
Setelah mendapat telepon dari Siska, Mira membangunkan Lian, dia menceritakan apa yang terjadi di cafe. Lian meminta Mira agar tidak khawatir dengan hal seperti ini, lalu menyuruhnya kembali untuk beristirahat. Mira sangat gelisah, dia tidak tenang sebelum melihat sediri keadaan di cafe.
"Sayang, kamu tidak perlu khawatir besok juga akan ramai lagi," ucap Lian, menenangkan istrinya sembari memeluknya.
"Yang aku khawatirkan karyawan yang sedang berkerja di cafe, kalau sampai sepi," kata Mira.
"Aku akan tetap mengaji mereka, masih ada pendapatan dari taman juga, kan?" ucap Lian.
"Lebih baik kita pulang sekarang, aku tidak tenang," ucap Mira.
Tiba-tiba Susi mengetuk kamar Mira dengan keras, Susi juga baru saja mendapatkan kabar dari cafe, makanya dia buru-buru balik ke penginapan.
"Mira, Lian, buka pintu!" teriak Susi dari luar.
"Ada apa? kamu berisik sekali?" tanya Lian.
"Lian, kita harus segera kembali ke kota," ucap Susi.
"Kita sudah tahu, soal cafe, kan?" sahut Mira, baru saja keluar dari dalam kamar.
Mereka berdiskusi bagaimana baiknya, lalu mereka memutuskan untuk kembali ke kota saat ini juga.
"Kenapa ada saja orang yang mengusik saat kita liburan, baru juga beberapa hari," gerutu Tio.
"Namanya juga ujian, kita harus bersabar," kata Lian.
Lian selalu santai dalam menghadapi masalah, berbeda dengan Mira yang begitu cepat panik dan takut.
###
Sandra kembali mendatangi Aldo, dia menanyakan soal proyek yang sama sekali belum Aldo kerjakan. Padahal Lian sudah mau memulai tetapi Aldo belum ada kejelasan, hal ini membuat Sandra mengejarnya. Hampir setiap hari Sandra menghubungi Aldo melalui telepon genggamnya, tetapi Aldo selalu menolak panggilan dari Sandra.
Kali ini Sandra tidak mau menerima alasan apapun, terpaksa Aldo menemui Sandra.
"Ada apa lagi, Sandra?" tanya Aldo.
"Kenapa proyeknya belum kamu kerjakan juga, Do?" tanya Sandra, dengan sedikit kesal dengan Aldo.
"Lian belum kembali kesini, kamu sabar, dong," ucap Aldo, merayu Sandra agar tidak marah.
"Aku akan rugi jika kamu tidak segera mengerjakan, kalau sampai hal itu terjadi," jelas Sandra.
"Rugi di mana? aku pasti akan bertanggung jawab," ucap Aldo.
__ADS_1
"Jangan hanya omong kosong, aku harus kembali ke luar negeri," ucap Sandra, karena dia di sini merasa kesepian.
Aldo mendekati Sandra yang sedang duduk di sofa, lalu dia menjelaskan tentang proyek yang akan dia kerjakan nanti. Sandra akhirnya percaya dengan penjelasan Aldo, dia lalu pamit karena masih ada pekerjaan yang menantinya.
Tetapi Aldo menahan Sandra, dia ingin Sandra menemaninya hari ini.
"Aku tidak bisa, nanti Lisa tau bagaimana?" tanya Sandra, menolak ajakan Aldo.
"Kamu tenang saja, dia tidak mungkin datang kesini," ucap Aldo.
"Aldo, aku sudah capek di anggap merusak rumah tangga orang," ucap Sandra, dia memang sering menjalin hubungan dengan suami orang sehingga banyak yang menganggap seperti itu.
Sandra tidak pernah jera dengan apa yang dilakukan, karena target dia bukan orang sembarangan. Hanya kekayaan yang dia incar, sehingga dia bisa hidup dengan mewah.
Aldo tetap memaksa Sandra, bahkan dia menyuruh Sandra untuk menunggu di ruang kerjanya terlebih dahulu, karena dia akan meeting dengan rekan kerjanya.
###
Mira, Lian, Susi dan Tio akhirnya sudah sampai di rumah Mira, mereka beristirahat terlebih dahulu setelah hampir lima jam menempuh perjalanan. Sangat melelahkan tetapi capek mereka terbayar dengan pemandangan pantai yang begitu indah.
