Mira

Mira
Bab 81


__ADS_3

Susi masih memikirkan Tio yang akan membeli rumah untuk mereka setelah menikah nanti, dia ingin rumah yang sederhana saja tidak menguras uang. Tio sendiri ingin membeli rumah yang dekat dengan Lian, biar kalau ada masalah di kantor bisa diselesaikan bareng di rumah.


"Lian, aku ragu membeli rumah dekat rumah mu," ucap Tio.


"Kenapa? mumpung masih ada yang belum laku," kata Lian.


"Dekat sama rumah Lisa, kamu tau kalau aku benci sekali dengan perempuan itu," ucap Tio.


"Masa lalu jangan di bawa ke masa depan, kalau kamu seperti itu di kira Susi kamu masih suka sama Lisa," ucap Lian.


"Aku juga bingung, tapi aku sudah tidak suka sama Lisa si matre itu," kata Tio.


"Kelihatannya dia sudah banyak berubah, sekarang tidak pernah mengejek Mira," ucap Lian.


"Kamu percaya begitu saja, kalau aku belum yakin," kata Tio.


Tio teringat saat jalan bersama Lisa ke mall, Lisa sangat bahagia karena Tio memanjakannya bahkan apa yang di minta Lisa selalu di penuhi oleh Tio, tanpa memikirkan akhirnya. Lisa sendiri dulu juga senang kalau Tio mengajak jalan, sehingga Tio menyimpulkan bahwa wanita itu hanya bahagia ketika di ajak belanja, makanya dia berkerja dengan giat.


Tetapi Tio malah mendapatkan calon istri yang begitu perhitungan dengan uang, bahkan di bilang sangat irit.


"Ayo kita sekarang ke kantor untuk menyelesaikan pembayaran rumah!" ajak Lian.


"Entah kenapa aku masih ragu, belum bicara lagi dengan Susi," kata Tio.


"Terserah kamu saja, kalau memang mau membicarakan dengan Susi dulu," ucap Lian, lalu melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Tio kemudian menuju cafe untuk berbicara dengan Susi, dia harus memikirkan dengan matang untuk mengambil keputusan.


"Susi, aku ingin berbicara sebentar," ucap Tio.


"Iya, bicara apa?" tanya Susi.


Mereka lalu duduk berdua sambil membicarakan masalah rumah.


"Soal rumah yang akan aku beli, kamu setuju tidak?" tanya Tio.


"Sebenarnya itu tidak perlu dulu, yang harus kita utamakan acara pernikahan kita," jawab Susi.


"Kamu tenang saja, aku sudah ada biaya sendiri buat acara pernikahan kita," ucap Tio.


"Tapi, aku takut dikira manfaatin kamu sama papah mamah mu, Tio," kata Susi.


"Mereka tidak akan berfikir seperti itu, karena mereka juga berencana membelikan rumah setelah kita menikah nanti," jelas Tio.


"Ya sudah, kamu beli saja rumah dekat Mira," ucap Susi.

__ADS_1


"Kami tidak apa-apa kalau kita bertetangga dengan Lisa? " tanya Tio.


"Tidak masalah buat aku, dia sudah masa lalu kamu," jawab Susi dengan bijak.


"Baiklah kalau begitu, aku balik ke kantor menemui Lian dulu," ucap Tio.


"Kamu tidak makan dulu?" tanya Tio.


"Nanti saja bareng Lian," ucap Tio, lalu kembali ke kantor. Dia merasa lega mendengar jawaban Susi, yang bisa menerima masa lalunya.


"Susi, tumben Tio gak makan?" tanya Mira.


"Mau makan bareng Lian katanya," jawab Susi.


"Pantesan Lian tidak meminta aku buat masak, mungkin dia juga sibuk," ucap Mira.


Mira dan Susi kemudian melanjutkan pekerjaan mereka hingga sore hari, karena tidak ada yang menjemput mereka pulang sendiri.


Sesampainya di rumah Mira dan Susi mendapati Lian dan Tio sudah berada di rumah.


"Maaf sayang, aku tidak bisa jemput tadi," ucap Lian.


"Kita bisa pulang sendiri, jangan khawatir Lian," sahut Susi.


