Mira

Mira
Bab 45


__ADS_3

Lisa saat ini datang ke rumah mamahnya, dia menceritakan soal nenek yang meminta cicit untuk mendapatkan warisan. Timbullah akal licik mamah Lisa, dia memberikan berbagai cara agar Lisa bisa segera hamil anak Aldo.


"Mah, tapi Lisa takut melakukan itu!" ucap Lisa.


"Kamu harus lakukan! Aldo kan suami kamu!" kata mamah Lisa.


"Sikap Aldo sama Lisa masih dingin, mah! walaupun dia baik!" keluh Lisa.


"Sudah kewajiban seorang suami memberikan nafkah lahir atau pun batin!" ucap mamah Lisa.


"Lisa tau, mah! tapi bagaimana kalau setelah satu tahun Aldo benar-benar menceraikan Lisa?" tanya Lisa.


"Kan kamu sudah punya anak dari Aldo, harta neneknya sudah ke anak kamu semua! apa yang kamu takutkan?" jawab mamah Lisa.


"Kehilangan Aldo, mah!" ucap Lisa.


"Bodoh!" bentak mamah Lisa.


Lisa memikirkan ucapan mamahnya, dia bingung akan mengikuti saran dari mamahnya atau tidak.


Aldo hari ini tidak berangkat ke kantor, dia berencana ingin mengajak Lisa untuk pergi jalan-jalan. Lisa sangat bahagia mendengar ajakan Aldo sampai dia lupa memeluk Aldo, tetapi Aldo hanya mematung tanpa membalas pelukan Lisa.


"Maaf, Do!" ucap Lisa, penuh penyesalan.


"Tidak apa-apa! justru aku yang minta maaf belum bisa membuka hati buat kamu, Lisa!" kata Aldo.


"Iya, aku ngerti kok sekarang," ucap Lisa, tersenyum ke arah Aldo.


"Sekarang kamu siap-siap! ayo kita berangkat!" kata Aldo.


Lisa lalu masuk ke dalam kamarnya, untuk bersiap-siap berangkat jalan-jalan dengan Aldo.


****


Ayah Mira dan Lian hari ini akan berangkat ke luar kota, untuk sementara waktu Mira akan tinggal di rumah Ayahnya bersama Susi.


Mira dan Susi mengantar keberangkatannya ke bandara, setelah itu mereka pergi ke toko bunga.


"Mira, kamu kenapa melamun?" tanya Susi, perasaan Mira saat ini sedang tidak enak karena kepergian Ayahnya dan Lian ke luar kota.


"Aku sedih saja, Sus! kenapa tidak boleh ikut!" kata Mira.

__ADS_1


"Mungkin pekerjaan Lian banyak, sudah jangan sedih!" ucap Susi, sembari menepuk pundak Mira.


"Susi, ayo kita pulang saja!" ajak Mira, dia merasa tidak enak badan.


"Lho... kita baru toko! kenapa harus pulang?" tanya Susi.


"Badanku tiba-tiba tidak enak, Susi!" jawab Mira.


"Ya sudah kalau begitu! ayo kita pulang!" kata Susi.


Saat mereka baru bersiap-siap untuk pulang, ada seorang pelanggan bunga yang memesan bunga dalam jumlah yang banyak. Mira dan Susi mengurungkan niatnya untuk pulang.


"Kamu istirahat saja, Mira! biar aku yang selesaikan!" kata Susi.


"Aku masih kuat kok, Sus!" ucap Mira.


"Alhamdulillah rezeki tak kemana, setelah beberapa hari tutup ada saja yang pesan," ucap Susi.


"Kita tutup saja kalau begitu!" sahut Mira, dia hanya bercanda dengan Susi.


***


Lian menghubungi Mira lewat telepon genggamnya, dia memberitahukan kalau sudah sampai di tempat tujuan, Mira meminta untuk berbicara dengan Ayahnya, tetapi sang Ayah sedang ada pertemuan dengan rekan kerjanya.


