Mira

Mira
Bab 43


__ADS_3

Happy Reading ❤🤍


Lisa malam ini tidak berani pulang ke rumah nenek atau pun ke rumah Aldo, dia pergi ke rumah mamahnya. Karena pulang sudah larut malam, seperti kebiasaan dia sebelum menikah.


"Lisa, kenapa kamu malam-malam kesini?" tanya Papah Lisa.


"Mau tidur di sini, pa," jawab Lisa.


"Suami kamu mana?" tanya papah Lisa, heran dengan kedatangan anaknya tanpa suaminya.


"Sudah tidur di rumah mungkin, pa! Lisa ngantuk mau ke kamar!" ucap Lisa, meniggalkan papanya yang baru saja membuka pintu.


Di sisi lain Aldo saat ini belum tidur, dia masih berada di ruang kerjanya. Mamah Clara menelpon Aldo memberitahukan kalau Lisa tadi keluar dan belum kembali ke rumah neneknya, padahal dia bilang mau menginap di sana. Aldo tidak menghiraukan kata mamahnya, dia malah kembali melanjutkan kerjanya.


Tiba-tiba dia kepikiran dengan Lisa, lalu membuka pintu kamar Lisa, ternyata kosong Lisa tidak ada di dalam. Dia mencoba menghubungi Lisa lewat telepon genggamnya, tetapi tidak bisa.


Aldo mencoba menghubungi mertuanya, tetapi malah di maki-maki. Mertuanya bilang kalau Aldo lelaki tidak bertanggung jawab, saat ini Aldo benar-benar pusing dengan sikap istrinya itu.


Keesokan harinya Lisa pulang ke rumah Aldo, dia mendapati suaminya itu tertidur di ruang tamu. Lalu dia membuatkan minuman dan sarapan, setelah selesai Lisa membangunkan Aldo.


"Kamu dari mana?" tanya Aldo, sedikit membentak Lisa.


"Aku tidur di rumah mamah, Do!" jawab Lisa.


"Kenapa tidak menghubungi ku atau setidaknya kasih tau!" bentak Aldo.


"Karena sudah malam! aku mau pulang ke rumah nenek takut!" jelas Lisa.


"Kesini kan bisa! kamu juga bawa kuncinya kan!" ucap Aldo.


"Aku sampai tidak kepikiran, Do! maafkan aku!" kata Lisa.


Aldo masuk ke dalam kamarnya, dia bersiap-siap akan pergi ke kantor. Sedangkan Lisa masih merasa bersalah, dia menyesali perbuatannya.


"Aku nanti pulang malam! tidak usah masak!" ucap Aldo, lalu keluar dari rumahnya.


Lisa hanya diam menatap kepergian Aldo, setelah Aldo pergi dia membersihkan diri lalu tidur.


***


Mira sedang sarapan pagi bersama Lian, hari ini dia berencana untuk membuka toko bunganya kembali.


"Lian, aku mau ke toko bunga boleh, ya?" izin Mira.


"Habiskan sarapan kamu! terus siap-siap kita berangkat bareng!" ucap Lian.


"Terimakasih sayang!" ucap Mira, berdiri dari duduknya lalu mencium suaminya dan pergi ke kamar untuk bersiap-siap.


Lian tersenyum melihat tingkah istrinya, dia tau Mira sangat senang di izinkan untuk ke toko lagi. Mungkin kalau dia di rumah terus merasa bosan, jadi Lian mengizinkan istrinya.


"Ayo, kita berangkat Lian!" ajak Mira, dia sudah tidak sabar melihat keindahan bunga-bunga di tokonya.

__ADS_1


Mereka berdua akhirnya sampai juga di toko bunga, Mira mulai merapikan bunga-bunganya.


"Mira, aku berangkat dulu ya!" pamit Lian, mencium kening istrinya.


"Iya, kamu hati-hati! jangan lupa makan, nanti aku tidak bisa datang bawakan makanan!" ucap Mira sambil tersenyum.


"Kamu jangan khawatir!" kata Lian, lalu meninggalkan Mira sendiri di toko.


Tiga puluh menit setelah Lian pergi, tiba-tiba Aldo datang ke toko Mira, dia beralaskan untuk membeli bunga yang paling bagus dan menarik untuk hadiah ulang tahun.


"Mira!" sapa Aldo.


"Aldo! ngapain kamu kesini?" tanya Mira.


"Aku mau beli bunga!" ucap Aldo.


