Mira

Mira
Bab116


__ADS_3

Pulang dari tempat Siska, Mira pergi ke rumah Susi. Dia membawakan oleh-oleh buah strawberry untuk Susi.


"Mira, ini semua kamu yang petik?" tanya Susi.


"Tentu saja, aku memetik sendiri dari kebun itu," ucap Mira.


"Tau begitu tadi aku ikut, semua gara-gara Tio," kata Susi.


"Sejak kapan dia melarang kamu?" tanya Mira.


"Aku tidak melarang, Susi saja yang tadi pagi susah dibangunkan," jelas Tio.


Mira semakin tidak percaya dengan ucapan Tio, karena selama bersama Susi selalu bangun pagi dan tidak pernah telat.


"Jangan didengarkan, Mira. Ngerti maksud ku, kan?" ucap Susi.


Mira paham dengan apa yang dimaksud oleh Susi, karena dia pernah berada di posisi Susi.


"Lian mana, Mira? apa dia sudah pulang?" tanya Tio.

__ADS_1


"Ada di rumah, tadi aku ajak kesini tidak mau. Dia bilang ada kerjaan," jawab Mira.


Tio bergegas pergi ke rumah Mira, karena dia ingin membicarakan soal pekerjaan di kantor tadi. Mira mengajak Susi untuk ke rumahnya, untuk makan malam bersama.


Sampai di rumah Mira menyiapkan hidangan makan malam di bantu oleh Susi, mereka sangat kompak sekali. Bahkan mereka juga tidak sungkan satu sama lainnya.


Selesai makan malam mereka beristirahat di rumah masing-masing, karena besok harus beraktivitas seperti biasanya.


🌹🌹🌹


Hari ini Lisa pergi ke kantor Papahnya, dia minta uang untuk shoping bersama teman-temannya. Karena Aldo belum memberinya jatah. Aldo masih marah dengan Lisa, makanya belum memberi uang.


"Lisa, apa suami kamu tidak memberikan kamu uang? sama saja kamu mempermalukan suami kamu, bagaimana kalau Aldo tau?" tanya papah Lisa.


"Maksudnya, anak Papah cuma Lisa harusnya di kasih," jawabannya. Bukan untuk mempermalukan Aldo," Lanjutnya.


Papah Lisa sebenarnya niatnya baik, dia ingin mendidik anaknya agar menghargai suaminya. Tetapi sikap Lisa sama seperti Mamahnya sulit untuk di rubah. Kalau sampai Aldo tau, dia sangat malu pada menantunya itu.


"Lisa, lebih baik kamu kalau mau beli sesuatu bilang atau ajak suami kamu. Biar tidak ada salah paham," ucap Papah Lisa.

__ADS_1


"Udah Pa! jangan ceramah, Lisa gak butuh yang Lisa mau duit!" ucap Lisa.


"Kamu benar-benar anak tidak tau diri!" bentak Papahnya.


Lisa dan Papahnya akhirnya berantem sampai ada sekuriti datang untuk mengusir Lisa. Papah Lisa sangat geram karena kelakuan Lisa sangat memalukan. Tidak pantas baginya mempunyai anak seperti Lisa. Sudah di besarkan dengan susah payah, masih saja menyusahkan orang tua.


"Papah kasar sekali sama aku," gerutu Lisa, sembari keluar dari kantor Papahnya.


"Jangan kembali lagi kesini, Nona!" bentak sekuriti yang mengusir Lisa.


"Aku pastikan kamu berkerja di sini tidak akan lama lagi!" teriak Lisa. Berlalu pergi dengan mobilnya.


Lisa benar-benar tidak tau malu, padahal sekuriti itu dulu pernah membantunya. Dia hanya menjalankan tugas dari Papahnya.


Hal yang sepele saja mudah dia lupakan, apalagi hal yang besar pasti sengaja dia lupakan. Itu yang membuat orang tidak simpati dengan Lisa.


Dengan papahnya saja dia berani, apalagi dengan orang lain.


Dia sekarang menuju ke rumah mamahnya untuk mengadu, sepertinya dia lebih suka kalau kedua orang tuanya ribut. Sungguh hal yang paling memalukan bagi papahnya mempunyai anak seperti Lisa.

__ADS_1


__ADS_2