"Susi, kita sampai lupa tidak pamit sama ibu," ucap Mira.
"Aku sudah bilang, ibu juga tau kok," kata Susi, karena sebelum kembali ke penginapan Susi sudah memberitahu ibunya soal kejadian di cafe yang di kelola oleh Mira.
"Mira, kamu jangan terlalu pikirkan," kata Susi, dia tau temannya itu tidak enakan.
"Sayang, aku sama Tio ke cafe dulu! kalian di rumah saja!" ucap Lian, dia akan menyelidiki apa yang terjadi di cafe.
"Iya, sayang! kamu hati-hati," ucap Mira sembari tersenyum ke arah Lian.
"Aku pamit ke siapa?" tanya Tio, meledek Lian dan Mira.
"Tetangga sebelah mungkin," sahut Susi, membuat mereka tertawa.
Setelah Lian dan Tio pergi, Mira dan Susi datang ke rumah Lisa. Maksud kedatangan Mira hanya ingin memberikan oleh-oleh buat Lisa.
Lisa sangat gugup dengan kedatangan Mira, dia takut Mira sudah mengetahui siapa yang membuat cafe nya sepi pembeli. Dia benar-benar malu dengan Mira yang selalu baik, bahkan saat ada masalah dengan Aldo hanya Mira yang bisa menenangkannya.
"Kamu sendirian, Lisa?" tanya Susi.
"Iya, Aldo belum juga pulang," ucap Lisa, seperti orang panik.
"Ini sudah malam, memangnya kantor Aldo tutup sampai malam?" tanya Susi, sengaja memojokkan Lisa.
__ADS_1
"Mungkin ada kerjaan di luar, Susi," sahut Mira.
"Aldo sering pulang malam, kadang dia lembur," ucap Lisa.
"Kalau aku sudah ikut kerja, Lisa," kata Susi, membuat Mira melotot ke arah Susi.
Lisa hanya diam, dia merasa memang ada yang aneh dengan Aldo. Selalu pulang larut malam tanpa mengabarinya, walaupun mereka sudah baikan tetapi sikapnya masih sama.
"Lisa, maaf kalau kita salah bicara," ucap Mira, tidak enak dengan Lisa karena ucapan Susi.
"Tidak kok, Mira," kata Lisa, tetapi di lihat dari raut wajahnya ada yang dikhawatirkan.
"Susi, ayo kita pulang!" ajak Mira.
"Kalian kenapa buru-buru? temani aku dulu," ucap Lisa.
"Kita baru saja pulang, mau istirahat, Lisa," ucap Susi.
Kemudian Mira dan Susi pulang ke rumah, sampai di rumah Mira menegur Susi.
"Susi, kenapa kamu tadi ngomong seperti itu sama Lisa," ucap Mira.
"Biar dia lebih waspada sama suaminya, kasihan juga lihat Lisa," kata Susi, ngomong apa adanya.
"Tapi gak begitu juga, nanti kalau mereka berantem gimana?" tanya Mira.
"Itu urusan mereka, sebagai teman kita wajib mengingatkan," ucap Susi.
Mira mencoba menghubungi Lian menanyakan bagaimana keadaan cafe, tetapi Lian tidak mau bercerita lewat telepon. Dia akan menjelaskan kalau sudah sampai di rumah, karena sekarang masih mengumpulkan bukti. Karena sudah larut malam Mira dan Susi tidur, mereka tidak jadi menunggu Lian dan Tio datang.
Keesokan harinya Lian menceritakan apa yang terjadi di cafe, dia juga sudah mendapatkan bukti berupa rekaman cctv. Mereka juga akan mencari orang yang berada di dalam rekaman itu.
"Kita tidak perlu khawatir dengan hal ini, kalian tenang saja," ucap Lian.
"Tapi, apa maksud orang itu membuat cafe sepi?" tanya Mira.
"Bisa jadi itu orang yang tidak suka dengan kalian," sahut Tio.
"Tenang kita punya bukti, lebih baik sekarang ayo sarapan dulu!" ajak Susi, sembari menaruh makanan di meja.
Setelah selesai sarapan mereka pergi ke cafe, untuk membuka cafe lagi seperti biasanya.
Bersambung........
__ADS_1
...❤❤❤❤❤...