"Bunga yang mana?" tanya Mira lagi.


"Tolong kamu pilihkan satu buket bunga, yang paling bagus dan menarik di toko ini!" kata Aldo, duduk di ruang tunggu toko.


"Untuk acara apa?" tanya Mira, sambil memilihkan bunga untuk Aldo.


"Ulang tahun!" jawab Aldo, singkat.


"Aku pilihkan dulu," ucap Mira.


"Mira, apa kamu benar-benar sudah melupakan aku?" tanya Aldo, sambil menatap Mira.


"Mira, kamu tidak pernah mengerti perasaan ku!" ucap Aldo.


"Aldo, ini bunganya!" memberikan satu buket bunga ke Aldo.


"Yang lain ada lagi tidak?" tanya Aldo, sengaja berlama-lama memilih bunga.


"Tidak ada! cari saja di toko lain!" ketus Mira.


"Saat ini aku masih tersiksa dengan perasaan ku sendiri! tolong jangan pernah lupakan aku, Mira!" ucap Aldo, memberikan uang kepada Mira lalu pergi membawa bunganya tadi.


"Do! ini kelebihan!" teriak Mira.


"Ambil saja!" ucap Aldo, pergi meninggalkan Mira yang masih mematung.


Mira menangis teringat ucapan Aldo, dia merasa bersalah tetapi juga sakit di hatinya. Suara dering telepon membuyarkan lamunannya lalu Mira menghapus air matanya dan mengangkat telepon.


Ternyata yang menelepon adalah pelanggan toko Mira, dia memesan banyak bunga dan akan di ambil nanti sore. Mira kebingungan karena Susi belum datang juga ke toko.


Mira mengerjakan semua pesanan itu sendiri, sampai saat ini belum juga terselesaikan. Sampai dia lupa waktu makan.


"Mira, maaf aku baru datang!" ucap Susi.


"Susi, untung kamu segera datang!" kata Mira.

__ADS_1


"Ada apa, Mira?" tanya Susi.


"Pesanan kita banyak hari ini! ayo cepat bantu aku!" kata Mira.


"Alhamdulillah, ayo kita kerjakan!" kata Susi.


Tak terasa waktu sudah hampir sore, pesanan mereka sudah di ambil oleh pemiliknya.


"Mira, kamu pucat begitu kenapa?" tanya Susi.


"Aku tidak apa-apa," jawab Mira, tersenyum ke arah Susi.


"Kamu sakit, ya?" tanya Susi lagi.


"Tidak!" jawab Mira singkat.


Susi mengambilkan air minum untuk Mira, dia khawatir dengan keadaan Mira yang tiba-tiba pucat.


"Mira, kamu sudah makan belum?" tanya Susi.


"Aku lupa, Sus!" kata Mira, masih merapikan bunga.


"Ayo kita makan dulu! nanti kamu sakit kalau tidak makan!" ucap Susi.


Mira menerima ajakan Susi untuk makan, kebetulan tadi Susi membawa bekal dari rumah. Dia tadi juga tidak sempat untuk makan siang.


"Mira, tadi pagi aku di suruh mengantar perhiasan di rumah Aldo!" ucap Susi, walaupun Susi sudah tidak berkerja di toko perhiasan tetapi, bosnya masih sering menyuruh untuk mengantarkan barang.


"Kenapa tidak mampir?" tanya Mira.


"Mampir! emang rumah kamu dekat dengan rumah Aldo?" tanya Susi.


"Dia tetangga baru ku sekarang!" jawab Mira.


"Rumah nenek Aldo, Mira!" jelas Susi.


"Oh... jadi kamu tadi mengantarkan perhiasan ke rumah nenek Aldo?" ucap Mira.


"Nah... iya, Mira! tante Clara yang pesan!" kata Susi.


Mira dan Susi melanjutkan pekerjaannya, setelah selesai mereka menutup toko bunga.


Lian sampai saat ini belum juga menjemput Mira, terpaksa dia pulang sendiri bareng dengan Susi.


Bersambung ❤🤍


Terimakasih sudah membaca dan mendukung ❤🤍


Dirgahayu Republik Indonesia. Pada HUT ke-77 RI ini semoga Indonesia bisa menjadi negara maRItim yang maju, makmur, dan adil untuk seluruh rakyatnya.🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩


Aamiin 🤲🤲🤲

__ADS_1


...❤🤍🇮🇩❤🤍🇮🇩❤🤍🇮🇩❤🤍...


__ADS_2