Mira

Mira
Bab 108


__ADS_3

"Kenapa hari ini tidak ada orang yang menyenangkan, semua menyebalkan," gerutu Lisa.


Lisa kemudian pulang menuju ke rumahnya, merebahkan tubuhnya lalu terlelap tidur.


Aldo pulang dari kantor tidak mendapat sambutan apapun dari Lisa, biasanya Lisa sudah menyiapkan makan malam untuknya. Dia berfikir kalau saat ini Lisa sedang marah karena kejadian tadi siang di kantor.


Tok... tok... tok...


Aldo mengetuk pintu kamar Lisa, karena mendengar suara ketukan pintu Lisa mulai membuka matanya.


"Masuk," ucap Lisa, kemudian Aldo masuk ke dalam kamar Lisa.


"Lisa, kenapa kamu tidak memasak?" tanya Aldo.


"Do, bukannya kamu tidak mau makan masakan aku," ucap Lisa. Aku capek tiap masak tidak pernah kamu makan," Lanjutnya.


"Bulan depan aku potong jatah kamu!" ucap Aldo lalu keluar dari kamar Lisa.


"Aldo!" teriak Lisa.


Lisa lalu mengikuti Aldo masuk ke dalam kamarnya, dia duduk di sofa kamar Aldo.


"Mau apa kamu?" tanya Aldo, sembari melepas kancing bajunya.


"Kamu yang mau apa?" tanya Lisa balik.

__ADS_1


"Aku mau mandi, keluar kamu!" suruh Aldo.


"Do, kamu gak bisa begitu dong! masa jatah uang bulanan aku mau di potong," protes Lisa.


Aldo tidak menghiraukan ucapan Lisa, dia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Lisa tidak keluar juga dari kamar Aldo, sampai Aldo selesai mandi dan mengusir Lisa.


"Aku sudah bilang keluar! kenapa masih di sini?" ucap Aldo.


"Bisa tidak pakai baju di dalam kamar mandi, kamu juga tau kalau ada aku di sini," ucapnya sambil menutup mata dengan tangan.


"Keluar!" usir Aldo lagi.


"Iya, aku keluar!" teriak Lisa, sambil berlari keluar dari kamar Aldo.


"Kamu masak apa, Do?" tanya Lisa, duduk di kursi.


"Harusnya kamu yang masak, bukan malah tanya," ucap Aldo, yang sedang membuat mie instan.


"Mana aku buatkan," kata Lisa, mendekat ke arah Aldo.


Karena sudah hampir matang, Aldo membuat makanan sendiri dan memakannya. Lisa hanya diam sambil menunggu Aldo makan.


***

__ADS_1


Mira meminta izin kepada Lian, untuk ikut ke kampung Susi terlebih dahulu. Karena takut Mira merepotkan, Lian tidak mengizinkan istrinya berangkat lebih awal.


"Sayang, boleh tidak aku berangkat ke kampung Susi bareng Susi?" tanya Mira.


"Besok!" kaget Lian.


"Hem, kalau boleh," ucap Mira dengan lembut.


"Sayang, apa kamu nanti tidak malu? pasti di sana banyak orang yang berdatangan," ucap Lian.


"Kenapa malu? di sana ada Leny, nanti dia yang menemaniku," kata Mira.


"Apapun alasannya, aku tidak mengizinkan," kata Lian.


"Sayang, aku mohon! boleh ya?" paksa Mira.


"Tidak!" ucap Lian dengan tegas.


Mira kemudian tidur dengan membelakangi Lian, dia mengirimkan pesan kepada Susi kalau Lian tidak mengizinkan berangkat dulu.


"Sayang, bagaimana kalau kita bareng Susi?" tanya Mira lagi.


"Pekerjaan di kantor sangat banyak, apalagi Tio sudah cuti," jelas Lian.


Sebenarnya Lian tidak ingin membuat istrinya itu sedih, tetapi pekerjaan yang tidak memungkinkan untuk ditinggalkan membuat dirinya tidak menuruti permintaan istrinya.

__ADS_1


Keesokan harinya Susi datang ke rumah Mira, dia berpamitan untuk berangkat ke kampung saat ini juga. Susi di antar oleh sopir keluarga Tio.


Dengan wajah sedihnya Mira melihat Susi pulang sendiri. "Padahal aku menikah dulu Susi yang ikut menemani ku, sekarang aku tidak bisa menemaninya," ucap Mira dalam hati.


__ADS_2