
Halo semua 🤗
Bagaimana kabar hari ini? semoga semuanya sehat selalu ya... 🥰
Happy Reading 📖
Lisa mengajak Aldo untuk segera pulang ke rumah, dia sudah tidak tahan dengan sikap Aldo. Rencana berlibur untuk bulan madu ternyata tak seindah dengan apa yang dibayangkan oleh Lisa. Semuanya hancur berantakan, rasa bahagia berubah menjadi kekecewaan.
"Aldo, ayo kita pulang saja!" ajak Lisa.
"Waktu kita di sini masih sampai besok, Lisa," tolak Aldo.
"Aku tidak peduli, aku mau pulang saja!" Lisa tetap ingin pulang.
"Nanti malam di pinggir pantai ada pesta, kamu tidak ingin menghadirinya?" tanya Aldo.
"Gak penting, Do," jawab Lisa.
"Aku tau, kamu marah sama aku, tetapi kalau di paksa juga tidak akan baik," ucap Aldo.
"Jangan memaksakan diri, Do... " ucap Lisa lirih.
"Tidak jadi pulang, kan?" ucap Aldo.
"Iya, besok saja," kata Lisa.
Aldo lalu memeluk Lisa, begitu pula dengan Lisa yang membalas pelukan dari Aldo.
Telepon genggam Aldo berdering, membuat mereka harus melepaskan pelukan itu. Aldo mengambil dari saku, lalu melihat layar telepon genggamnya, dia ragu akan menjawab panggilan.
"Angkat saja, Do! gak papa," ucap Lisa, sambil tersenyum.
"Tidak penting," kata Aldo, lalu mematikan panggilan teleponnya.
***
Di tempat lain ada seseorang yang marah-marah karena teleponnya di matikan oleh Aldo.
"Aldo apa-apaan sih, pakai di matikan!" gerutu Sandra.
"Bagaimana bu? ini proyek harus segera dikerjakan," ucap karyawan Aldo, yang menemui Sandra untuk meminta penjelasan.
"Kamu tidak tau apa! Aldo di telepon dimatikan!" bentak Sandra.
"Tapi bu, pihak pak Lian sudah menunggu," jelas karyawan itu.
"Itu urusan Aldo! tunggu dia pulang liburan baru kerjakan!" suruh Sandra.
Karyawan Aldo lalu kembali ke kantor Lian untuk menjelaskan semuanya, dia juga meminta maaf dan menunda pengerjaan proyek itu. Lian mengikuti apa mau karyawan Aldo, karena dia juga harus mengerjakan proyek lain. Untuk sementara mereka menunda proyek dari Aldo, tetapi Aldo belum mengetahui hal ini karena susah untuk di hubungi.
***
Lian hari ini tidak terlalu sibuk dengan urusan kantor, dia pergi ke cafe untuk membantu Mira dan Susi. Kebetulan di cafe sangat ramai, melihat orang yang berkerja di cafe begitu sibuk membuat Lian merasa kasihan dengan karyawannya.
"Lian!" kaget Mira.
"Iya sayang, aku mau bantu kamu," ucap Lian, tersenyum ke arah Mira.
__ADS_1
"Boleh, tolong kamu antar ini ke meja nomer tiga!" kata Mira.
"Oke," ucap Lian, lalu mengantarkan makanan itu, dia masih berpakaian kantor.
Pelanggan cafe itu melihat penampilan Lian dari atas sampai bawah, karena penampilan Lian yang berbeda dengan yang lain.
"Mas, tidak salah seragam?" tanya seorang pelanggan.
"Kebetulan tadi gak sempat ganti baju, mbak," jawab Lian.
Banyak orang yang bertanya soal penampilan Lian, hingga ada salah satu teman yang sedang makan di sana. Tanpa ada rasa malu Lian melayani temannya itu dengan baik.
"Lian, sudah biar aku saja," ucap Mira.
"Kamu masak saja! biar aku yang antar," kata Lian.
"Untung Tio gak ada di sini, bisa-bisa Lian di ledekin," sahut Susi.
"Susi, jangan iku ngeledek kamu," ucap Lian.
Tak lama kemudian yang mereka bicarakan datang, dengan membawa oleh-oleh buat Susi dan Mira.
"Tio, kamu dari mana? tumben bawa oleh-oleh?" tanya Mira.
"Dari rumah, Mira," jawab Tio.
"Apa ini, Tio?" tanya Susi, sembari membuka bingkisan dari Tio.
