Mira

Mira
Bab 83


__ADS_3

"Kalian tadi kemana saja? kenapa lama sekali?" tanya Lian, sembari menatap istrinya yang duduk di depannya.


"Tadi macet di jalan, angkotnya gak bisa lewat," jawab Mira.


"Lain kali naik taksi aja, kan lebih cepat," ucap Lian.


"Mahal Lian, mending duitnya buat di tabung," sahut Susi.


Lian heran dengan Susi dan Mira yang masih saja perhitungan, padahal selisih juga tidak banyak.


"Susi, calon suami kamu uangnya banyak. Jangan pelit kenapa," ucap Lian.


"Sayang, kita hemat namanya bukan pelit," ucap Mira.


"Apalagi kamu, tiap di kasih uang gak pernah di pakai," ucap Lian.


"Yang penting kita sampai di sini, udah jangan di bahas lagi," kata Mira. Aku sudah lapar ini, sayang," Lanjutnya.


"Tio tadi sudah keluar untuk beli, kalian tunggu saja," ucap Lian, lalu ke meja kerjanya melanjutkan pekerjaannya.


Sambil menunggu Tio datang Mira dan Susi membaca buku yang berada di rak buku ruangan Lian.


"Mira, buku ini boleh di bawa pulang tidak?" tanya Susi.


"Aku tidak tau, tanya saja sama Lian," jawab Mira.


Susi melihat ke arah Lian yang sepertinya sangat sibuk dengan berkas bertumpuk di meja kerjanya, dia mengurungkan niatnya untuk bertanya.


"Nanti saja," ucap Susi.


Mira mendekati Lian dan bertanya dengan pelan, Lian memperbolehkan buku itu di bawa pulang, dia juga berpesan jangan sampai hilang buku yang di bawa.


"Boleh kok di bawa pulang, asal jangan sampai hilang," ucap Mira, memberitahu Susi.


"Aku pinjam satu, buat di baca kalau tidak bisa tidur," kata Susi.


Terdengar ketukan pintu, ternyata Tio yang datang membawa berapa box makanan.


"Akhirnya Tio datang juga," ucap Mira, menghentikan aktivitasnya lalu duduk.


"Kalian berdua bikin orang lapar saja," omel Tio.


"Kok kita yang di salahkan," ucap Susi.

__ADS_1


"Iya, gara-gara kelamaan nunggu kalian. Kita gak jadi makan," ucap Tio.


"Kenapa tadi tidak makan dulu? kita juga masih dalam perjalanan," sahut Mira.


"Ayo kita makan! udah jangan ribut lagi," kata Lian, bergabung dengan Mira, Susi dan Tio untuk makan bersama.


Setelah selesai makan Mira dan Susi berpamitan untuk pulang, karena kalau menunggu mereka kerja yang ada Lian dan Tio tidak bisa fokus dengan pekerjaannya.


Lian meminta sopir kantornya untuk mengantar Mira dan Susi pulang ke rumah, dia khawatir di jalan macet lagi.


🌾🌾🌾


Mamah Lisa datang lagi ke rumah Lisa, karena sudah beberapa hari Lisa tidak datang ke rumahnya.


"Lisa, apa papah kamu pernah datang kesini?" tanya mamah Lisa.


"Tidak, mah. Papah tidak pernah menemui Lisa," jawab Lisa.


"Kenapa dia tega sekali, pasti ada yang di sembunyikan," ucap mamah Lisa.


Padahal papah Lisa sering ke kantor Aldo tanpa sepengetahuan Lisa dan mamahnya, dia tinggal di apartemen dekat dengan kantornya.


Semua di sengaja untuk melihat perubahan mamah Lisa, sejak kejadian mereka bertengkar dia sama sekali tidak pernah berpergian yang tidak penting.


"Mah, lebih baik kalian balikan saja. Lisa sudah besar rasanya malu punya keluarga berantakan," ucap Lisa.


Lisa bingung harus berbuat apa, karena keduanya sama keras kepala. Dulu papah Lisa sangat nurut dengan mamahnya, sampai berbuat jahat kepada orang pun dia lakukan demi keluarganya utuh dan bahagia. Tapi sekarang dia sudah sadar kalau tindakannya tidak menguntungkan sama sekali, justru keluarga mereka sering berantem karena masalah sepele.


