Mira

Mira
Bab 76


__ADS_3

Di perjalanan menuju kota Susi dan Tio berhenti di sebuah toko oleh-oleh.


"Tio, kita beli oleh-oleh apa buat Mira dan teman di cafe?" tanya Susi, bingung memilih.


"Ini saja," ucap Tio, mengambil satu kantong kripik buah di tunjukkan ke Susi.


"Rasanya juga bermacam-macam, kelihatanya enak," kata Susi, mengambil beberapa bungkus lalu di masukan ke keranjang belanja.


"Sekalian aja beli yang banyak," ucap Tio, memasukkan sepuluh kantong kripik buah dengan berbagai rasa ke keranjang yang di bawa Susi.


"Tio, ini banyak sekali," ucap Susi, protes karena keranjang penuh.


Tio tidak mendengarkan apa kata Susi, dia langsung meminta keranjang itu dan di bawa ke kasir. Susi mengikuti Tio berjalan di belakangnya.


"Aku saja yang bayar," kata Susi.


"Kamu tunggu di mobil saja!" kata Tio.


"Tapi...


"Susi, kalau dibilangin calon suami jangan bantah," ucap Tio, Susi lalu pergi ke keluar toko itu dan menunggu Tio di dekat mobil.


Tak lama kemudian Tio datang dengan membawa belanjaannya.


"Kenapa tidak masuk?" tanya Tio.


"Aku tidak bisa membuka pintunya," jawab Susi.


Tio tersenyum karena mobil memang dalam keadaan terkunci, lalu dia membukakan pintu buat Susi.


"Kamu ngerjain aku, Tio!" teriak Susi.


"Tidak, maaf aku tadi lupa," ucapnya.


Tio dan Susi lalu melanjutkan perjalanan dan meninggalkan toko oleh-oleh itu.


🌾🌾🌾


Lisa saat ini sedang berkunjung ke rumah mamah Aldo yang berada di luar kota. Baru kali ini Lisa di ajak oleh Aldo ke rumah mamahnya, Lisa sangat senang Aldo sudah mulai terbuka dengan dirinya.


"Apa masih jauh rumah mamah Clara, Do?" tanya Lisa.


"Lumayan jauh kalau jalan kaki," jawab Aldo, tersenyum ke arah Lisa.


"Aku tanya serius, Do," ucap Lisa.


"Jawabnya aku juga serius," kata Aldo, masih fokus mengendarai mobilnya.

__ADS_1


Mereka sudah di perjalanan kurang lebih satu jam, bagi Lisa perjalanan itu sudah cukup jauh dan lama.


"Kita makan dulu, yuk!" ajak Aldo.


Perut Lisa juga sudah lapar, dia akhirnya mau mengikuti ajakan Aldo untuk makan. Sebelum berangkat tadi memang mereka belum makan, Aldo menghentikan mobilnya di sebuah restoran.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Aldo.


"Aku mau sup daging dan jus melon," ucap Lisa.


Aldo lalu memanggil pelayan dan pesan makanan, dia memesan makanan yang sama dengan Lisa.


"Lisa!" teriak teman Lisa yang ternyata juga makan di tempat itu.


"Fandy," ucap Lisa.


"Iya, aku Fandy. Ini siapa Lis?" tanya Fandy yang menunjuk Aldo.


"Kenalkan Fandy, dia Aldo teman aku," ucap Lisa.


Aldo dan Fandy lalu berkenalan mereka juga saling berjabat tangan.


"Lisa, kenapa kamu memperkenalkan aku sebagai teman?" tanya Aldo, berbisik -bisik dengan Lisa.


"Nanti aku jelaskan," ucap Lisa.


"Lisa, kamu mau makan apa? biar aku yang pesan untuk kalian," ucap Fandy.


Fandy adalah salah satu mantan pacar Lisa yang belum lama di putus oleh Lisa, jadi Fandy tidak pernah tau kalau Lisa sudah menikah. Karena Fandy sendiri berkerja di luar kota.


"Oke, boleh aku gabung dengan kalian?" tanya Fandy.


"Boleh, silahkan saja," ucap Lisa dengan tersenyum.


Tindakan Lisa membuat Aldo sangat kesal, bahkan dia nampak murung. Lisa sendiri juga tidak paham dia malah mempersilahkan Fandy gabung dengan meja mereka.


