
Lima tahun kemudian.
Mira dan Susi saat ini sudah mempunyai seorang anak yang masih berumur tiga tahun. Mereka sudah bahagia dengan kehidupan mereka masing-masing.
Berbeda dengan Aldo dan Lisa, yang saat ini masih sendiri-sendiri. Aldo memutuskan untuk bercerai dengan Lisa saat itu.
Nenek Aldo sudah meninggal karena penyakit yang di deritanya kambuh. Lisa yang saat itu masih tinggal bersama Nenek tidak mau merawat dengan baik.
Nenek sadar dengan perlakuan Lisa terhadapnya, sehingga Nenek mengusir Lisa.
Keluarga Lisa saat ini sedang jatuh miskin, Papah Lisa sudah meninggal beberapa hari yang lalu. Mereka saat ini tinggal di rumah yang sangat kecil.
Aldo saat ini bertambah sukses dengan karirnya, dia masih menjadi tetangga Mira. Hatinya juga masih sama hanya Mira yang mengisi, tetapi tidak bisa dia miliki.
Setiap hari dia harus menelan kenyataan pahit, melihat Mira dan Lian bahagia.
Hidup seorang diri tidaklah mudah bagi Aldo, untung ada Sandra yang menjadi tempat untuk berkeluh kesah. Walaupun hidup bergelimang harta dia tidak merasakan bahagia yang sesungguhnya.
"Om, baru pulang kerja ya?" tanya seorang anak kecil laki-laki yang lucu.
Aldo mengendong anak itu dan membawanya masuk ke dalam rumah, di ambilkan es krim dari dalam kulkas. Anak itu kemudian membawanya pulang, lalu memberikan es krim kepada Mamahnya.
"Ma, tadi Om sebelah rumah ngasih aku es krim," ucapnya, sambil menunjukan rumah Aldo.
"Sayang, lain kali gak boleh," ucap Mira dengan lembut.
__ADS_1
Anak kecil itu bernama Raka, dia adalah anak Mira dan Lian.
Di lain hari seorang anak perempuan mengajak Raka main ke rumah Aldo, siapa lagi kalau bukan Alya yang tak lain anak Susi dan Tio.
"Raka, ayo kita main ke rumah Om Aldo!" ajak Alya.
"Tidak boleh sama Mamah, Om nya capek Alya. Om baru pulang kerja," tolak Raka.
"Aku tidak mau main sama kamu lagi, Raka!" kata Alya, mengerucutkan bibirnya.
"Ya sudah, ayo! tapi jangan bilang Mamah," ucap Raka.
Kedua anak kecil itu bermain ke rumah Aldo, Mamahnya sedang memasak untuk makan malam. Susi menitipkan anaknya pada Mira karena dirinya masih berkerja di cafe.
"Mira, dimana Alya? aku ajak pulang dulu," ucap Susi yang baru pulang dari cafe.
Susi kemudian mendatangi Mira, dia bilang kalau anak-anak tidak ada di depan.
"Jangan-jangan mereka ada di rumah Aldo," kata Mira, panik.
Mira mengetuk pintu rumah Aldo, dia menanyakan keberadaan anaknya. Tetapi Aldo menjawabnya tidak ada, agar Mira tidak marah. Kedua anak itu sudah pulang ke rumah lewat jendela.
"Alya! lain kali tidak boleh merepotkan Om itu," kata Susi, menasehati anaknya.
"Susi!" teriak Mira.
__ADS_1
Mira masuk ke dalam rumah, dia kaget ternyata kedua anak itu sudah duduk manis di kursi.
"Kalian dari mana?" tanya Mira.
"Mereka dari rumah Aldo, saat kamu di sana mereka pulang lewat jendela," jelas Susi.
"Mah, maafkan Raka tadi yang ajak Alya," ucap Raka.
"Kok aku!" elak Alya.
Susi dan Mira kemudian menasehati anak-anak mereka agar tidak mengganggu Aldo.
Aldo sendiri juga tidak pernah keberatan dengan kedua bocah itu, malah dia selalu membawakan es krim setiap pulang kerja.
Begitu juga dengan Clara yang masih sangat peduli dengan Mira, ketika dia berkunjung ke rumah Aldo selalu membawakan oleh-oleh buat Raka.
"Ada apa, sayang? kenapa dari tadi marah-marah?" tanya Lian, saat pulang dari kerja.
"Raka setiap hari ke rumah Aldo," jawab Mira.
Lian tidak keberatan kalau Raka bermain ke tempat Aldo, dia malah menasehati Mira.
"Aku takut kejadian yang dulu terulang lagi," ucap Mira.
"Tidak akan, kamu jangan khawatir," kata Lian. Kemudian memeluk istrinya penuh dengan kasih sayang.
__ADS_1
...THE END...