini," ucap Mira, membuat Susi nyengir.


Mereka berdua kemudian memutuskan untuk pulang ke rumah, keringat bercucuran membasahi tubuh mereka karena jalan di cuaca yang sangat panas.


Sesampainya di rumah mereka melihat Aldo dan Lisa yang kebetulan baru sampai rumah, seperti biasa Aldo saat melihat Mira selalu menatapnya.


Lisa meminta izin kepada Aldo untuk menghampiri Mira dan Susi.


"Mira, Susi," panggil Lisa.


Mira dan Susi menoleh ke arah Lisa yang sedang memanggilnya.


"Ada apa Lisa?" tanya Mira.


"Kalian dari mana? jalan-jalan kok tidak ngajakin aku," ucap Lisa.


"Kita dari taman," kata Susi.


"Kamu tadi tidak ada di rumah, gimana mau ngajak," sahut Mira.

__ADS_1


"Aku tadi belanja sebentar," ucap Lisa.


Dari kejauhan Aldo masih melihat Mira, dia belum juga beranjak dari tempat itu. Mira sadar kalau Aldo sedang menatapnya, dia segera mengajak Susi untuk masuk ke dalam rumah.


Lisa juga berpamitan untuk pulang, karena harus memasukkan barang belanjanya.


🌾🌾🌾


Sore hari Sandra nekad datang ke rumah Aldo, karena Aldo tidak pernah menjawab panggilan telepon darinya.


"Ada apa kamu kesini?" tanya Aldo, sedikit ketus.


"Kamu tidak menyuruh aku masuk dulu?" tanya Sandra.


Aldo kemudian menyuruh Sandra masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu, dia juga meminta Lisa untuk menemani Sandra dan membuatkan minuman.


"Sandra, apa kabar?" tanya Lisa, mencoba bersikap tenang.


"Tidak usah basa-basi, cepat bilang ada apa kamu ke sini?" sahut Aldo.


Sandra mengeluarkan beberapa lembar berkas dari dalam tasnya dan menunjukkan pada Aldo, dia meminta penjelasan pada Aldo.


Lisa hanya memperhatikan Sandra, sebenarnya dia ingin beranjak untuk pergi ke kamar tetapi Aldo menahannya. Terpaksa dia harus menemani Aldo dan Sandra membicarakan proyek yang sedang mereka jalankan.


Kerjasama dengan Sandra sangat menguntungkan tetapi Aldo ingin menjaga hati Lisa, walaupun di bilang terlambat.


"Kapan proyek ini bisa selesai?" tanya Sandra.


"Kira-kira tiga bulan lagi, itu pun belum seluruhnya," jawab Aldo.


"Apa tidak bisa di percepatan? dengan menambahkan tenaga kerja atau bagaimana?" tanya Sandra lagi.


"Tidak bisa Sandra, aku harus menyelesaikan pekerjaan lain juga. Lian sama sibuknya harus mengurus perusahaan di luar kota," jelas Aldo.

__ADS_1


"Andai saja bisa di percepat, aku bisa memberikan pekerjaan lagi," ucap Sandra.


"Pekerjaan apa?" tanya Aldo. Kalau proyek ini selesai berati kerjasama kita sudah berakhir, aku tidak bisa mengerjakan lagi," Lanjutnya.


"Kamu menolak kalau aku kasih proyek lagi? padahal ini lebih besar dan sangat bagus untuk menunjang perusahaan kamu," ucap Sandra.


"Terima saja, Do. Kalau itu menjanjikan," sahut Lisa.


"Aku tidak bisa," ucap Aldo.


Sandra kemudian pamit untuk pulang, dia agak kecewa dengan sikap Aldo kali ini.


"Aldo, kenapa kamu tolak?" tanya Lisa.


"Biarkan nanti kita bisa bicarakan lagi," jawab Aldo.


Aldo hanya menghindari bertemu dengan Sandra, dia tidak ingin membuat kesalahan lagi. Kejadian kemarin sudah cukup untuknya, dia merasa bersalah pada Lisa.


"Aldo, aku ingin berkerja lagi boleh tidak?" tanya Lisa.


"Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau tidak ingin kerja lagi," ucap Aldo.


"Sekarang aku merasa jenuh di rumah terus, tidak ada yang bisa aku lakukan," ucap Lisa.


"Lisa, aku ingin kamu memperbaiki diri. Jangan sampai membuat mamah kecewa, lebih baik kamu di rumah saja," kata Aldo.


"Tapi, aku butuh kegiatan," ucap Lisa.


"Terserah kamu saja, asal jangan sampai mamah ku kecewa dan membenci kamu lagi. Aku juga sedang berusaha untuk meyakinkan diri tolong jangan rusak semua," jelas Aldo, berlalu pergi masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


Lisa masih memikirkan apa yang harus dia lakukan, di sisi lain dia ingin berkerja untuk mengisi waktu. Sedangkan Aldo dan mamahnya tidak suka kalau Lisa keluar rumah, apalagi berkumpul dengan temannya yang tidak jelas itu.


Dia juga berfikir akan meminta izin pada mamahnya Aldo agar diperbolehkan untuk berkerja lagi.

__ADS_1


__ADS_2