Mira

Mira
Bab 62


__ADS_3

Halo jumpa lagi semua🤗


Bagaimana kabar hari ini? semoga tetap semangat menjalani hari senin yang tentunya padat dengan aktivitas 🥰🥰


Happy Reading 📖


🍓🍓🍓


Mira dan Susi hari ini mulai membuka kembali cafe yang ada di taman bunga. Suasana di cafe sangat sepi karena kejadian kemarin, hanya ada beberapa orang yang makan di sana. Mereka sudah cocok dengan makanan yang di sajikan oleh Mira dan Susi.


"Mbak, kemarin gimana ceritanya kok ada kecoa di makanan? saya hampir makan setiap hari di sini aman-aman saja," tanya salah satu seorang pelanggan.


"Waktu itu ada yang sengaja taruh di piring mbak, kita juga punya rekaman cctv," jelas Mira.


"Syukurlah kalau ada bukti, nanti saya kasih tau teman-teman yang biasa makan di sini," ucap pelanggan itu.


"Terimakasih banyak mbak, ini silahkan dinikmati," ucap Mira, sembari menaruh pesanan pelanggan tadi, dia lalu kembali ke belakang untuk memasak lagi.


Siang harinya pengunjung cafe sudah lumayan banyak, karyawan kembali sibuk dengan pekerjaan masing-masing.



Kurang lebih seperti ini gambaran cafe yang di kelola oleh Mira dan Susi. Anggap saja disebelahnya ada sebuah taman bunga yang sangat indah.


Pasti pengunjung sangat betah, karena disuguhi pemandangan bunga yang bermekaran setiap hari. Walaupun cafe itu sederhana tetapi mempunyai kesan tersendiri buat Mira, salah satu peninggalan sang Ayah.


"Mira, cafe mulai rame lagi," ucap Susi, dia sangat senang cafe kembali seperti biasanya.


"Alhamdulillah, ini semua karena pengunjung yang tadi datang ke sini," kata Mira, sambil mengaduk masakannya.


Tak lama kemudian terdengar suara teriak orang dari luar, membuat para pengunjung menghentikan makannya. Mira dan Susi sangat panik, lalu mereka keluar menemui orang itu yang ternyata adalah mamah Lisa.


"Kalian tau tidak? kemarin ada yang beli makanan di sini ada kecoa!" teriak mamah Lisa, saat berbicara dengan temannya.


"Tidak jadi aja kalau begitu," ucap teman mamah Lisa.


"Tante, tolong jangan fitnah cafe kita," ucap Mira, dia langsung keluar saat mendengar kegaduhan itu.


"Fitnah bagaimana? ini ada bukti!" ucap mamah Lisa, dia memperlihatkan video yang ada di telepon genggamnya.

__ADS_1


"Kita juga punya bukti, tante! saat orang yang ada di video itu menaruh kecoa di makanan yang baru kita sajikan," jelas Mira, lalu dia menyalakan layar tv yang ada di cafe berupa rekaman cctv.


"Sekarang tante buka mata! lihat rekaman cctv itu dengan baik!" sahut Susi.


Mamah Lisa terkejut saat melihat rekaman itu, lalu dia pergi begitu saja meninggalkan cafe. Dia malu sudah menjadi pusat perhatian banyak orang.


"Maaf semua atas kejadian tadi, silahkan menikmati makanan kembali," ucap Mira, pada semua pelanggan yang makan di cafe.


Semua orang kembali lagi seperti semula, mereka menikmati makanannya kembali. Mira dan Susi juga kembali melanjutkan masaknya.


####


Mamah Lisa pergi ke rumah Lisa, dia mengadu pada Lisa. Sebelum masuk ke dalam rumah Lisa, dia sempat menghancurkan pot bunga yang berada di depan rumah Mira.


"Lisa!" teriak mamahnya.


"Iya, ada apa mah?" tanya Lisa, membuka pintu untuk mamahnya.


Mamah Lisa menceritakan kejadian di cafe Mira, tetapi Lisa sama sekali tidak membela mamahnya, dia justru memarahinya.


"Mah, sudah jangan ganggu Mira lagi!" bentak Lisa, dia terpaksa membentak mamahnya.


