Mira

Mira
Bab 117


__ADS_3

Lisa datang ke rumah mamahnya dengan wajah di tekuk, dia langsung nyelonong ke dalam rumah tanpa permisi.


"Mah, kenapa sekarang papah berubah? sudah tidak sayang lagi sama Lisa," ucap Lisa.


"Kenapa kamu bilang begitu?" tanya Mamah Lisa.


"Aku tadi datang ke kantor papah, dia marah langsung memanggil sekuriti untuk mengusir ku," jelas Lisa.


"Tidak mungkin papah kamu tega mengusir mu, kalau tidak ada alasan yang jelas," ucap mamahnya.


"Mamah, masih tidak percaya saja," kesal Lisa.


Karena mamah Lisa tidak percaya, Lisa menjelaskan lagi. Sampai mamahnya ikut kesal dengan papahnya dan berencana akan menyusul ke kantor.


"Mamah, mau kemana?" tanya Lisa.


"Kamu di rumah saja! biar mamah yang memarahi papah kamu," ucap Mamahnya.


"Tunggu, mah!" teriak Lisa.


"Ada apa lagi?" tanya mamahnya.


"Mah, tidak usah ke sana! percuma mamah ngomong sama papah yang ada hanya ribut kalian," kata Lisa.

__ADS_1


Mamah Lisa tidak memperdulikan omongan Lisa, dia langsung pergi ke kantor suaminya itu. Setelah sampai di kantor sekertaris papah Lisa melarang masuk ke ruang kerja papah Lisa.


"Kamu siapa? berani melarang masuk ke ruang kerja suamiku!" bentaknya.


"Bu, mohon ini sudah prosedur dari bapak," kata sekertaris itu.


"Minggir kamu!" bentaknya lagi, menerobos masuk ke ruang kerja suaminya.


Papah Lisa begitu kesal melihat istrinya masuk ke dalam ruang kerjanya, awalnya dia tidak merespon hanya fokus dengan laptop yang ada di atas meja.


"Pa, kenapa tadi papah usir Lisa?" tanya mamah Lisa.


"Didik anak kamu! biar bisa menghargai suaminya!" kata papah Lisa, tanpa menoleh ke arah istrinya.


"Ane, apa pantas dia datang ke kantor minta uang? Lisa itu tidak punya sopan santun," kata papahnya.


"Kamu ngatain anak kamu seperti itu! mau papah apa?" tanya Ane.


"Aku mau dia tidak seperti itu, dari dulu kalian tidak pernah berubah," kata papahnya. Sekarang kamu keluar dari ruangan ini!" Lanjutnya.


"Kamu mengusir ku juga?" tanya Ane, keheranan.


"Iya, sudah muak aku melihat kamu! ganggu orang kerja saja," kata papah Lisa.

__ADS_1


"Gila!" bentak Ane, kemudian pergi dari kantor suaminya.


Ane masih menggerutu saat keluar dari ruang kerja suaminya, sampai menabrak salah satu karyawan kantor yang sedang membawa minuman. Karyawan itu bernasib sial mungkin hari ini, karena harus menerima omelan dari Ane.


"Kalau jalan pakai mata!" bentak Ane, padahal dia sendiri yang salah.


"Maaf, bu. Biar saya bersihkan," kata karyawan itu dengan lembut.


"Lihat! baju ku jadi basah dan kotor karena kopi yang kamu bawa!" bentaknya lagi.


"Bu, saya sudah minta maaf. Tadi juga tidak sengaja," jelas karyawan itu.


Ane tidak memperdulikan penjelasan karyawan tadi, dia melanjutkan jalanya sambil mengelap bajunya yang basah dengan tisu.


"Ampun, aku hari ini bernasib sial. Harus ketemu dengan mak lampir, pantes saja bos pura-pura miskin di depan mak lampir," kata karyawan tadi di dalam hati.


Ane kembali ke rumah, dia bilang ke Lisa kalau di usir juga oleh papahnya.


"Lisa, ini salah kamu juga! kenapa datang ke sana minta duit?" kata Ane.


"Aldo belum kasih aku, jadi aku minta dulu ke papah," kata Lisa.


"Minta sama suami kamu! jangan minta ke papah , bikin malu saja!" kata Mamahnya dengan sedikit membentak.

__ADS_1


Lisa jadi kesal dengan mamahnya, karena ikut mengomelinya.


__ADS_2