Mira

Mira
Bab 9 Kebenaran


__ADS_3

Saat ini mereka bertiga sudah sampai di kota, Aldo mengantar Mira dan Susi terlebih dahulu lalu pulang ke rumahnya. Nenek Aldo juga sudah menunggu kepulangan Aldo, dia merasa kesepian .


''Do! syukurlah kamu sudah pulang, Nenek khawatir sekali!" kata Nenek.


"Aldo, baik-baik aja kok ,Nek!" jawab Aldo.


"Kamu makan dulu do! ayo Nenek temani!" ajak Nenek.


"Iya, boleh Nek!" Aldo mengikuti nenek ke ruang makan untuk makan bersama.


Sementara di tempat lain, Lisa sedang makan bersama Mamahnya.


"Lis, bagaimana proyek yang kamu kerjakan?" tanya Mamahnya.


"Lancar kok mah! jadi Lisa harus mempersiapkan acara buat peresmian!" kata Lisa.


''Pinter anak mamah!" puji mamah Lisa.


"Mah, yang pinter itu Aldo! dia yang handel semua dan desain dia juga bagus mah, rencana Lisa akan mengajukan kerja sama lagi dengan dia!" kata Lisa.


"Kalau menguntungkan buat perusahaan kita kenapa enggak Lis?" mamah Lisa mulai nih 🤦‍♀️🤦‍♀️


"Aldo gak cuma pinter tapi juga cakep mah, tapi dia kekasih Mira!" jelas Lisa.


"Apa? Mira lagi, kenapa bisa kenal dengan Mira? ini tidak bisa di biarkan! anak itu selalu beruntung!" kata mamah Lisa.


"Mah, Mira gak salah kok, duluan Mira yang mengenal Aldo, hubungan mereka sudah lama justru Lisa yang hadir dalam hubungan mereka!" jelas Lisa.


"Kamu gak salah sayang! Mira lah yang selalu hadir dalam kehidupan kita!" kata Mamah Lisa.


"Mah, Lis! kalian kebiasaan selalu menyalahkan orang lain,dasar perempuan gak benar mengajarkan anak seperti itu!" marah papah Lisa.


"Pa! kenapa datang-datang marah? ini semua demi anak kita, kebahagian anak kita!" jelas mamah Lisa.


''Dengan cara merebut kebahagiaan orang lain! iya mah?" sambil mengebrak meja.


''Papah, bisanya marah tanpa kasih solusi diem pa! ini demi kebahagiaan anak kita!" tegas mamah Lisa.


''Mamah salah, itu justru akan bikin anak kita menderita, ini yang gak papah suka dari mamah, selalu memaksa yang bukan hak, mamah masih ingat? bagaimana nasib anak itu yang mamah bikin jadi anak yatim piatu, hidup sebatang kara, sekarang dia mulai bahagia mamah akan rusak lagi? di mana hati mamah?" kata papah Lisa.


''Mah, Pa! cukup!" teriak Lisa.


''Papah belain dia terus iya? di mana untungnya pa? mamah bahagia keluarga itu hancur!" kata mamah Lisa.

__ADS_1


''Mamah tidak tau kan? kalau Adi masih hidup, dia bisa menghancurkan mamah kapan saja, tapi dia tidak pernah lakukan, itu karena anaknya!" jelas papah Lisa.


''Tidak mungkin pa! mobil itu sudah masuk ke jurang, tidak mungkin dia selamat!" kata Mamah Lisa.


''Yang ada di dalam mobil itu bukan Adi, tapi orang lain


Adi sekarang tinggal di kota ini dan dia menjadi pengusaha!" kata papah Lisa lagi.


''Papah tau dari mana?" tanya mamah Lisa.


Perusahaan kita menjalin kerjasama dengan perusahaan dia, saham kita tidak ada apa-apa nya mah, jadi papah peringatkan sama mamah jangan macam-macam dengan Mira!" tegas papah Lisa.


''Tidak perlu takut pa, dia gak tau di mana Mira!" kata Mamah Lisa.


☘️☘️☘️


TIGA TAHUN YANG LALU


''Pak, hati-hati di jalan ya?" kata bu Siti


''Iya bu, pamit dulu ya! Mira jaga ibu ya, nak!" pamit ayah Mira.


