Mira

Mira
Bab 86


__ADS_3

Mira dan Susi sangat sibuk saat ini, hingga tidak ada waktu untuk istirahat. Karena cafe cukup ramai, pengunjung yang datang ke taman juga lumayan banyak. Saat ini sedang musim bunga bermekaran mereka ke taman sekedar mengambil foto dan melihat bunga-bunga yang sangat indah.


Hari ini kebetulan Lian dan Tio juga sangat sibuk, mereka mengerjakan proyek yang baru. Mereka juga tidak sempat untuk datang ke cafe untuk makan siang.


Mamah Aldo kali ini datang lagi ke cafe, dia mencari Mira. Saat ini dia mengajak Mira untuk mengobrol di luar cafe, lalu Mira mengajaknya ke taman.


"Tante, ada apa mencari Mira?" tanya Mira dengan lembut.


"Mira, tante sebenarnya sangat menyesal karena kamu tidak jadi menantu tante," ucapnya sembari menatap Mira.


"Mungkin memang bukan takdirnya, tante," ucap Mira tersenyum ke arah Clara.


"Apa kamu bahagia dengan suami kamu?" tanya Clara, dia khawatir Mira masih suka dengan Aldo juga.


"Sangat bahagia, Lian orang yang sangat perhatian. Dia juga bisa menerima kekurangan Mira, walaupun Mira bukan orang berada," jelas Mira.


"Tante senang mendengarnya," ucap Clara dalam hati sedikit kecewa.


"Mira juga mau bilang sesuatu sama tante, tapi tante jangan marah, ya?" ucap Mira, memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hati yang sebenarnya.


"Iya, tante tidak akan bisa marah sama kamu," jawab Clara, tersenyum.


"Kejadian kemarin jangan di ulangi lagi, tante. Itu semua akan menyakiti hati Lisa sebagai menantu tante," ucap Mira.


"Maksud kamu?" tanya Clara, belum begitu paham.


"Tante, jangan membelikan sesuatu lagi buat Mira. Kasihan Lisa, tante," ucap Mira.


"Kenapa kamu selalu menolak pemberian tante, Mira?" tanya Clara lagi.


"Ada Lisa yang lebih berhak menerima pemberian tante dan suatu saat yang tante butuhkan itu Lisa bukan aku," ucap Mira.


"Mira, tante sudah sangat menyayangi kamu seperti anak tante sendiri... " ucapnya lirih.


Mira sebenarnya tidak tega melihat seorang Clara yang begitu baik padanya, harus sedikit kecewa karena ucapan Mira.


"Maafkan aku, tante," ucap Mira, lalu memeluk Clara begitu juga dengan Clara yang langsung membalas pelukan Mira.


"Sangat berat hati tante untuk menerima Lisa sebagai menantu tante," ucap Clara lagi.


"Lisa sebenarnya baik tante, sekarang dia sudah banyak berubah. Tolong buka hati tante buat dia, sayangi dia seperti tante memperlakukan Mira," jelas Mira.

__ADS_1


"Kalau itu permintaan kamu, tante akan lakukan. Tetapi tolong izinkan tante menemui kamu," ucap Clara.


"Iya, tante boleh menemui Mira kapan pun tante mau," kata Mira.


Setelah berbicara dengan Clara, Mira mengajaknya untuk kembali ke cafe dan makan bersama. Cafe juga sudah sepi pengunjung karena saatnya mereka menutup cafe.


"Tante, apa kabar?" sapa Susi pada Clara.


"Baik, kamu penjaga toko perhiasan itu, kan?" tanya Clara.


"Wah, tante masih ingat aja," ucap Susi.


"Mari kita makan bareng-bareng, tante," ucap Mira, yang datang dengan Siska sembari membawa makanan.


"Tante, aku ambilkan nasi," ucap Susi.


"Kenalkan, saya Siska tante," ucap Siska, sambil mengulurkan tangan, Clara menyambut dengan senang hati.


"Kalian semua sangat baik sama tante," ucap Clara.


Kemudian mereka makan bersama, setelah selesai Clara ingin mengantarkan Mira dan Susi pulang. Lagi-lagi Mira menolak karena beralasan akan di jemput Lian.


