Mira

Mira
Bab 58


__ADS_3

Halo semua 🤗


Happy Reading 🥰🥰


Seminggu sudah berlalu, Lian mengajak Mira untuk liburan ke rumah Susi yang berada di kampung dekat pantai. Mereka berangkat berempat bersama Susi dan Tio. Perjalanan yang cukup jauh mereka tempuh dengan menggunakan mobil.


"Masih jauh tidak, Susi?" tanya Lian, yang sedang melajukan kendaraannya.


"Lumayan jauh, aku gantiin kalau capek, Lian," ucap Tio.


"Nanti saja setelah kita makan siang," ucap Lian.


"Aku belum lapar, tidak usah berhenti," kata Susi.


"Perutku sudah minta isi, Susi," sahut Mira.


"Kita semua harus makan," ucap Lian.


"Di depan ada resto enak, kita makan di sana saja!" ajak Tio.


"Tidak, di sana mahal," kata Susi.


"Susi, kita tinggal makan yang bayar mereka," ucap Mira.


"Mahal banget, sayang duit buat beli makanan mahal," jelas Susi.


"Susi, itu murah di banding tempat lain," sahut Tio, sembari tersenyum.


Lian lalu memberhentikan mobilnya di depan resto itu, mereka turun dari mobil, lalu masuk ke dalam resto mencari meja kosong.


"Sayang, kamu mau makan apa?" tanya Lian.


"Ini saja, kayaknya enak," Mira menunjukan makanan yang di pilih.


"Susi, ayo pilih!" ucap Lian, sembari menyodorkan daftar menu.


"Kalian boros sekali, makanan mahal di beli," gerutu Susi.


"Samain aja, sama punya kita," sahut Mira.


"Susi sama punyaku saja," ucap Tio.


"Jangan!" teriak Susi, dia tau kalau Tio selalu memilih makanan yang menurut dia mahal.


"Ribet kalian," ucap Lian, lalu menulis menu yang di pilih Tio dan Mira.


"Cepat kaya kalau punya istri seperti Susi," kata Tio.


"Gimana tidak kaya, pasti dia masak terus," sahut Mira.


"Kita harus perhitungan, kalau tidak mana bisa nabung," jelas Susi.

__ADS_1


"Itu pelit, bukan perhitungan," kata Tio.


"Iya, kalau ada uang," ucap Susi.


Lian heran dengan teman istrinya itu, selain perhitungan dia juga pintar menabung. Setiap bulan dia juga menyisakan uang buat keluarga di kampung. Susi dari dulu selalu menolak jika di ajak makan di tempat yang menurut dia mahal. Setelah selesai makan siang mereka melanjutkan perjalanan yang lumayan masih jauh, mereka akan ke rumah Susi dulu lalu ke pantai.


****


Aldo saat ini pusing dengan pekerjaan yang menumpuk, belum lagi masalah proyek yang belum di kerjakan. Sandra selalu menghubungi dia untuk segera menjalankan proyek itu, tetapi sekarang Lian pergi dia harus mengerjakan sendiri dulu.


"Pak, ada bu Sandra di depan," ucap Lina.


"Suruh tinggalkan pesan saja," kata Aldo, yang masih fokus dengan pekerjaannya.


"Baik pak," ucap Lina, lalu keluar dari ruangan Aldo dan menemui Sandra.


"Bagaimana Aldo bisa di temui tidak?" tanya Sandra, ketika melihat Lina keluar dari ruangan Aldo.


"Maaf, silahkan tinggalkan pesan, bu!" ucap Lina.


"Apa? ini masalah pekerjaan, bagaimana bisa lewat pesan!" kesal Sandra.


"Bapak tadi bilang begitu, bu," ucap Lina.


Sandra lalu pergi meninggalkan kantor Aldo, dia kesal dengan perlakuan Aldo yang menolak bertemu dengannya.


Lisa juga datang ke kantor Aldo, dia membawakan bekal makan siang untuk Aldo. Kali ini Aldo memperbolehkan Lisa untuk masuk ke ruangannya, karena dia juga tidak sempat untuk makan siang di luar.


"Kebetulan kamu datang, aku tidak sempat makan di luar," ucap Aldo, masih fokus dengan pekerjaannya.


"Sebentar, ada yang harus diselesaikan," kata Aldo.


