Mira

Mira
Bab 105


__ADS_3

Hari pernikahan Susi sudah mulai dekat, saat ini mereka sedang mempersiapkan keperluan. Pernikahan Susi akan di adakan di kampung dan di rumah Tio, setelah selesai mereka akan mengadakan pesta di taman milik Ayah Mira.


Saat ini Lian, Tio, Mira dan Susi sedang berkumpul di cafe, mereka membicarakan rencana acaranya.


"Kalau menurutku di sini terakhir saja, karena bukan acara utama," ucap Lian.


"Aku maunya yang terakhir di rumah ku saja," kata Tio.


"Tidak bisa begitu Tio, kan orang tua Susi pasti akan datang ke sini," sahut Mira.


"Kalian saja yang atur, kalau di kampung sudah jelas hari dan tanggalnya," kata Susi.


Bunga hias yang di pesan oleh Lian untuk acara pesta sudah berdatangan, tidak hanya bunga semua sudah hampir siap padahal acara masih satu minggu lagi.


Lian benar-benar menyiapkan pesta mewah untuk acara pernikahan Susi dan Tio.


"Lian, maaf aku jadi merepotkan kalian," ucap Susi.


"Kita sudah anggap kamu sebagai saudara sendiri, Susi," ucap Lian. Padahal yang sering merepotkan Susi adalah Lian, dia yang selalu membantu Mira setiap dalam kerepotan.


Tetap saja rasa tidak enak itu ada, karena Susi sudah terbiasa mandiri dan mencukupi kebutuhan keluarganya.

__ADS_1


"Sayang duitnya kalau di pakai pesta," ucap Susi, yang langsung mendapat tatapan dari Tio.


"Kamu mulai lagi, uang bisa di cari tapi momen ini hanya sekali seumur hidup," kata Tio.


"Benar Susi, kamu ngikut saja apa kata mereka," ucap Mira.


"Mira, dulu waktu pesta pernikahan kamu hanya sekali. Harusnya juga ada pesta lagi," ucap Susi.


"Ayah waktu itu sudah mulai sakit-sakitan, tidak memungkinkan untuk pesta lagi," jelas Lian.


"Apa? kenapa kamu tidak bilang?" tanya Mira, kaget dengan ucapan Lian.


"Kalian sudah sekongkol, hanya demi membuat aku bahagia Ayah rela melakukan semua," kata Mira.


"Iya, Ayah sangat menyesal dan merasa sangat bersalah karena meninggalkan kamu," ucap Lian.


Mira mendengar ucapan Lian menjadi sedih, ternyata Ayahnya dulu sangat berharap Mira bisa merasakan bahagia.


Susi kemudian mengajak Mira untuk kembali berkerja lagi, karena mengingatkan Mira pada Ayahnya hanya akan membuat Mira sedih liat lagi.


"Tio, Lian lebih baik kalian kembali ke kantor," kata Susi.

__ADS_1


"Kenapa kamu mengusir ku, Susi?" tanya Lian.


"Aku sama Mira harus kerja lagi, tidak ada waktu ngobrol dengan kalian," kata Susi


"Sayang, aku kembali ke kantor dulu!" pamit Lian, sembari menatap Mira yang masih kelihatan sedih.


"Iya, lebih baik kalian ke kantor saja," kata Mira, tersenyum ke arah Lian.


"Kalian ini! terutama kamu Susi, belum jadi istri sudah berani mengusir," ucap Tio.


Maksud Susi ada baiknya juga, karena kalau sudah menyangkut Ayahnya Mira akan menjadi sangat sedih.


Lian juga paham dengan apa yang dilakukan oleh Susi, dia segera mengajak Tio untuk kembali ke kantor. Di perjalanan Tio masih bertanya karena tidak paham dengan maksud Susi.


"Lian, kenapa kita di usir dari cafe?" tanya Tio.


"Mungkin Susi bosan melihat kamu," jawab Lian asal.


"Susah juga ternyata memahami seorang wanita," kata Tio


Lian kemudian menjelaskan kepada Tio kenapa mereka di usir oleh Susi, Tio akhirnya paham dan bisa memaklumi.

__ADS_1


__ADS_2