
Susi masih saja membujuk Tio, untuk membantu proyek bersama Aldo.
"Tio, beneran kamu tidak mau membantu Lian?" tanya Susi.
"Tidak, kalau proyek lain aku akan bantu," jawab Tio.
"Apa bedanya sama saja, dari pada kamu harus mengerjakan proyek di luar kota," ucap Susi.
"Itu lebih baik, aku tidak mau membantu suaminya Lisa," kata Tio.
"Proyek ini bukan punya Lisa, gak ada sangkut pautnya dengan Lisa," ucap Susi, masih berusaha untuk membujuk Tio.
"Lisa sudah meninggalkan aku karena Aldo, aku benci mereka," kata Tio, masih menyimpan rasa sakit.
"Masa lalu harus dilupakan, anggap semua sebagai pelajaran," ucap Susi.
"Aku sudah berusaha melupakan kejadian itu, tetapi aku tidak akan pernah memaafkan Lisa, apalagi hal yang berhubungan dengan mereka," jelas Tio.
"Tio, kamu jangan egois, Lian butuh bantuan kamu," ucap Susi.
"Masih banyak yang bisa bantu Lian, kamu jangan khawatir," kata Tio, lalu tersenyum ke arah Susi.
Tio benar-benar keras kepala, dia tidak mau mendengarkan ucapan Susi. Niat Lian ingin memberi pekerjaan pada Tio malah dia tolak dengan alasan yang tidak masuk akal. Sangat berbeda dengan Lian, dia sudah bisa menerima masa lalu Mira dengan Aldo. Dia juga tidak mempermasalahkan karena sudah berlalu, beda cerita kalau sekarang yang menjalin hubungan. Mungkin Lian akan seperti Tio, bahkan bisa lebih lagi.
###
Setelah Lisa dan Sandra pergi dari rumah nenek, Aldo dan Clara kebetulan juga datang. Aldo sengaja ke rumah nenek, karena baru saja pulang dari kantor sedangkan Clara dia ingin menginap di rumah maminya.
"Tadi Sandra dan Lisa ke sini," ucap Nenek.
"Untuk apa mereka ke sini, mam?" tanya Clara.
"Sandra tadi sudah kasih tau, nek," sahut Aldo.
"Dia membawakan oleh-oleh buat kamu, ra," ucap nenek, sembari memberikan oleh-oleh dari Sandra.
"Sekarang Sandra tambah cantik, dia juga lebih mandiri tidak seperti dulu," ucap Nenek.
"Tetap saja bar-bar," sahut Clara.
"Mah, sudah jangan bilang begitu," kata Aldo.
"Iya, Sandra itu sama aja kalau sama kamu," ucap Nenek, melirik ke arah Clara.
"Aku ke kamar dulu," ucap Clara, lalu pergi menuju kamarnya.
"Mamah kamu tidak pernah berubah, kelakuan masih seperti anak muda," ucap Nenek.
__ADS_1
Aldo hanya tersenyum mendengar ucapan neneknya, karena dari dulu memang mamahnya seperti itu. Dia juga tidak pernah mempermasalahkan atau menuntut apa-apa.
"Lisa sekarang dimana, Do?" tanya nenek.
"Aldo belum pulang ke rumah, gak tau, nek," jawab Aldo.
"Coba kamu telepon, apa kamu tidak khawatir dengan istrimu?" tanya nenek.
"Nenek juga tau, kalau Aldo tidak mencintai Lisa pasti sudah tau jawabannya," ucap Aldo.
"Aldo, yang nenek inginkan hanya kebahagiaan untuk kamu dan Clara, tetapi kalian tidak pernah suka dengan pilihan nenek," kata nenek.
Nenek meninggalkan Aldo ke kamarnya, lalu Aldo pulang ke rumah. Sampai di rumah dia tidak mendapati keberadaan Lisa lagi, dia sangat marah. Setiap dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Lisa, selalu ada tingkah Lisa yang membuatnya marah.
****
Di tempat lain seperti biasa istrinya itu sedang berkumpul bersama teman-temannya. Mereka sedang merayakan ulang tahun salah satu temannya. Hidup Lisa hanya bersenang-senang dengan temannya tidak ada yang lain, itu yang membuat Aldo kesal.
