Mira

Mira
Bab 53


__ADS_3

Mira sangat kelelahan hari ini, karena banyak pelanggan cafe yang berdatangan. Tidak salah Lian meminta Mira dan Susi untuk mengelola cafe dan taman.


"Hari ini sangat melelahkan sekali, Susi," ucap Mira.


"Sangat, aku capek sekali," kata Susi.


"Ini minum dulu, Sus!" ucap Mira, memberikan sebotol air mineral.


"Tidak seperti biasanya cafe ini, masakan mbak Mira dan mbak Susi enak," puji seorang karyawan.


"Emang biasanya tidak rame?" tanya Susi.


"Jam sembilan malam kita baru tutup, sekarang jam lima semua bahan sudah habis," jelas karyawan itu.


"Kita masak lumayan banyak juga tadi," ucap Mira.


"Pak Lian pasti memberikan kita bonus kalau cafe rame terus," sahut seorang karyawan lain.


"Kita yang masak dapat apa?" tanya Mira.


"Mbak Mira, sudah dapat hati pak Lian," ucap karyawan itu lagi.


"Kalau itu sudah pasti," ucap Susi.


Mira dan Susi begitu mudah akrab dengan karyawan mereka, karena tidak membeda-bedakan. Mereka juga sangat baik dalam berkerjasama, saling tolong menolong.


"Lian kenapa belum datang, ya?" tanya Mira.


"Mungkin masih sibuk, Mir?" jawab Susi.


"Tinggal kita berdua di sini, kamu takut gak, Sus?" tanyanya lagi.


"Tidak, di sini rame," ucap Susi, memang masih banyak orang yang berjalan di sekitar taman.


"Ayo kita pulang dulu saja!" ajak Mira.


"Nanti Lian mencari kita," tolak Susi.


Tak lama kemudian Tio datang, dia di minta Lian untuk menjemput Mira dan Susi, karena Lian masih dalam perjalanan pulang.


"Tio, ada apa kesini?" tanya Susi.


"Kalian jangan tinggalin aku sendiri, ya?" ucap Mira.


"Aku di suruh Lian jemput kalian," sahut Tio.


"Lian dimana?" tanya Mira.


"Masih dalam perjalanan dari cek lokasi proyek dengan Aldo," terang Tio.


"Kamu tidak menghubungi Lian, Mira?" tanya Susi.


"Aku lupa," ucap Mira, dia lalu mengambil telepon genggamnya dan melihat ada beberapa pesan masuk dari Lian.


"Lian kasih kabar tidak, Mir?" tanya Susi.


"Oh... iya, ternyata Lian sudah kirim pesan, aku yang tidak membaca," ucap Mira, lalu membalas pesan dari Lian.


"Ayo aku antar kalian pulang!" ajak Tio.

__ADS_1


Tio mengantarkan Mira ke rumahnya terlebih dahulu, baru akan mengantarkan Susi pulang.


"Mira, kamu pulang kemana?" tanya Tio.


"Ke rumah ku saja, Tio," jawab Mira.


"Banyak sekali rumah kamu, aku bingung kalau tidak tanya dulu," ucap Tio.


"Rumah Mira dekat dengan rumah Lisa," sahut Susi.


"Jangan sebut nama itu lagi!" kata Tio, melirik ke arah Susi yang duduk di sampingnya.


Mira tersenyum melihat Tio yang masih benci pada Lisa.


"Kamu mengingatkan saja, Susi," ucap Mira.


"Ingat apa, Mira?" tanya Susi.


"Kalian aku turunin di jalan kalau masih ngomongin itu," ucap Tio.


Mira dan Susi lalu diam, hening tidak ada percakapan lagi, sampai tiba di depan rumah Mira. Mira kemudian turun dari mobil Tio, tak lupa dia juga mengucapkan terimakasih lalu mengajak Tio dan Susi mampir ke rumah. Tio menolak ajakan Mira karena buru-buru alasannya.


Di perjalanan mengantarkan Susi, Tio bertanya pada Susi soal Lisa yang bertetangga dengan Mira.


"Susi, beneran Mira dan Lisa bertetangga?" tanya Tio.


"Iya, mereka tetangga," jawab Susi.


"Apa Lian tidak cemburu?" tanya Tio.


"Cemburu kenapa? Mira sudah melupakan Aldo," ucap Susi.


"Cemburu kenapa?" kata Susi.


"Kalau aku bertemu Lisa," ucap Tio.


