Mira

Mira
Bab 60


__ADS_3

Halo kita jumpa lagi 🤗


Happy Reading📖


...❤❤❤❤❤...


Mira dan Susi pergi ke toko oleh-oleh yang berada di pinggir pantai. Mereka membeli pernak pernik untuk hiasan dinding, tak lupa mereka juga membelikan untuk beberapa karyawan cafe.


"Susi, sebelah sana ada baju," ucap Mira, sembari menunjukan sebuah toko baju yang sangat ramai.


Mereka menuju tempat itu dan membeli beberapa potong pakaian.


"Ini bahanya juga bagus, buatan tangan warga desa aku, Mira," ucap Susi, memegang kain khas pantai.


"Kenapa harganya murah? kalau asli buatan tangan biasanya mahal," ucap Mira, dia heran dengan harga kain pantai yang bahanya lumayan bagus tetapi harganya murah.


"Banyak perajin kain di daerah sini, mungkin harga juga bersaing," jelas Susi.


"Dulu waktu kita kesini belum ada, kan?" tanya Mira, dia melihat banyak perubahan di sekitar pantai itu.


"Kita kesini masih sepi, baru ada resort satu," ucap Susi, sambil melihat ke arah resort yang di bangun Aldo.


Setelah selesai membeli oleh-oleh mereka kembali ke penginapan, tidak lupa mereka membeli minuman dan cemilan dari rumput laut terlebih dahulu.


"Kalian bawa apa?" tanya Tio, dia sedang duduk di sofa sambil bermain telepon genggamnya.


"Ini ambil aja ada keripik rumput laut, udang goreng sama jus kelapa," ucap Mira, menaruh di meja belanjaannya.


"Lian!" teriak Tio.


"Berisik, Tio," sahut Susi.


"Aku cuma manggil Lian, biar ikut gabung disini," ucap Tio.


"Lian kemana, Tio? tadi sama kamu, kan?" tanya Mira, yang tidak melihat keberadaan suaminya.


"Iya, aku disini," ucap Lian, yang baru datang membawa beberapa lembar berkas lalu mendudukkan diri di sebelah Mira.


"Dari mana aja kamu, Lian?" tanya Susi.


"Ambil berkas di kamar," jawab Lian, memberikan berkas itu pada Tio.


"Ayo kita minum dulu!" ajak Mira, memberikan jus kelapa pada Lian.


Setelah mereka menikmati minuman dan cemilan itu, Susi dan Tio pergi ke rumah Susi karena ada keperluan dengan keluarga Susi.

__ADS_1


Mira dan Lian mereka menghabiskan waktu untuk beristirahat karena besok harus sudah kembali ke kota untuk memulai aktivitas.


###


Mamah Lisa saat ini sedang menyuruh orang untuk membuat cafe yang di kelola oleh Mira sepi pembeli.


Orang yang di suruh mamah Lisa saat ini sudah berada di cafe, dia melihat sekitar mencari keberadaan Mira.


"Mbak, yang punya cafe kemana?" tanya orang itu kepada Siska.


"Sedang liburan bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya Siska.


"Saya mau pesan makanan, tolong buatin cepat, ya?" ucap Orang itu.


Siska lalu membuat kan pesanan orang itu, lalu meminta teman lain agar segera di antar ke meja orang tadi.


"Mbak! mbak! teriak orang itu.


"Iya bu, ada apa?" tanya salah satu karyawan.


"Kalian ini bagaimana? bisa kerja tidak! lihat makanan saya kenapa ada kecoa!" teriak orang itu, membuat pengunjung lain menghentikan makan mereka ada juga yang pesan tidak jadi.


"Maaf, tadi tidak ada makanan di sini bersih," jelas Siska, tetapi tidak ada yang percaya dengan penjelasannya.


Pelanggan cafe seketika pergi semua, karena terhasut oleh omongan orang suruhan mamah Lisa. Para karyawan juga bingung harus berbuat apa, mereka sudah terlanjur masak banyak tetapi makanan tidak jadi di pesan. Siska lalu menghubungi Mira untuk memberitahukan kejadian yang baru saja terjadi di cafe.


"Siska, kamu tadi yang masak untuk orang itu! bagaimana bisa ada kecoa?" tanya salah satu temannya.