"Do, ini sudah aku siapkan," kata Lisa, sembari membuka bekal yang dia bawa.


"Iya, sebentar," ucap Aldo, Lisa kesal yang hanya di jawab sebentar tapi Aldo tak kunjung menghentikan pekerjaannya, lalu dia berjalan ke arah Aldo dan menyuapi Aldo.


"Ini makan dulu," ucap Lisa, menyuapkan nasi ke mulut Aldo.


"Enak masakan kamu," puji Aldo, baru ini Aldo memuji masakan Lisa.


"Kamu suka?" tanya Lisa.


"Iya, aku suka masakan kamu," ucap Aldo.


Lisa mengambilkan minum buat Aldo, setelah selesai menyuapinya.


"Aldo, lebih baik aku pulang saja," pamit Lisa.


"Kamu tidak mau menemani suamimu berkerja?" tanya Aldo.


"Aku justru takut mengganggu kamu, Do," ucap Lisa.

__ADS_1


"Lisa, aku ingin kita memulai hidup baru," kata Aldo, lalu mendekat ke arah Lisa dan memeluk wanita yang berstatus istri kontraknya.


"Tetapi, aku masih ragu," ucap Lisa, membalas pelukan Aldo.


"Ragu kenapa?" tanya Aldo.


"Kamu berubah pikiran... " ucap Lisa lirih.


Aldo lalu menjelaskan panjang lebar soal perasaannya saat ini, dia juga meminta Lisa agar tidak keluar dengan teman-temannya yang gak jelas. Lisa juga berjanji pada Aldo tidak akan mengulangi lagi, apa yang membuat Aldo marah. Lisa akhirnya mau menemani Aldo untuk berkerja, walaupun dia hanya menjadi penonton di ruangan Aldo. Lisa sampai tertidur menunggu Aldo yang tak kunjung selesai dengan pekerjaannya.


"Lisa... Lisa... ayo kita pulang!" ucap Aldo, membangunkan Lisa.


"Ini jam berapa? aku masih ngantuk," ucap Lisa, dengan suara khas bangun tidur.


"Sudah malam, ayo kita pulang!" ajak Aldo, Lisa lalu mengucek matanya dan segera bangun dari tidurnya.


Mereka lalu pulang karena waktu sudah menunjukkan jam sepuluh malam, pekerjaan Aldo untuk hari ini juga sudah selesai, tinggal masalah Sandra yang masih belum dia selesaikan.


***


Saat ini Mira, Lian, Susi dan Tio sudah sampai di rumah Susi, mereka di sambut oleh orang tua Susi dan adiknya. Keluarga Susi sangat baik, mereka juga sangat senang jika ada teman Susi yang mau berkunjung ke rumah.


"Ibu, Mira kangen sama ibu," ucap Mira, sambil memeluk ibu Susi.


"Nak, kamu sudah menikah?" tanya ibu Susi.


"Sudah bu," jawab Mira.


"Maafkan ibu, tidak bisa datang ke acara pernikahan kamu," kata Ibu Susi.


"Yang penting doanya, bu," ucap Mira.


Sementara Ayah Susi sedang mengobrol dengan Lian dan Tio, Leny sedang di dapur untuk membuatkan minuman. Karena waktu sudah malam mereka berpamitan untuk mencari penginapan, tidak memungkinkan mereka semua menginap di rumah Susi.


Mereka akan menginap di pinggir pantai, setelah mendapat penginapan mereka jalan-jalan terlebih dahulu menyusuri sepanjang pantai. Suasana di malam hari pantai itu masih ramai, banyak wisatawan juga yang sedang berlibur.


"Susi, kita satu kamar saja," ucap Mira.


"Tidak bisa," sahut Lian.


"Aku sendiri saja," ucap Susi.


"Sayang, kamu kan bisa tidur sama Tio," ucap Mira.


"Aku juga tidak mau tidur bareng Lian," kata Tio.


"Tio tidak mau, sayang," ucap Lian.


" Kalian mau tidur saja berebut," ucap Susi.


Susi lalu pergi ke kamar sendiri dan mengunci pintu, agar Mira tidak bisa masuk ke dalam kamarnya. Mira mengetuk pintu kamar Susi, tetapi tak di buka oleh Susi. Lian lalu mengajak Mira untuk masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Bersambung.......


Terimakasih semuanya ❤🤗❤


__ADS_2