"Lisa malu, mah! Mira tidak pernah membalas atau menyakiti Lisa, dia justru sangat baik pada Lisa," jelas Lisa, saking kesal dengan mamahnya.


"Malu? kamu bilang!" ucap mamah Lisa.


"Lebih baik mamah pulang! kalau kesini hanya bikin pusing!" ucap Lisa mengusir mamahnya.


"Kurang ajar kamu, sama orang tua!" marah mamah Lisa, lalu pergi dari rumah Lisa.


Lisa menangis karena ucapan mamahnya, dia menyesal karena malu mempunyai mamah yang jahat. Setiap hari ada saja ulahnya untuk berbuat jahat kepada orang.


Aldo pulang ke rumah, dia melihat rumah Mira banyak pot berserakan. Dia berfikir kalau Mira dan Lian habis bertengkar, lalu Aldo masuk ke dalam rumah. Saat di ruang tengah dia mendapati istrinya sedang menangis.


"Lisa, kamu kenapa?" tanya Aldo, lalu mendudukkan diri di sebelah istrinya.


"Mamah dia membuat keributan di cafe Mira lagi... " ucap Lisa lirih.


"Memalukan sekali mamah, kamu," ucap Aldo, ikut kesal dengan mertuanya.

__ADS_1


"Maafkan mamah yang sudah membuat malu, Do," ucap Lisa.


"Sudah Lisa, biarkan kalau ada apa-apa mamah sendiri yang menanggung akibatnya," ucap Aldo, lalu menghapus air mata Lisa dan memeluknya.


Lisa kemudian menyiapkan makan untuk suaminya, lalu mengajaknya untuk makan.


###


Mira dan Lian kaget saat sampai di depan rumah, melihat tanah dan pot yang berserakan. Bunga- bunga kesayangan Mira hancur semua.


"Lian, kenapa rumah kita bisa berantakan seperti ini?" ucap Mira, sambil membereskan pecahan pot.


"Sayang, mungkin ada kucing lewat yang tidak sengaja menjatuhkan pot," ucap Lian, dia ikut membantu membereskannya.


"Kucing tidak akan kuat menjatuhkan pot sebesar ini, Lian," ucap Mira.


"Ayo kita masuk! biar besok orang taman suruh ke rumah buat ganti bunganya!" kata Lian, sambil membuka pintu rumah. Mira lalu mengikuti suaminya, karena dia juga sudah merasa lelah setelah beraktivitas seharian.


Lisa memberanikan diri untuk datang ke rumah Mira, dia menjelaskan apa yang sudah dilakukan oleh mamahnya. Dia juga meminta maaf kepada Mira dan Lian atas kesalahan yang telah di perbuat mamahnya.


"Mamah kamu tega, Lisa! sebenarnya apa kesalahan istri saya?" tanya Lian pada Lisa, sedikit emosi.


"Aku tidak tau, aku juga sangat malu atas kejadian ini," kata Lisa, menatap ke arah Mira.


"Kita juga tidak pernah mengusik atau mengganggu keluarga kalian, bilang sama mamah kamu jangan ganggu kita lagi!" kata Lian.


"Mungkin tante Anne masih membenci ku, sehingga dia nekad berbuat seperti itu," sahut Mira.


Lisa tiba-tiba memeluk Mira, lalu dia meminta maaf lagi. Dia juga bilang kalau mamahnya berbuat jahat lagi, suruh melaporkan ke pihak berwajib.


Sebenarnya Lian sudah tau kalau yang menaruh kecoa di makanan adalah teman mamah Lisa, dia melihat dari cctv di tempat parkir cafe kalau yang mengantarkan orang itu adalah mamah Lisa. Dia sengaja diam dan tidak menceritakan ke orang karena masih tidak enak dengan Lisa.


Lian juga belum percaya sepenuhnya dengan Lisa, karena sifatnya yang kadang bisa berbuat baik kadang jahat seperti mamahnya. Mira juga di larang terlalu dekat dengan Lisa, karena Lian tidak mau Mira disakiti lagi oleh keluarga Lisa.


Bersambung...


Sampai jumpa lagi besok🤗


Terimakasih buat yang sudah membaca dan mendukung, semoga di beri kesehatan selalu Aamiin🤲

__ADS_1


...❤❤❤❤❤...


__ADS_2