Lisa terlihat mengobrol dengan Fandy, Aldo hanya sebagai pendengar obrolan mereka.


Setelah selesai makan Aldo dan Lisa meninggalkan restoran itu, tak lupa Lisa juga berpamitan pada Fandy.


Aldo hanya diam dia fokus mengendarai mobilnya, bahkan hampir setengah jam di perjalanan dia tidak berbicara apapun.


"Do, kamu kenapa?" tanya Lisa.


"Apa pantas kamu memperkenalkan aku sebagai teman kamu?" Aldo malah berbalik tanya pada Aldo.


"Aku bisa jelaskan, Do," ucap Lisa.

__ADS_1


"Jelaskan apa? bukannya semua sudah jelas," kata Aldo.


"Sebenarnya Fandy itu mantan pacar aku, tetapi kita sudah tidak ada hubungan apa-apa," jelas Lisa.


"Kamu masih suka sama dia?" tanya Aldo.


"Tidak, kita hanya berteman baik. Dia juga belum tau kalau aku sudah menikah," ucap Lisa.


"Kenapa tidak kamu beri tahu, harusnya kamu jelaskan semua pada dia," ucap Aldo.


"Saat itu aku malu, karena pernikahan kita hanya kontrak," jelas Lisa.


Ucapan Lisa ada benarnya juga, jadi wajar kalau Lisa tidak mau mengakui pernikahannya. Tetapi Aldo juga baru sadar ternyata tidak di anggap itu sakit.


"Lisa, aku sudah memulai membuka hatiku. Tolong selesaikan hubungan kamu dengan pria lain di luar sana," kata Aldo.


"Maksudnya apa? aku tidak pernah menjalin hubungan dengan siapa pun setelah menikah," ucap Lisa.


"Misalkan ada," ucap Aldo.


"Aldo, kenapa kamu tidak peka? dari dulu aku suka sama kamu," ucap Lisa.


Aldo lalu memberhentikan mobilnya di pinggir jalan, dia menatap Lisa yang berada di sampingnya.


"Dulu aku masih sama Mira, sekarang perlahan aku mulai bisa melupakan dia. Kamu harus ngerti Lisa," kata Aldo, sembari memegang tangan Lisa.


Lisa tersenyum dengan perlakuan Aldo saat ini, bahkan mereka mulai mendekatkan wajah tetapi bunyi klakson mobil yang dibelakangnya membuat Aldo harus segera melajukan mobilnya.


Saat ini Lisa dan Aldo sudah sampai di depan rumah mamah Clara. Aldo mengetuk pintu rumah mamahnya, asisten rumah tangga mamahnya lalu membukakan pintu dan menyuruh Aldo dan Lisa masuk ke dalam rumah.


"Bibi, mamah kemana?" tanya Aldo.


"Baru keluar tadi dengan bapak, Mas," jawab asisten rumah tangga itu.


Aldo menghubungi mamahnya, dia memberitahukan kalau sedang berada di rumahnya. Clara saat ini sedang pergi dengan suaminya ke perusahaan miliknya. Dia menyuruh Aldo untuk menunggu terlebih dahulu, karena ada hal penting yang akan di bicarakan.


"Lisa, sepertinya kita harus menginap disini," ucap Aldo.


"Tetapi, aku tidak membawa ganti baju," ucap Lisa.


"Nanti kamu bisa pinjam punya Mira," ucap Aldo.


"Mira? apa dia pernah tinggal di rumah ini?" tanya Lisa.


Aldo hampir saja keceplosan, dulu waktu masih berpacaran dengan Mira, mamahnya sudah menyiapkan satu almari pakaian buat Mira. Tetapi takdir berkehendak lain, bukan Mira yang menjadi istri Aldo. Pakaian itu masih tersimpan rapi di kamar yang di persiapkan untuk Aldo dan Mira.


"Maksudnya mamah yang beli, mau di berikan untuk Mira tapi tidak jadi," jelas Aldo.

__ADS_1


"Kenapa tidak jadi?" tanya Lisa, penasaran.


Aldo tidak menjawab pertanyaan Lisa, dia mengajaknya untuk beristirahat di kamar yang telah di sediakan oleh mamahnya. Beruntung juga Lisa tidak membuka isi almari, kalau sampai dia buka pasti akan kaget. Karena baju yang sudah di beli oleh Clara semua bermerk dan harganya cukup mahal.


__ADS_2