Mira

Mira
Bab 88


__ADS_3

Tio sore ini datang ke rumah yang di tempati oleh Susi, memang sudah beberapa hari ini mereka tidak bertemu.


"Tio, kenapa kamu baru datang ke sini?" tanya Susi.


"Kemarin banyak kerjaan, jadi aku langsung ke rumah," jawab Tio.


"Aku kira kamu sudah melupahkan aku," ucap Susi, mengerucutkan bibirnya.


"Tidak mungkin aku bisa lupa," ucap Tio, sambil mencubit pipi Susi dengan gemas.


"Sakit, Tio!" teriak Susi.


"Mamah ingin bertemu kamu, besok aku jemput, ya?" tanya Tio.


"Tapi, aku besok kerja," kata Susi.


"Kamu menolak?" tanya Tio.


"Tidak, tapi aku tidak enak dengan Mira. Kita tadi sudah libur masa besok libur lagi," jelas Susi.


Tio kemudian menjelaskan kalau dia yang akan memintakan izin pada Lian, karena semenjak acara lamaran itu Susi sama sekali belum pernah ke rumah orang tua Tio.


Susi sebenarnya sangat malu, karena orang tua Tio adalah orang yang cukup berada. Hal itu yang membuat dia minder belum lagi kalau saudara Tio berkumpul.


"Besok mamah akan mengadakan acara keluarga, kamu harus datang," kata Tio.


"Iya, besok kamu jemput aku jam berapa?" tanya Susi.


"Pagi saja, karena kalau siang aku ada perlu di kantor," kata Tio.


Susi akhirnya mau pergi ke rumah Tio, karena dia tidak enak kalau menolak permintaan orang tua Tio. Kemudian Tio berpamitan untuk pulang.


Tio kalau ke rumah Susi tidak pernah lama, dia tidak enak dengan tetangga apalagi Susi tinggal seorang diri. Walaupun mereka akan segera menikah tetapi menjaga diri itu juga penting.


Keesokan harinya Tio menjemput Susi pagi sekali, mamah Tio juga sudah tidak sabar menunggu calon mantunya datang.


Ternyata sampai di rumah Tio, Susi di sambut dengan baik oleh keluarga Tio bahkan mereka sarapan saja menunggu kedatangan Susi. Asisten rumah tangga sudah menyiapkan berbagai menu untuk sarapan pagi.


Mamah Tio sangat senang dengan kedatangan Susi, rencananya setelah selesai sarapan dia akan mengajak Susi untuk berjalan-jalan.


"Susi, terimakasih kamu sudah mau datang kesini," ucap mamah Tio, sembari tersenyum.


"Maaf tante, ini baru sempat datang," ucap Susi.


"Kok, tante? panggil mamah dong," kata mamah Tio.

__ADS_1


"Baik mah, belum terbiasa jadi Susi canggung," ucap Susi.


Kemudian Susi ikut membantu membereskan meja makan, setelah selesai mamah Tio mengajaknya jalan-jalan.


"Ayo kalau mau jalan-jalan aku antar dulu!" kata Tio.


"Memangnya kamu kemana, Tio?" tanya mamahnya.


"Ada perlu di kantor, mah," jawab Tio.


"Kenapa tidak libur saja? biar bisa jalan bareng," ucap mamahnya.


Tio lalu menjelaskan kepada mamahnya kalau ada kepentingan yang tidak bisa di tinggalkan.


Susi dan mamahnya di antar ke sebuah mall oleh Tio, mereka ditinggalkan di sana. Susi dan mamah Tio lalu masuk ke dalam mall itu.


"Susi, kamu pilih saja mana yang kamu suka,"ucap mamah Tio.


"Maaf mah, aku tidak....


"Tidak ada penolakan, cepat pilih!" kata mamah Tio.


Terpaksa Susi memilih baju, tapi dia masih bingung dengan baju pilihannya.


"Jangan yang itu! pilih sebelah sana," tunjuk mamah Tio.


Susi bingung harus bagaimana, karena dia takut uangnya tidak cukup. Apalagi Tio tidak ada dan bagi dia uangnya mending di tabung buat nikah.


