Mira

Mira
Bab 47


__ADS_3

Sampai saat ini keadaan Ayah Mira masih terbaring lemah di rumah sakit. Mira dan Lian di bantu Susi bergantian menjaga Ayahnya.


"Sayang, kamu ajak Susi pulang, biar aku yang jaga Ayah," ucap Lian.


"Aku hari ini ingin bersama Ayah, Lian, tolong jangan suruh aku pulang," Mira perasaannya semakin tidak enak, dia selalu ingin berada di dekat Ayahnya.


"Kalau kamu lelah bilang, ya?" kata Lian, sembari menepuk pundak Mira.


"Susi, kamu pulang saja! istirahat dulu!" ucap Mira.


"Iya, aku pulang dulu sekalian menyiapkan makanan buat kita," kata Susi.


Mira sangat berterimakasih kepada Susi, dia selalu menemani saat suka maupun duka. Susi sudah seperti saudara bagi Mira.


Susi pulang ke rumah Ayah Mira yang berada di kota itu, lalu dia memasak untuk makan siang buat Mira dan Lian.


"Lian, kenapa Ayah belum sadar?" tanya Mira, tak kuasa menahan air matanya melihat kondisi Ayahnya yang terbaring lemah.


"Kita doa kan saja, semoga Ayah cepat sadar dan pulih kembali!" jawab Lian, sambil memeluk Mira.


"Aku boleh minta satu permintaan tidak?" tanya Mira.


"Katakan, sayang? kamu mau apa?" ucap Lian.


"Kalau Ayah sudah sadar dan sembuh, kita tinggal di rumah Ayah, aku ingin menjaga Ayah..." ucap Mira lirih.


"Iya, kita tinggal lagi di rumah Ayah," kata Lian.


Dokter memanggil Lian dan Mira untuk ke ruangannya, dokter memberitahukan kalau penyakit Ayah Mira sudah semakin parah, kemungkinan untuk sembuh juga tipis. Mendengar semua itu membuat hati Mira semakin hancur, harapan untuk tinggal bersama Ayahnya hancur seketika. Lian juga tak kalah sedihnya, bagi Lian Ayah Mira sudah seperti orang tuanya sendiri. Dia yang merawat Lian, memberinya pendidikan dan juga mengajarinya untuk berbisnis sehingga membuat dia berhasil seperti saat ini.


Mira benar-benar takut kehilangan Ayahnya, belum sempat dia memberi kebahagiaan buat Ayahnya. Dia harus mendapati Ayahnya dalam keadaan sakit tak berdaya.


Lian menyuruh Mira untuk pulang terlebih dahulu agar bisa istirahat, tetapi Mira menolak dia tetap ingin menjaga Ayahnya.


####


Lisa hari ini di belikan sebuah mobil baru oleh Nenek Aldo, dia sangat senang bahkan langsung pergi ke tempat Mamahnya.


"Mamah!" teriak Lisa, saat berada di rumah mamahnya.


"Ada apa? teriak-teriak," ucap mamah Lisa, keluar dari dalam rumah.


"Lihat, mah! nenek membelikan aku mobil baru," kata Lisa, sambil menunjukkan mobil itu kepada mamahnya.


"Pintar juga kamu," puji mamah Lisa.


"Iya, dong? siapa dulu?" ucap Lisa.


"Aldo sudah tau?" tanya mamah Lisa.

__ADS_1


"Tidaklah, pasti gak boleh kalau Aldo tau," jelas Lisa.


"Kenapa tidak boleh? kamu juga cucu nenek sekarang," kata mamah Lisa.


"Tapi, nenek Aldo minta cicit terus," keluh Lisa.


"Itu urusan kamu," ucap mamah Lisa, sembari mengoleskan bedak ke wajahnya.


"Mamah, kasih solusi dong," ucap Lisa.


"Mamah mau arisan, pinjam mobilnya sebentar biar mamah pamerin ke teman mamah," ucap Mamah Lisa.


"Awas ya, mah! kalau ada lecet!" kata Lisa.


Lisa masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat, sementara mobilnya di pakai mamahnya untuk pergi Arisan.


Entah kebetulan atau sial buat mamah Lisa, di tempat arisan dia bertemu dengan mamah Aldo yang juga merupakan anggota arisan juga.


"Eh... ada jeng Clara," sapa Ane mamah Lisa.


"Iya, kenapa? kaget?" tanya Clara.