Kemudian Lisa mencoba menghubungi papahnya lewat telepon genggam, dia berbicara dengan pelan. Membujuk papahnya memang sangat sulit dilakukan, Lisa meminta agar papahnya kembali ke rumah. Tetapi papah Lisa menolak, dia bilang masih butuh waktu untuk memikirkan semua.


"Mah, papah tidak mau pulang," ucap Lisa.


"Biarkan saja, mamah ikuti saja mau dia," ucap mamahnya.


"Maksudnya apa, mah?" tanya Lisa.


"Besok mamah datang ke kantornya, biar dia segera urus perceraian," jelas mamahnya.


"Kenapa jadi seperti ini, Lisa tidak mau," ucap Lisa.


"Makanya kamu usaha Lisa," ucap mamahnya.


Lisa segera mengambil tas yang berada di kamarnya, dia hendak pergi untuk menemui papahnya. Mamah Lisa mengikuti Lisa pergi.

__ADS_1


Di kantor Lisa langsung masuk ke ruang kerja papahnya, karena semua karyawannya sudah mengenal Lisa.


"Lisa, kamu kesini!" papah Lisa kaget melihat kedatangan Lisa saat ini.


"Iya, Lisa ingin bicara sebentar," ucap Lisa.


Papah Lisa mengajak Lisa duduk dan mereka membicarakan permasalahan keluarga itu.


Lisa memohon lagi kepada papahnya agar mau pulang ke rumah, tetapi papahnya masih ingin melihat perubahan mamahnya.


"Lisa, kamu jangan sedih! papah hanya ingin melihat mamah kamu berubah," ucap papah Lisa.


"Tapi, pa!" ucap Lisa.


"Suatu saat nanti papah pasti pulang ke rumah, kamu tenang saja," ucap papah Lisa.


Tiba-tiba mamah Lisa masuk begitu saja ke ruangan itu.


"Mamah!" kaget Lisa.


"Mamah ikuti kamu Lisa, ternyata kamu kesini," ucap mamah Lisa.


Papah Lisa hanya diam, dia tidak menyambut kedatangan istrinya. Bahkan dia terlihat sangat cuek, walaupun hanya pura-pura. Semua ini dia lakukan demi kebaikan keluarga mereka nanti.


"Pa, mumpung ada mamah juga sekarang kalian bicarakan baik-baik," ucap Lisa.


"Semua tergantung mamah kamu Lisa, dia mau berubah atau tidak," jelas papahnya.


"Berubah bagaimana? mamah sudah berusaha tidak mengganggu Mira lagi," ucap mamah Lisa.


"Aku hanya ingin keluarga kita tetap utuh, tapi mamah jangan pernah ganggu Mira lagi," jelas papah Lisa.


"Iya, kalau itu mau papah. Mamah janji tidak akan menggangu Mira lagi asal papah pulang ya," ucap mamah Lisa.


Papah Lisa masih terdiam, dia sebenarnya masih ragu dengan ucapan istrinya tetapi dia tidak tega dengan Lisa. Apalagi dia punya menantu seperti Aldo, dia takut mempermalukan keluarga besarnya.


"Pa, bagaimana papah mau pulang ke rumah lagi kan?" tanya Lisa.


"Lisa, semua ini papah lakukan demi kamu. Kalau sampai mamah kamu mengulangi lagi papah tidak bisa memaafkan," terang papah Lisa.


Lisa tersenyum, lalu memeluk papahnya. Dia mengucapkan terimakasih karena papahnya mau kembali ke rumah.


Mamah Lisa juga sangat senang, sekarang dia tidak perlu repot-repot memikirkan biaya hidup lagi karena suaminya sudah kembali.

__ADS_1


Mereka bertiga lalu pulang ke rumah bersama-sama, Lisa juga memberi tau Aldo kalau papahnya sudah mau pulang ke rumah lagi.


Karena sudah tidak ada asisten rumah tangga, mamah Lisa memasak sendiri untuk makan malam. Lisa juga membantu mamahnya, selama di tinggal suaminya dia lepas dari kemewahan. Secara diam-diam dia selama ini meminta uang pada Lisa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Aldo juga tidak mengetahui hal ini, karena dia hanya asal transfer uang bulanan untuk Lisa.


__ADS_2