Mira

Mira
Bab 119


__ADS_3

Hari ini hari yang spesial buat Mira dan Susi, karena Lian dan Tio mengajak mereka untuk pergi bulan madu. Mereka akan pergi ke negara Eropa yaitu ke kota Paris, bahagia yang begitu luar biasa saat ini mereka rasakan.


"Pasti nanti mahal sekali biaya hidup kita di sana," ucap Susi.


"Kenapa kamu sudah berfikir seperti itu, Susi. Kita berangkat aja belum," kata Mira.


"Itu wajib dipikirkan, jangan sampai pulang dari Paris kita tidak punya uang. Gaji aku bulan kemarin pasti tidak cukup," kata Susi.


Lian dan Tio menahan tawa mendengar ucapan Susi, mereka sudah menyiapkan semua kebutuhan di sana dari jauh hari. Mereka tinggal berangkat dan menikmati fasilitas yang sudah disediakan.


"Pesawat berangkat jam berapa, Tio?" tanya Lian.


"Nanti sore jam tiga, kita masih ada waktu untuk bersiap-siap," ucap Tio.


Mira menyiapkan baju dalam kopernya, dia membawa satu koper baju ganti. Sedangkan Susi membawa dua koper baju.


"Sayang, pakai koper yang kecil saja! kita tidak perlu bawa baju banyak," kata Lian.


"Ini hanya beberapa potong baju saja, sengaja bawa koper besar nanti untuk bawa oleh-oleh," kata Mira.


"Memangnya kalian tidak kehabisan baju di sana?" tanya Susi.

__ADS_1


Tio memberi penjelasan kepada istrinya itu, lalu mengajaknya pulang untuk mengurangi baju yang dia bawa.


"Apa tidak mahal kalau apa-apa serba beli? kita harus hemat," omel Susi.


Setelah selesai berdebat mereka pergi ke rumah Mira lagi, untuk mempersiapkan keberangkatan mereka.


Tetangga sebelah tidak berani bertanya dia hanya mengintip dari jendela rumah, siapa lagi kalau bukan Lisa.


"Aldo, mereka mau pindah rumah ya?" tanya Lisa.


"Tidak tau, bisa jadi mereka akan pergi," jawab Aldo.


"Aku mau ke bandara sebentar," jawab Aldo, duduk dan memakai sepatunya.


"Bandara? untuk apa, Do?" tanya Lisa lagi.


"Sandra datang ke sini lagi, aku harus menjemputnya," jawab Aldo dengan santai.


Memang benar apa kata Aldo, dia akan menjemput Sandra yang saat ini masih berada dalam pesawat. Dia tadi malam menghubungi Aldo, memberitahukan kalau akan mengecek proyek mall. Aldo menawarkan diri untuk menjemputnya di bandara, awalnya Sandra sudah menolak tetapi Aldo masih saja memaksa.


Lisa membiarkan Aldo pergi menjemput Sandra, dia sudah lelah untuk mengejar cinta suaminya itu.

__ADS_1


"Aku harus menemui wanita itu, apa mau dia sebenarnya," gerutu Lisa.


***


Di bandara Aldo bertemu dengan Lian, Mira, Tio dan Susi. Tetapi mereka tidak sempat saling sapa, karena Aldo sudah keburu menemui Sandra.


"Lian, itu ada Aldo? menemui perempuan itu lagi," tunjuk Tio.


"Biarkan saja, asal tidak mengganggu keluarga kita," kata Lian.


Mereka memasuki ruang tunggu pesawat, karena sebentar lagi akan berangkat.


Aldo mengatakan Sandra ke apartemennya, karena Sandra butuh istirahat lebih dulu.


"Lebih baik kamu pulang dulu, Do!" usir Sandra.


"Enak sekali kamu main usir saja, bukannya nyuruh masuk," kata Aldo.


"Aku tidak mau ada masalah nanti, aku datang kesini mau menyelesaikan urusan bukan menggoda suami orang," ucap Sandra tersenyum ke arah Aldo.


Sepertinya saat ini Sandra sudah mulai sadar dengan yang apa dulu dilakukan, sekarang dia tidak mau mengganggu Aldo lagi. Sandra menganggap Aldo teman baiknya dan rekan kerja.

__ADS_1


__ADS_2