"Bom, jangan di buka!" sahut Lian.
"Ini pasti enak," ucap Mira, mengeluarkan bingkisan yang berupa makanan.
"Kok beda? sama punya ku," ucap Susi.
"Iya, kenapa beda, Tio?" tanya Mira.
"Kalian ini tinggal makan saja protes," ucap Lian.
Tio hanya tersenyum melihat teman-temannya yang sedang memakan makanan yang dia bawa, dia memang sengaja membedakan isinya.
"Lian, bagaimana proyek yang kamu kerjakan dengan Aldo?" tanya Tio.
"Terpaksa kita tunda, sampai Aldo pulang," jawab Lian.
"Aldo kemana, Lian?" tanya Susi.
"Dia sedang liburan, lebih tepatnya bulan madu," jawab Tio.
"Kemarin mamah Lisa juga sudah bilang, kan?" sahut Mira.
"Iya, aku lupa," ucap Susi.
Susi mendengar semua ucapan mamah Lisa pada Mira, bahkan mendengar saja dia sangat geram.
"Bertemu dimana kalian?" tanya Lian.
"Kemarin mereka makan di sini," jawab Susi.
__ADS_1
"Kenapa tidak kalian usir saja?" tanya Tio.
"Masa kita usir pelanggan, Tio bisa aja," ucap Mira.
Mereka saling bertukar cerita sampai lupa waktu, karena keasikan dan kebersamaannya. Setelah petang mereka baru pulang ke rumah masing-masing.
Susi sudah kembali ke kostnya lagi, sedangkan Tio kembali ke rumahnya.
***
Aldo dan Lisa sudah pulang dari liburan, bukan bahagia yang mereka dapatkan. Lisa sangat kecewa karena liburan juga tidak menghasilkan apa-apa, bahkan hanya kekecewaan yang dia dapat.
"Aldo, kita ke rumah nenek dulu!" ajak Lisa.
"Mau apa? kamu mau mengadu?" tanya Aldo.
"Memberikan oleh-oleh ini," ucap Lisa.
"Baik, kalau itu mau kamu," kata Aldo, lalu melajukan kendaraannya ke jalan menuju rumah nenek.
Setelah sampai di rumah nenek, Lisa memberikan oleh-oleh tadi hanya buat neneknya saja, mamah mertuanya tidak diberikan sama sekali. Nenek menyambut Lisa penuh dengan kegembiraan dan semangat. Dia berpikir sebentar lagi akan diberikan cicil oleh cucunya.
Berbeda dengan Clara yang menyambut Lisa, dengan rasa benci. Untuk meluluhkan hati Clara juga butuh kesabaran dan usaha, karena Clara juga bukan yang mudah terpengaruh.
Aldo lalu mengajak Lisa untuk pulang, karena capek mereka juga butuh istirahat.
"Aldo, aku mau ke tempat Mira sebentar!" pamit Lisa.
"Iya, jangan lama-lama," ucap Aldo.
Baru juga baru sampai di rumah, Lisa sudah mau saja ke tempat Mira. Dia ingin bercerita banyak kepada Mira, karena bagi dia hanya Mira yang enak untuk di ajak bertukar cerita. Mira tidak berada di rumahnya, karena pergi ke cafe, kemudian Lisa kembali ke rumah untuk beristirahat.
Orang kantor juga banyak yang mencari Aldo karena masalah pekerjaan yang dia tinggalkan.
"Lisa, aku ke kantor dulu!" pamit Aldo.
"Katanya kamu mau istirahat?" tanya Lisa.
"Ada yang harus aku selesaikan," ucapnya lalu pergi meninggalkan Lisa.
Aldo langsung masuk di ruang kerjanya setelah sampai di kantor, tumpukan berkas sudah menggunung di meja kerjanya.
"Pak, ada laporan kalau pak Lian menunda pengerjaan proyek mall," ucap Lina.
"Alasannya apa? kenapa tidak dia lanjutkan?" tanya Aldo.
"Karena ada sedikit masalah dengan desain yang bapak buat," jelas Lina.
"Biar nanti saya jelaskan," ucap Aldo, Lina lalu kembali ke meja kerjanya.
Aldo lalu menghubungi Sandra untuk membicarakan soal ini.
Aldo bikin ribet rumah tangganya sendiri sepertinya hehehe....
Bersambung....
Terimakasih semuanya sudah membaca dan mendukung🤗🤗
__ADS_1