"Mira jangan sampai tau kalau Ayah sakit, Lian! dia baru saja merasakan bahagia... ucap Ayah Mira lirih.


Lian sebenarnya merasa sangat bersalah dengan Mira, karena telah menyembunyikan kondisi Ayahnya yang sedang sakit.


"Lian, maafkan Ayah! mungkin ini berat buat kamu harus membohongi Mira!" ucap Ayahnya.


"Ayah, istirahat dulu! jangan mikirin Mira, biar Lian yang jelasin besok!" kata Lian.


Ayah Mira dan Lian saat ini sedang berada di rumah sakit, karena penyakit Ayah Mira yang kambuh dan membutuhkan segera penanganan khusus. Sebenarnya Ayah Mira sudah lama sakit, tetapi dia merahasiakan dari Lian dan Mira. Terpaksa kali ini harus bilang kepada Lian, kemudian mereka segera berobat ke luar kota.


Lian sendiri juga tidak tega jika harus meninggalkan Mira sendiri di rumah, karena itu dia meminta Susi untuk menemani Mira dan tinggal di rumah Ayah Mira. Tak lupa dia juga berpesan kepada Tio agar mengawasi Mira dan Susi.


###


Mira saat ini sedang sedih, dia merasa ada yang di sembunyikan oleh Ayah dan suaminya. Saat sedang menelepon Lian tidak langsung di angkat.


Susi mengetuk kamar Mira, dia akan mengajak Mira untuk makan malam.

__ADS_1


"Mira, ayo kita makan dulu!" ajak Susi.


"Ayo, Sus!" ucap Mira, lalu mereka makan malam bersama, setelah selesai mereka berbincang-bincang di ruang keluarga.


"Susi, kenapa Lian jadi aneh, ya!" ucap Mira


"Aneh kenapa?" tanya Susi.


"Setiap aku hubungi teleponnya tidak langsung di angkat, aku kirim pesan balasnya juga lama!" kata Mira.


"Mira, kamu harus berfikir positif! jangan curiga begitu kan dia pergi juga dengan Ayah!" ucap Susi.


"Aku malah merasa ada yang mereka sembunyikan!" kata Mira.


"Maksudnya?" tanya Susi.


Mira lalu menceritakan semua yang di rasakan saat ini, dia takut kehilangan lagi keluarganya. Susi mengerti apa yang di takutkan oleh Mira. Menjadi seorang Mira memanglah tidak mudah, hidup bertahun-tahun di kontrakan bersama Susi.


Susi sendiri juga bukan dari orang yang berada jadi dia bisa mengerti keadaan Mira, walaupun Mira sekarang hidup kecukupan tetapi masalah yang dia hadapi masih saja ada.


****


Lisa malam ini mengajak Aldo untuk menginap di sebuah hotel, karena kelelahan saat jalan-jalan tadi.


"Aldo, bagaimana kalau kita menginap di kota ini saja!" ajak Lisa.


"Kamu kan tau besok aku kerja, Lisa!" tolak Aldo.


"Aku ingin menikmati malam ini di kota ini!" ucap Lisa, sambil bergelayut manja di lengan Aldo, kali ini Aldo tidak menolak dia hanya ingin menuruti permintaan Lisa.


"Lain kali saja, ya! kalau kerjaan aku sudah tidak banyak!" jelas Aldo.


"Oke! kamu boleh pulang duluan, Do! aku mau mencari penginapan!" ucap Lisa.


"Lisa, kamu ngertiin aku dong!" ucap Aldo lagi.


"Do, selama ini aku juga ngertiin kamu!" kata Lisa.


"Aku kasih tau Lina dulu!" ucap Aldo, dalam hati Lisa sangat kegirangan karena Aldo mau menuruti apa maunya.


Setelah menghubungi Lina, mereka mencari hotel untuk beristirahat. Suasana di kota itu sangat indah waktu malam hari, banyak gedung-gedung tinggi dan lampu gemerlap.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2