''Pasti Mira jagain Ibu yah, ayah hati-hati ya!" kata Mira.


Taksi dan angkot berjalan beriringan, tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan kencang menabrak taksi itu.


Ayah Mira tau itu mobil siapa, dia berfikir keluarganya dalam bahaya kalau pulang. Dia menginap di rumah sahabatnya, tapi dia selalu diam-diam memantau Mira dan ibunya.


''Ibu, kenapa Ayah tidak pulang bu? sudah satu bulan ayah tidak pulang!" tanya Mira pada Ibunya sambil menangis.


''Mungkin ayah, banyak pekerjaan Mir!" jawab Siti.


Ibu siti akhirnya sakit-sakitan karena memikirkan suaminya, yang dia anggap menghilang.


Sudah satu minggu bu siti sakit, dia tidak mau makan, Lisa dan Ibunya sempat menjenguk ibu Siti dengan membawa kue.Sehari berlalu, akhirnya Ibu Siti meninggal.


Karena tidak mempunyai biaya untuk berobat, Mira merawat Ibunya di rumah.


''Ibu jangan tinggalin Mira bu, hiks... hiks..!" tangis Mira.


Di pemakaman ibunya Mira menangis, dia sendirian di sana, hingga hujan turun membasahinya.


Mira berjalan pulang menuju rumahnya dengan langkah yang lemah, dia tau siapa yang berbuat seperti itu pada keluarganya, tapi memilih diam karena dia tidak punya bukti yang kuat.

__ADS_1


Ayah Mira tak kalah sedih mendengar kabar kalau istrinya meninggal, lalu secara diam-diam dia pergi ke makam istrinya.


"Ibu! maafkan ayah! aku bodoh meninggalkan kalian!" tangis ayah Mira pecah juga.


"Ayah janji bu! untuk melindungi Mira dari keluarga itu!" ucapnya sambil menangis.


"Adi, ayo segera pergi sebelum ada yang melihat!" ajak sahabat.


Ayah Mira dan sahabatnya pergi meninggalkan kota itu. Sementara Mira masih bertahan di kota itu untuk melanjutkan sekolah yang tinggal satu tahun lagi.


Beruntung Mira anak yang sangat kuat dan mandiri, dia mampu menjalani hidupnya, berat juga yang harus di jalani nya, Lisa selalu menemani hari-hari Mira walaupun Ibunya melarang berteman dengan Mira, tapi Lisa selalu ada buat Mira. Perlahan Lisa mulai terhasut Ibunya , dia berubah menjadi iri dengan Mira, perlahan Mira menjauhi Lisa.


Hari kelulusan sekolah pun tiba, Mira di tawari pekerjaan oleh tetangga di sebuah toko perhiasan, tempat Mira berkerja saat ini.


Di tempat lain Ayah Mira di minta menjaga anak sahabatnya yang seumuran dengan Mira, karena sahabatnya sedang sakit keras.


Ibu anak itu meninggal setelah melahirkan, anak itu tinggal bersama Ayahnya sejak bayi. Ayahnya pun ikut meninggalkan anak itu.


Perusahaan yang hampir bangkrut itu yang ditinggalkan oleh orang tuanya, hingga Ayah Mira yang mengembangkan hingga menjadi pesat seperti saat ini.


Anak itu sangat nurut dengan Ayah Mira.


''Nak! karena kamu sudah besar Ayah minta perusahaan ini kamu yang pegang! Ayah sudah tua sudah saatnya Ayah mencari anak kandung Ayah!" kata Ayah Mira.


''Tidak yah! ini semua juga milik Ayah! aku butuh Ayah, aku mohon Ayah jangan tinggalkan aku!" kata anak itu.


Ayah Mira tidak tega melihat anak itu sedih, dia teringat dengan Mira. Dia sebenarnya tau bagaimana keadaan Mira saat ini, tapi belum saatnya untuk bertemu karena belum waktunya.


☘️☘️☘️


Tunggu kelanjutannya ya🥰🥰


Terimakasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan jejak💕


Like


Favorit


Komen


Vote/Gift


Terimakasih atas dukungannya 🙏💕💕

__ADS_1


__ADS_2