Tengah malam dia baru pulang ke rumah, Aldo sengaja belum tidur karena karena menunggu kedatangan Lisa.
"Dari mana kamu?" tanya Aldo.
"Biasa ada teman yang ulang tahun," ucap Lisa.
"Apa pantas seorang wanita jam segini baru pulang?" tanya Aldo lagi.
"Lepas, Do! aku capek!" kata Lisa. Aldo melepas tangan Lisa dan membiarkan istrinya itu untuk masuk kedalam kamar.
Keesokan harinya saat dia akan berangkat kerja Lisa juga belum bangun, membuat Aldo semakin kesal dengan Lisa.
###
Lian dan Mira sedang menikmati sarapan pagi, mereka terlihat sangat bahagia walaupun hanya sarapan nasi goreng buatan Mira.
Mira selalu berusaha memperhatikan suaminya dengan cara yang sederhana. Setelah selesai sarapan Mira di antar Lian ke cafe yang akan dia kelola. Susi sudah berada di sana sejak pagi.
"Susi, kamu sudah datang? mana Tio?" tanya Lian.
"Aku datang sendiri, Tio masih kesal sama aku," jawab Susi.
"Kesal kenapa, Susi?" tanya Mira.
"Gara-gara kemarin, aku bujuk dia untuk membantu Lian mengerjakan proyek Aldo," jelas Susi.
"Tidak perlu di paksa, terserah dia mau memilih mengerjakan proyek dimana," ucap Lian.
"Dia masih sakit hati sama Lisa," kata Susi.
__ADS_1
"Lucu Tio, yang kerja bukan Lisa juga," kata Mira.
"Tetap saja Lisa yang menikmati hasilnya, Mir," ucap Susi.
"Kalian lanjut ngobrol, aku pamit berangkat dulu," ucap Lian.
"Hati-hati sayang, nanti jangan lupa makan," kata Mira, sembari tersenyum.
Lian segera berangkat ke kantor, karena hari ini adalah hari pertama dia mengerjakan proyek bersama Aldo. Mira dan Susi segera masuk ke dalam cafe, mereka mulai mengatur dan menyiapkan menu baru.
***
Aldo bersama Sandra mengunjungi lokasi yang akan di bangun mall oleh Sandra, dia juga menyuruh Lian untuk datang ke lokasi itu.
"Panas sekali, Do," ucap Sandra, berjalan di sebelah Aldo tangannya menggandeng tangan Aldo.
"Manja kamu, begini saja sudah kepanasan," kata Aldo.
"Aku tidak pernah berada di tempat panas," ucap Sandra.
Lian yang melihat Aldo dan Sandra menggelengkan kepalanya, dia malu sendiri. Kemudian Sandra menjelaskan bagaimana bentuk mall yang dia mau, tanah milik Sandra sangat Luas dan berada di tempat strategis.
Sandra pamit untuk pulang terlebih dahulu, karena tidak tahan dengan panas matahari. Dia juga takut kulitnya yang putih mulus berubah menjadi hitam.
"Aldo, aku pulang dulu," ucap Sandra, mencium pipi Aldo di depan Lian.
"Iya, hati-hati," kata Aldo, tidak ada penolakan sama sekali Aldo justru senang diperlakukan seperti itu.
"Maaf Lian, aku harap kamu harus terbiasa melihat perlakuan Sandra," ucap Aldo.
"Itu urusan kamu, jangan di campur adukkan dalam kerjasama kita," jelas Lian.
"Makasih atas pengertiannya," ucap Aldo lagi.
"Kalau terjadi di dalam kantor aku akan tegur," kata Lian.
"Tenang saja, aku tidak akan pernah ajak Sandra saat kita meeting di dalam kantor," terang Aldo.
Aldo bercerita banyak tentang Sandra kepada Lian, dia tidak mau kalau ada salah paham. Lian tidak mau tau soal kedekatan mereka, yang dia tau hanya menjalankan kerjasama.
Bersambung.....
Di tunggu ya kelanjutannya 🤗🤗
Saya ucapkan banyak terimakasih buat semuanya yang sudah membaca dan mendukung karya ini, semoga sehat selalu buat kalian semua dimana pun berada
Aamiin🤲
__ADS_1