"Tadi aku sudah cuci sayuran dan lainnya juga sudah di cek, semuanya bersih," jelas Siska.


"Aku yang mengantarkan makanan tadi, bersih tidak ada kecoa," sahut teman lainnya.


Kejadian aneh ini baru terjadi pertama kali di cafe, mereka juga heran.


"Bagaimana Siska? kamu sudah menghubungi pak Lian?" tanya teman Siska.


"Tadi mbak Mira yang aku hubungi, kita di suruh tutup saja dulu," jawab Siska.


Mereka semua lalu memakan makanan yang sudah terlanjur di masak dan segera membereskan lalu menutup cafe itu.


Di tempat lain dua orang wanita sedang menikmati hidangan makan siang sambil tertawa terbahak-bahak. Siapa lagi kalau bukan mamah Lisa dan orang suruhannya.


"Mana imbalan saya?" tanya orang itu.


"Ini, hitung dulu," ucap mamah Lisa.

__ADS_1


Mamah Lisa sangat senang karena telah berhasil membuat cafe yang di kelola Mira tutup seketika. Dia memberitahukan kepada hal ini kepada Lisa.


"Lisa, tau gak kamu? mamah udah bikin cafe milik Mira tutup," ucap mamah Lisa, sambil tersenyum.


"Mah, kenapa mamah ganggu Mira lagi?" tanya Lisa, dia panik kalau Aldo sampai tau apa yang telah dilakukan oleh mamahnya.


"Kamu harusnya senang Lisa, mamah sudah berhasil menghancurkan usaha Mira," ucap mamah Lisa.


"Mira teman Lisa, dia tidak pernah jahat sama Lisa! kenapa mamah tega melakukan itu?" tanya Lisa.


"Mamah tidak akan membiarkan Mira hidup tenang, Lisa," jawab mamah Lisa.


Lisa memarahi mamahnya karena perbuatannya itu, sehingga membuat mereka bertengkar. Lisa sudah sadar selama ini Mira tidak pernah jahat sama dia apalagi membalas perbuatannya yang sering menyakiti Mira. Tetapi mamahnya masih saja mengganggu Mira, kalau sampai Mira tau perbuatan mamahnya dia akan sangat malu. Mamah Lisa lalu pulang ke rumahnya, dia kesal dengan Lisa bukannya senang tetapi malah memarahinya.


Aldo baru saja pulang dari kerja, dia heran melihat Lisa yang nampak murung tidak seperti biasanya.


"Lisa, kamu kenapa?" tanya Aldo, lalu duduk di sebelah istrinya.


"Mamah, Do..." ucap Lisa lirih.


"Kenapa dengan mamah?" tanya Aldo lagi.


"Kamu jangan marah, ya? aku akan cerita," ucap Lisa.


"Iya, saya tidak akan marah," kata Aldo, tersenyum ke arah Lisa.


Lisa lalu menceritakan semua perbuatan mamahnya kepada Aldo, dia juga menangis karena malu dengan Aldo. Yang dia pikirkan bagaimana kalau Mira tidak mau lagi berteman dengan dia.


"Aku malu sama Mira, dulu aku sering jahat sama dia tetapi dia tidak pernah membalasnya," ucap Lisa, penuh dengan penyesalan.


"Nanti kalau mereka pulang, kita jelaskan ke mereka," ucap Aldo, menenangkan istrinya.


"Mana mungkin Lian terima, kalau mereka membawa ke jalur hukum kita bisa malu," ucap Lisa.


"Kita ganti rugi dan suruh mamah kamu untuk meminta maaf di depan umum," ucap Aldo, merasa kesal juga dengan perbuatan mertuanya.


"Tidak segampang itu menyuruh mamah untuk minta maaf ke orang, apalagi Mira orang yang dia benci," ucap Lisa.


"Kalau mamah tidak mau kita tidak perlu ikut campur, biarkan pihak berwajib yang menyelesaikan," jelas Aldo.


Lisa sedikit tenang setelah berbicara dengan Aldo, setidaknya meringankan beban yang ada dipikirannya.


Bersambung.......


Terimakasih semuanya sudah membaca dan mendukung ❤🤗

__ADS_1


__ADS_2