"Susi, ini cocok buat kamu," ucap mamah Tio.


"Tapi mah, itu harganya mahal," kata Susi.


"Nanti mamah yang bayar," kata mamah Tio.


Susi benar-benar tidak enak, ingin rasanya dia kabur dari mall itu. Diam-diam Susi mengirim pesan untuk Tio agar segera datang ke mall, tetapi Tio masih ada pekerjaan.


"Kamu kenapa? ayo kita istirahat dulu!" ajak mamah Tio. Dia melihat Susi seperti kurang konsentrasi saat memilih baju.


Susi lalu menganggukan kepala nya, mereka istirahat di cafe yang berada di mall. Mamah Tio lalu memesankan minuman untuk dirinya dan Susi.


Tak lama kemudian Tio baru membalas pesan dari Susi, dia bilang kalau sebentar lagi baru ke mall.


"Pasti dia gak betah kalau ke mall," ucap Tio dalam hati. Tio memang sudah menceritakan semua tentang Susi ke mamahnya.


Mamahnya juga sudah bisa mengerti tentang Susi, dia justru senang Tio bisa mendapatkan wanita yang sederhana hidupnya. Dari pada wanita yang hidup dalam kemewahan pasti hanya belanja dan menghabiskan uang.

__ADS_1


"Ayo kita minum dulu!" ajak mamah Tio, setelah minuman yang dia pesan sudah datang.


"Iya, mah," jawab Susi singkat.


"Susi, tolong bilang ke Tio jemput kita nanti saja," ucap mamah Tio.


"Mamah masih ingin berbelanja?" tanya Susi.


"Kamu belum beli baju, Susi," jawab mamah Tio.


Susi bilang kalau masih punya baju di rumah dan tidak ingin membeli, tetapi mamah Tio tetap akan membelikan untuk Susi.


Kedatangan Tio membuat Susi lega, karena mamahnya tidak akan memaksa untuk membeli baju lagi. Tapi apa yang dipikirkan oleh Susi salah, mamah Tio justru menyuruh Tio yang menemani Susi untuk memilih baju.


"Tio, kamu antar Susi memilih baju dulu. Mamah tunggu di sini," kata mamah Tio.


Kemudian Tio mengajak Susi memilih baju, dia tidak enak dengan mamahnya.


"Kamu pilih saja, mana yang kamu suka," ucap Tio.


"Kenapa kamu ajak aku ke sini lagi? baju di sini mahal-mahal Tio," kata Susi, masih engan memilih baju.


"Nanti aku yang bayar," kata Tio.


"Bukan masalah itu, sayang sama duitnya," ucap Susi.


"Ayolah! jangan seperti ini malu di lihat mamah," kata Tio.


Susi kemudian memilih satu baju yang lumayan bagus, dia sudah capek berdebat dengan Tio.


Tio dan Susi membayar baju itu, lalu menghampiri mamahnya lagi. Dia mengajak mamahnya untuk segera pulang ke rumah.


Di rumah Tio saat ini asisten rumah tangganya sedang sibuk memasak untuk makan malam nanti bersama keluarga besar Tio.


"Susi, mamah mau istirahat dulu. Lebih baik kamu istirahat saja dulu," ucap mamah Tio.


Susi bukanya istirahat tetapi dia malah membantu asisten rumah tangganya Tio memasak dan menyiapkan makanan.


"Susi, kenapa kamu di sini?" tanya Tio.


"Aku bingung mau ngapain, jadi bantu mbaknya masak aja," jawab Susi.


"Nanti kamu capek, lebih baik istirahat dulu," kata Tio lagi.


"Tidak akan Tio, aku sudah terbiasa melakukan pekerjaan ini," ucap Susi.

__ADS_1


"Benar mbak, lebih baik mbak ke depan saja," sahut art itu.


Susi kemudian ikut Tio ke depan, mereka membicarakan tentang persiapan pernikahan mereka. Karena banyak juga kerabat dari Tio mereka berencana akan mengadakan pesta dua kali.


__ADS_2