Clara sedikit kecewa dengan penolakan Mira, tetapi dia berusaha untuk mengerti dan memahami bagaimana posisi Mira saat ini. Dia akhirnya pulang sendiri ke rumah nenek Aldo.


"Mira, kita tidak ada yang jemput," ucap Susi.


"Kita jalan aja, yuk!" ajak Mira.


"Ya sudah, ayo kita pulang," kata Susi.


Susi dan Mira berjalan kaki menuju ke rumah mereka, karena sudah terbiasa jadi mereka tidak merasa kelelahan.


"Mira, kita beli sayuran dulu yuk!" ajak Susi, saat melewati pasar sore.


"Boleh, aku juga mau beli buat besok sarapan pagi," ucap Mira.


Sayuran di sini terbilang masih segar jadi mereka sangat senang jika berbelanja di pasar tradisional.


"Aku sudah selesai," ucap Susi.


"Aku juga sudah, ayo kita lanjut jalan lagi!" ajak Mira.

__ADS_1


Mereka berdua jalan sangat cepat, sesampainya di rumah Susi langsung masuk ke rumahnya. Begitu juga dengan Mira, dia langsung memasukkan sayuran yang baru saja di beli ke dalam kulkas.


"Kenapa aku lelah sekali, tidak biasanya begini," ucap Mira, merebahkan tubuhnya di sofa ruang tengah.


Tok... tok.. tok...


Lian mengetuk pintu rumah, tetapi tidak kunjung di buka oleh Mira. Mencoba membuka pintu ternyata tidak di kunci, kemudian dia masuk ke dalam rumah.


Lian melihat Mira yang tertidur di sofa, ada rasa tidak tega saat akan membangunkan istrinya. Dia membersihkan diri terlebih dahulu lalu memindahkan Mira ke dalam kamar, dia pun ikut tertidur di sebelah Mira.


Keesokan harinya Mira bangun pagi, di lihatnya suaminya masih terlelap di sebelanya.


Dia baru ingat kalau kemarin tidur di sofa dan belum mandi, lalu bergegas mengambil handuk dan membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai seperti biasa Mira menyiapkan sarapan pagi untuk Lian, dia memasak sayur yang di beli kemarin.


Sarapan pagi buat Lian sangat berbeda dulu sama sekarang, dulu asisten rumah tangganya selalu menyiapkan berbagai jenis lauk dan sayuran. Sekarang istrinya memasak satu jenis sayur dan satu jenis lauk saja.


Tetapi Lian tidak pernah protes, dia selalu memakan apa yang disiapkan oleh istrinya. Hal itu membuat Mira sangat senang, saat di masakan banyak semua tidak ke makan itu alasan Mira membuat menu yang sederhana.


🌾🌾🌾


"Lisa, aku berangkat dulu!" pamit Aldo.


"Kamu tidak sarapan di rumah?" tanya Lisa.


"Tidak, aku ada meeting pagi ini," jawab Aldo, lalu meninggalkan rumah.


"Aneh, ini masih jam enam pagi biasanya juga kerja jam delapan," gerutu Lisa.


Aldo melajukan mobilnya ke rumah sakit di mana Sandra sedang di rawat, karena dia harus membantu Sandra sarapan dan minum obat.


"Pagi sekali kamu datang," ucap Sandra.


"Aku harus segera ke kantor, ini aku bawakan sarapan," ucap Aldo, dia membawakan Sandra buah-buahan dan bubur.


"Terimakasih, Do," ucap Sandra.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Aldo.


"Masih sedikit lemas, aku seperti tidak punya tenaga," jelas Sandra.

__ADS_1


Aldo kemudian membuka bubur yang dia bawa, lalu menyuapi makan untuk Sandra. Setelah selesai dia baru berangkat ke kantor.


Lisa yang berada di rumah berencana untuk ke kantor Aldo lagi, dia sengaja mengambil berkas dari meja kerja Aldo agar Aldo lupa membawanya. Rasa penasaran yang membuatnya melakukan hal itu. Dia merasa ada yang tidak beres dengan Aldo.


__ADS_2