"Pekerjaan kita tidak banyak hari ini, mungkin mulai besok padat lagi," jelas Lian.


"Malam ini rumah itu sudah bisa ditempati, Susi," kata Tio.


"Secepat itu, emang sudah di bayar?" tanya Susi.


"Sudah, Lian yang urus tadi," jawab Tio.


"Jangan buru-buru pindah dulu, kamu tega ninggalin aku," ucap Mira.


Susi berencana untuk pindah besok saat libur kerja, karena dia harus membersihkan rumah itu terlebih dahulu.


Tio pamit untuk pulang ke rumahnya karena hari sudah mulai petang.


🌾🌾🌾


"Aldo, tunggu! jangan tinggalkan aku!" ucap Sandra.


"Lebih baik kita tidak usah ketemu lagi, ini semua demi rumah tangga ku," kata Aldo.


"Yakin? kamu bisa hidup bahagia dengan wanita yang tidak pernah kamu cintai sama sekali?" tanya Sandra.

__ADS_1


"Itu urusanku nanti, yang penting aku sudah berusaha menjadi suami yang baik," ucap Aldo.


"Aldo, kamu sadar kenapa? bisa-bisanya menikah dengan wanita yang tidak di cintai," ucap Sandra.


"Kamu sendiri bagaimana? apa kamu juga mencintai suami kamu?" Aldo balik bertanya ke Sandra.


"Aku sudah pernah bilang ke kamu, kalau pernikahan kita demi harta. Kamu lupa aku ini istri ke dua," ucap Sandra dengan bangga.


"Sandra, tolong kamu mengerti aku ingin membuka lembaran baru dengan Lisa," ucap Aldo.


"Apa kamu sudah menyentuh istrimu itu? seperti kamu menyentuhku... " ucap Sandra lirih.


Ucapan Sandra membuat Aldo ragu, sudah berulang kali dia melakukan kesalahan dengan Sandra. Di banding Lisa, Sandra lebih menarik dari segi penampilan.


"Kenapa kamu diam? apa aku perlu bilang ke Lisa?" ucap Sandra lagi.


"Sandra, cukup!" bentak Aldo.


"Bisa marah juga kamu, tapi aku justru senang kalau kamu emosi begini," ucapnya.


"Udah, kamu jangan gila! biarkan aku bahagia dengan Lisa dan jangan ganggu aku lagi!" teriak Aldo.


"Yang aku mau kamu, Do!" ucap Sandra.


"Kamu mau uang? berapa?" tanya Aldo.


"Hahaha.... kamu lupa kalau aku ini kaya?" tanya Sandra.


Aldo tak habis pikir dengan Sandra, dia merasa terjebak dengan situasi yang rumit. Hanya penyesalan yang Aldo rasakan saat ini.


"Sandra, kita tidak ada hubungan apa-apa bukan? jadi tidak perlu kamu menghalangi aku," ucap Aldo.


"Memang kita tidak ada hubungan, tetapi kenapa kamu mau dengan aku?" tanya Sandra. Dari awal kenal aku sudah suka sama kamu, tapi kamu menolak ku," Lanjutnya.


"Aku khilaf dan aku minta maaf," ucap Aldo.


"Tidak bisa begitu, Do! aku mau hubungan kita tetap berjalan dan kamu silahkan kalau mau memulai dengan istri yang tidak kamu cintai itu," ucap Sandra.


"Itu hanya akan membuat aku tersiksa, merasa bersalah dan tidak tenang. Jadi lebih baik aku akhiri saja," jelas Aldo.


Rumit buat Aldo, Sandra tidak mau ditinggalkan dan minta hubungan mereka lanjut. Semua sudah terlanjur Aldo yang memulai sendiri, wajar jika dia harus menanggung akibatnya.


Pertengkaran Aldo dan Sandra masih berlanjut, Aldo tadi sengaja datang ke apartemen Sandra untuk membicarakan masalah mereka secara pribadi. Tetapi tidak membuahkan hasil apa pun, malah Aldo tidak bisa pulang karena Sandra menahannya.


Disisi lain Lisa sedang menunggu Aldo untuk makan malam, dia sudah memasak makanan buat makan malam dengan suaminya. Dia rela menahan rasa lapar demi menunggu Aldo.

__ADS_1


__ADS_2