Mira

Mira
Bab 107


__ADS_3

Aldo masih pusing mencari perusahaan yang bisa membantunya untuk menyelesaikan mall milik Sandra. Belum ada yang cocok karena harga sangat mahal, dia hari ini berusaha untuk menemui Lian lagi.


"Lian, aku datang kesini mau minta tolong lagi," ucap Aldo.


"Apa lagi yang harus aku lakukan?" tanya Lian, tanpa melihat Aldo, dia sibuk dengan berkasnya.


"Tolong teruskan lagi proyek kerjasama kita," ucap Aldo.


"Aku tidak bisa! minggu ini Tio sudah ambil cuti," tolak Lian.


"Minggu depan kita kerjakan lagi, bagaimana?" Aldo tetap memaksa Lian.


"Lebih baik kamu cari perusahaan lain saja, aku sangat sibuk," jelas Lian, dia masih kesal dengan Aldo.


Karena mendapat penolakan dari Lian, Aldo segera kembali ke kantornya. Dia mencoba menghubungi perusahaan lain yang ada di kota itu.


Hari ini Lisa datang ke kantor membawa makanan kesukaan Aldo.


"Aldo, kamu sudah makan belum? ini aku bawakan makanan kesukaan kamu," ucap Lisa.


"Aku tidak ingin makan," kata Aldo.

__ADS_1


Aldo masih bingung untuk mencari perusahaan yang bisa membantunya, sudah ada beberapa yang dia temui tetapi belum ada yang cocok.


"Kamu kenapa, Do? gak pernah baik sama aku," ucap Lisa.


"Lisa, aku lagi gak mau ribut! urusan di kantor belum selesai, lebih baik kamu pulang dulu!" usir Aldo.


Lisa marah-marah dengan Aldo, dia sudah berusaha berbuat baik tetapi tetap salah di mata Aldo. Dia pun pergi meninggalkan kantor Aldo.


Aldo memijat kepalanya yang pusing, kemudian dia berfikir untuk menghubungi Sandra. Dia menanyakan tentang proyek mall itu. Sandra ternyata bisa memaklumi apa yang sedang di alami Aldo.


Sandra memberikan waktu lagi agar Aldo bisa menyelesaikan sendiri, setelah mall itu jadi Sandra akan kembali melihat mall itu.


Saat ini Aldo sudah merasa tenang, lalu dia membuka makanan yang di bawa Lisa dan memakannya.


Aldo melanjutkan makannya sampai habis tak tersisa, tak lupa dia juga mengirim pesan buat Lisa dan mengucap terimakasih.


Lisa saat ini yang berada di rumah Mamahnya tampak tersenyum setelah membaca pesan dari Aldo.


"Lisa, bagaimana hubungan kamu dengan Aldo?" tanya Mamahnya.


"Seperti yang Mamah lihat, tidak ada kemajuan," jawab Lisa.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kamu kenalan dengan anak teman Papah kamu?" tanya Mamah Lisa.


"Tidak, Lisa tidak ingin menambah masalah. Mending Lisa dapat uang bulanan dari Aldo buat belanja," ucap Lisa.


"Apa kamu tidak ingin punya keluarga yang bahagia dan mempunyai anak?" tanya Mamahnya lagi.


"Pingin Mah, tapi bagaimana mau punya anak? Aldo saja tidak mau tidur dengan Lisa," ucap Lisa.


"Sekarang kamu berfikir, apa masih layak rumah tangga seperti itu dipertahankan?" kata Mamahnya lagi.


"Mah, kalau Lisa menikah lagi jatah bulanan Lisa belum tentu banyak. Mamah tidak tau hasilnya Aldo kalau sangat besar," jelas Lisa.


"Sebesar apapun kalau kamu tidak bisa memanfaatkan juga percuma," kata Mamahnya.


Lisa memikirkan ucapan Mamahnya, ada benarnya juga kalau selama ini dia percuma jadi istri Aldo. Hanya bertengkar dan ribut dengan berbagai permasalahan.


"Oke, Lisa mau kenalan dengan anak teman Papah," ucap Lisa.


"Dia kaya raya tetapi seorang duda, bagaimana kamu mau?" kata Mamah Lisa.


"Kenapa duda, Mah? Lisa tidak mau," kata Lisa.

__ADS_1


"Walaupun duda dia masih seumuran dengan Aldo, anaknya masih kecil kira-kira masih tiga tahun," jelas Mamah Lisa.


Lisa kesal dengan Mamahnya, dia saja masih suka keluyuran gak jelas malah di suruh urus anak.


__ADS_2