Mira

Mira
Bab 115


__ADS_3

Kebun strawberry yang cukup luas ini banyak sekali pengunjungnya, mereka berkunjung dengan keperluan pendidikan. Beda dengan yang sudah berkeluarga mereka berkunjung untuk menikmati dan memetik buah secara langsung dari pohon.


Lian dengan senang hati bisa mengantarkan istrinya ke kebun strawberry yang diinginkan.


"Siska, apa rumah kamu masih jauh?" tanya Lian.


"Dekat, Pak! sebelah kebun nanti ada jalan ke rumah," jawab Siska.


"Kita kemana dulu?" tanya Mira.


"Kebun saja, Mbak. Nanti baru ke rumah Siska," kata Siska.


Susi tidak bisa ikut hari ini ke tempat Siska, karena dia sedang istirahat karena kelelahan.


"Rumah kamu ternyata tidak jauh dari kota," kata Mira.


"Jauh Mbak, aku saja harus ganti angkot tiga kali kalau ke kota," kata Siska.


"Kalau naik angkot jelas beda jalan Siska, jangan dibandingkan dengan naik mobil," sahut Lian.


"Ayo kita masuk ke kebun!" ajak Siska.


Lian dan Mira mengikuti Siska berjalan dibelakangnya menyusuri kebun strawberry, dengan membawa wadah dan gunting untuk memetik buah.

__ADS_1


"Apa boleh di petik semua?" tanya Mira.


"Pilih yang gede sayang, yang masih muda jangan," kata Lian.


"Boleh, nanti hasil kita petik di timbang di sana," tunjuk Siska.


Terik matahari yang menyinari, membuat mereka kepanasan. Mereka berteduh di tempat yang sudah disediakan oleh pihak pengelola kebun.


Mira tak hanya ingin memetik buahnya saja, tetapi dia juga ingin membawa pulang bibitnya. Rencananya dia ingin menanam di pot.


"Mbak, nanti di rumahku banyak bibitnya. Tidak usah beli di sini," kata Siska.


"Beneran Siska?" tanya Mira.


"Iya Mbak, di sini setiap rumah pasti punya karena memang penghasil strawberry terbanyak," jelas Siska.



Kebun yang mereka kunjungi adalah milik saudara Siska, kebun yang sangat luas ini di kelola sendiri di bantu oleh beberapa pegawainya.


Setelah dari kebun mereka pergi ke rumah Siska, yang jaraknya tidak jauh dari kebun.


"Mari silahkan masuk! Mbak, Pak!" ucap Siska.

__ADS_1


"Kita di sini saja Siska, sejuk di luar," ucap Lian, duduk di teras depan rumah Siska.


Siska kemudian masuk ke dalam rumah, kebetulan di rumah tidak ada orang. Bapak dan Ibunya pergi ke kebun. Dia membuatkan minuman untuk Lian dan Mira.


"Silahkan di nikmati jus strawberry!" ucap Siska, menaruh jus itu di meja.


"Makasih Siska," ucap Lian.


Mereka bercerita sambil menikmati jus strawberry, cuaca yang panas menjadi pas menikmati jus. Lumayan segar jus buatan Siska, dia membuat sendiri.


***


Di rumah Susi merasa jenuh, tidak ada teman. Saat makan siang Tio pulang untuk menemani Susi makan siang.


"Akhirnya kamu sudah pulang, aku tidak kesepian lagi," ucap Susi.


"Nanti aku balik ke kantor, setelah selesai makan siang," kata Tio.


Membuat Susi mengerucutkan bibirnya, lalu berjalan menuju ke ruang makan dan menyiapkan makan siang.


"Kamu mau ikut ke kantor tidak?" tanya Tio di sela-sela makan.


"Untuk apa? kalau di kantor aku tidak bisa membantu mu kerja," tolak Susi.

__ADS_1


"Ya sudah, lebih baik kamu di rumah untuk istirahat," kata Tio, melanjutkan makan siangnya.


Setelah selesai makan Tio kembali ke kantor, karena pekerjaan masih menumpuk di tambah Lian tidak berangkat.


__ADS_2