"Tidak, justru saya senang kita bisa bertemu disini," ucap Ane.


"Oh... aku kira kaget, soalnya saya lihat tadi anda mau menghindar," sinis Clara.


"Tidaklah jeng, masa ketemu besan menghindar," ucap Ane, sebenarnya dia kesal dengan Clara.


"Iya, kita besan," jawab Ane.


"Terpaksa," ceplos Clara, membuat Ane melotot ke arahnya.


Kemudian Ane pergi mengunjungi teman lainnya, sambil memamerkan kalau punya mobil baru. Clara mendengar dia curiga kalau maminya jadi membelikan mobil untuk Lisa. Clara menelpon Aldo untuk menanyakan hal itu, tetapi Aldo tidak tau.


Clara pulang ke rumah maminya setelah arisan selesai, dia ingin menanyakan pada maminya.


"Clara, tumben kamu pulang?" sapa maminya.


"Mami, tidak suka kalau Clara pulang?" tanya Clara.


"Bukan begitu, biasanya kamu kalau ngambek lama," ucap Nenek Aldo.


"Mam, Clara mau tanya? apa mami beliin mobil buat Lisa?" tanya Clara.


"Iya, kenapa? kamu pingin juga?" kata nenek Aldo.


"Mam, kenapa mami beliin dia mobil?" protes Clara.


"Lisa juga cucuku dia istri Aldo, menantu kamu juga salahnya di mana?" kata Nenek.

__ADS_1


"Mam, dia itu hanya mau harta mami," ucap Clara.


"Tidak, Clara! hanya cicit ku yang akan mewarisi semua harta mami!" kata Nenek, dia tidak mau menerima masukan dari siapapun.


"Terserah, mami," ucap Clara, lalu pergi lagi meninggalkan rumah maminya.


Saat keluar dari rumah dia bertemu dengan Aldo yang baru saja datang.


"Aldo, kamu kesini?" tanya Clara.


"Iya, mah, Aldo harus bicara sama nenek," ucap Aldo.


"Kasih tau nenek, kamu! jangan terlalu memanjakan Lisa!" kata Clara, lalu meneruskan langkah nya.


Aldo mengacak rambutnya, dia pusing melihat keluarganya yang selalu saja ada masalah. Setelah menikah dia rasa masalah malah makin bertambah, itu semua pasti berhubungan dengan istrinya.


"Nenek," panggil Aldo.


"Aldo, ada apa? kamu juga mau protes seperti mamah kamu?" tanya nenek.


"Tidak, kalau nenek terus menuruti kemauan Lisa, Aldo akan ceraikan Lisa," terang Aldo.


"Maksud kamu apa, Do? main cerai saja," ucap Nenek.


"Nek, Aldo menikah dengan Lisa karena menuruti kemauan nenek, sekarang Aldo minta nenek jangan turuti kemauan Lisa!" ucap Aldo.


"Aldo, nenek hanya memberi untuk cucu nenek, apa itu salah?" tanya Nenek.


"Salah, nek! nenek tidak tau betul siapa Lisa," kata Aldo.


Nenek masih ngotot membela Lisa dan akan membelikan rumah yang lebih besar kalau Lisa bisa memberikan cicit. Aldo sudah putus asa memberitahu neneknya.


Aldo lalu kembali ke rumah, dia mendapati Lisa sedang menyiapkan makanan.


"Do, kamu sudah pulang? ayo makan dulu!" ajak Lisa.


"Aku mau mandi dulu," tolak Aldo.


Dalam hati Lisa bertanya-tanya kenapa sikap Aldo berubah, tidak biasanya begitu. Lisa masuk ke dalam kamar Aldo.


"Kalau masuk biasakan ketuk pintu dulu!" ucap Aldo.


"Aldo, kamu kenapa?" tanya Lisa.


"Aku mau istirahat! tolong keluar Lisa!" Aldo mengusir Lisa.


Lisa keluar dari kamar Aldo, dia kesal dengan suaminya itu karena di usir.


Tak lama kemudian dia kembali mengetuk pintu kamar Aldo, Lisa berpamitan untuk pergi ke tempat temannya.

__ADS_1


Hal seperti ini yang di khawatirkan oleh Aldo, kalau dia di belikan mobil. Dengan terpaksa Aldo mengizinkan istrinya itu pergi, selain sudah capek dia juga tidak mau bertengkar.


Bersambung........


__ADS_2