
Cafe dan rumah begitu terus ceritanya, itulah kegiatan Mira dan Susi setiap hari. Mereka sampai bosan dengan kegiatan itu.
"Mira, dari dulu kenapa kegiatan kita itu-itu terus," ucap Susi.
"Ya, mau gimana lagi. Namanya juga hidup kita harus bersyukur," kata Mira.
"Aku sebenarnya jenuh, ingin mencoba kegiatan lain," kata Susi.
"Kegiatan apa?" tanya Mira.
"Misalnya kita siang di cafe, nanti malamnya kerja apa gitu," kata Susi.
"Kalau itu bukan kegiatan lain, tapi menambah pekerjaan," ucap Mira. Sudah ayo kita lanjut! jangan mengeluh lagi," Lanjutnya.
Mereka kemudian melanjutkan pekerjaannya di cafe, karena cafe juga sudah mulai rame.
Saat jam makan siang tiba terlihat Aldo dan teman kantornya sedang makan siang di cafe itu, Mira sengaja menghindari Aldo.
"Siska, tolong antar makanan ini ke meja nomer lima," ucap Mira.
"Tumben Mbak, biasanya di antar sendiri," kata Siska.
"Pokoknya antar saja, nanti aku cerita," ucap Mira.
Siska kemudian mengantarkan makanan itu dengan senang hati, tetapi rasa penasaran masih ada di dalam benaknya.
Saat mengantarkan makanan Aldo menanyakan Mira pada Siska.
"Mbak, Mira ada? kok tidak kelihatan," ucap Aldo.
"Mbak Mira sedang sibuk di dalam, Pak," jawab Siska.
__ADS_1
"Siapa Mira, Do?" tanya salah satu teman Aldo.
"Pemilik cafe ini," jawab Aldo.
"Silahkan, Pak! saya permisi dulu," ucap Siska, setelah selesai meletakkan pesanan Aldo.
"Oke,terimakasih," kata Aldo.
Aldo dan teman-temannya melanjutkan untuk makan setelah Siska pergi.
Siska menuju ke tempat Mira, memberitahukan kalau Aldo tadi menanyakan Mira.
"Mbak, orang yang ada di meja tadi menanyakan mbak Mira," kata Siska.
"Biarkan aja Siska, aku gak mau menemui dia," kata Mira.
"Dia siapa Mbak? kayaknya udah kenal lama gitu," kata Siska.
Susi tidak tau kalau ada Aldo di depan, dia mengantarkan makanan di meja sebelah tempat Aldo duduk.
"Susi," sapa Aldo.
"Kamu!" ucap Susi, kaget.
"Susi, kamu sudah makan? ayo kita makan bareng!" ajak Aldo.
"Terimakasih, aku sudah makan," jawab Susi sambil tersenyum.
"Kebetulan tadi kita lewat, jadi mampir kesini," ucap Aldo, tanpa Susi tanya.
"Silahkan di nikmati, Do. Aku ke dalam dulu," pamit Susi.
__ADS_1
Dalam hati Susi berkata, "Tumben Aldo makan di sini biasanya juga tidak pernah."
Aldo dan teman-temannya tadi lewat jalan depan taman, kebetulan mereka lapar lalu Aldo ingat dengan cafe milik Mira dan mengajak temannya untuk makan disini.
"Mira, di depan ada Aldo," kata Susi.
"Aku sudah tau, biarkan saja," ucap Mira. Karena kalau Lisa tau Mira berfikir akan disalahkan lagi.
"Lama sekali mereka makan," kata Susi.
"Tidak usah dipikirkan, Susi. Lebih baik kita beres-beres biar nanti pulang cepat," kata Mira.
Susi dan Siska lalu membantu Mira untuk membereskan dapur cafe, karena bahan makanan mereka sudah ada yang habis.
Semenjak ganti penyetor sayur mereka hanya menyiapkan bahan sedikit, agar tidak mengecewakan pelanggan.
Bulan depan Reza dan Nena baru bisa menyetor sayur segarnya lagi, karena mereka sedang mensterilkan sayur yang terkena racun.
Sudah biasa dalam dunia bisnis ada yang iri, bahkan menjatuhkan satu sama lain. Tidak ada yang mulus tanpa rintangan, semua harus di lalui dengan jalan yang terjal dan berliku-liku.
Kesuksesan berawal dari jerih payah dan usaha tak lupa juga dengan doa karena itu yang utama.
Mira dan Susi pulang dari cafe di jemput oleh Lian, mereka mampir dulu ke taman kota untuk membeli jajanan.
"Aku tunggu di mobil saja, ya," ucap Lian.
"Sayang, aku ingin makan di sana," tunjuk Mira.
Lian akhirnya mau mengikuti Mira dan Susi ke dalam taman, mereka duduk di bawah pohon untuk menunggu jajanan yang mereka pesan.
Dulu Mira dan Susi sering ke sini waktu masih berkerja di toko perhiasan. Lumayan jauh tapi mereka suka jalan kaki.
__ADS_1
Selesai makan mereka masih memesan untuk di bungkus dan di bawa pulang.