"Apa? Tio, kamu boleh bertemu sama siapa saja," jelas Susi.


"Kamu tidak cinta dong sama aku," ucap Tio.


Tio benar-benar membuat Susi kesal, rasanya seperti ingin melemparkan Tio ke danau. Susi memilih diam dari pada harus berdebat dengan Tio.


****


Mira sangat khawatir dengan Lian, karena sudah malam belum juga sampai di rumah. Pesan yang dia kirim juga belum di balas, dia mencoba keluar rumah untuk menunggu Lian di teras rumahnya.


"Mira," sapa Aldo, yang baru pulang dari kerja.


"Iya, ada apa, Do?" tanya Mira.


"Sudah malam lebih baik tunggu suamimu di dalam rumah," ucap Aldo, yang begitu masih perduli dengan Mira.


"Iya, Do," jawab Mira singkat, dia lalu masuk ke dalam rumah.


Mira juga tidak mau bertemu dengan Aldo, takut menimbulkan kesalahpahaman. Tak lama kemudian Lian pulang.


"Sayang, kenapa pulang sampai malam begini?" tanya Mira, dengan wajah cemasnya.


"Maaf, tadi pekerjaan lumayan banyak," jawab Lian, lalu mencium kening istrinya.

__ADS_1


"Kamu mandi dulu, aku buatkan minum," ucap Mira, berlalu ke dapur untuk membuatkan minuman suaminya.


Tetangga Sebelah.


"Aldo, kamu baru pulang?" tanya Lisa.


"Iya, seperti yang kamu lihat," jawab Aldo, duduk di ruang tengah.


"Sebentar aku buatkan minum," ucap Lisa.


"Tidak usah, Lisa! aku tidak haus," kata Aldo.


"Aldo, kamu kenapa tidak pernah baik sama aku?" tanya Lisa.


"Kamu bisa tidak rubah sikap kamu?" ucap Aldo.


"Sikap yang bagaimana? masak aku sudah berusaha belajar, aku di rumah kamu pulang malam," kata Lisa.


"Aku pulang malam ada kerjaan," jelas Aldo.


"Hampir setiap hari kita ribut, aku sudah lelah... " ucap Lisa lirih.


Aldo masuk ke dalam ruang kerjanya, dia memikirkan hidupnya yang tidak bahagia dengan pernikahannya. Begitu juga dengan Lisa, hanya makan hati setiap hari yang dia rasakan karena keegoisan suaminya.


Semua memang sudah salah dari awal mereka kenal, Lisa yang selalu memaksa agar semua orang menuruti keinginannya. Sikap lembut Aldo hanya saat bersama Mira.


***


Sandra pagi ini sudah berada di kantor Aldo, dia ingin bertemu dengan Aldo.


"Pak Aldo belum datang, bu," ucap Lina, memberitahu pada Sandra yang menunggu Aldo.


"Ini sudah jam kerja, kenapa belum datang?" tanya Sandra.


"Mungkin pak Aldo sedang sibuk di rumah," ucap Lina.


"Kamu tau di mana rumah Aldo?" tanya Sandra.


"Maaf, saya tidak berani memberi tahu," jawab Lina.


"Berikan mana? aku ada perlu," ucap Sandra.


"Tidak bisa, bu," ucap Lina.


Sandra terlihat kesal dengan Lina, dia lalu menelpon nenek Aldo untuk menanyakan di mana alamat rumah Aldo, dengan polosnya nenek memberikan. Setelah mendapatkan alamat rumah Aldo, Sandra pergi ke rumah Aldo.


Dia mengetuk pintu rumah Aldo, Lisa membukakan pintu lalu menyuruh Sandra untuk menunggu Aldo di ruang tamu.


"Kamar Aldo sebelah mana?" tanya Sandra.


"Sandra, kamu tunggu di sini dulu! aku panggil Aldo," ucap Lisa.


"Cepat! aku tidak punya banyak waktu," kata Sandra, dia duduk di ruang tamu.


Lisa kemudian membangunkan Aldo dan memberi tahu kalau ada Sandra, Aldo segera mencuci mukanya dan bergegas menemui Sandra.


Lisa pergi ke dapur untuk membuat minuman, setelah selesai dia kembali ke ruang tamu hendak memberikan minuman itu pada Aldo dan Sandra. Tetapi apa yang dia lihat saat ini membuat minuman yang dia bawa jatuh ke lantai.


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2