
Yana menghempaskan tubuhnya ke atas kasur kecilnya. Hari senin adalah hari yang paling dia benci. Pasalnya hari ini adalah hari terpadat menurutnya. Namun hari senin juga hari dimana Yana bertemu dengan Max, tidak
sepenuhnya Yana membenci hari senin. Tangannya merogoh isi dalam tasnya. Diangkatlah benda yang dia ambil dari dalam tas lusuhnya, dua tiket konser. Matanya menerawang jauh, sudah beberapa minggu ini Max tidak ada menghubungi Yana, jujur Yana sangat merindukan pria tampan itu. walaupun wajahnya selalu tampil di mana-mana namun Yana masih merindukannya. “Lima hari lagi..” Yana bergumam pelan. Konser DAMN! akan diadakan pada hari sabtu, berarti lima hari lagi.
“Apa ini?” Tiba-tiba tiket yang ada ditangan Yana direbut paksa oleh temannya Song Jieun. “OMG! Darimana kamu mendapatkannya?’ Pekik Jieun ketika membaca benda yang dia rebut tadi. Benda itu adalah tiket konser dengan tulisan VVIP Class.
“Mmmmm...” Yana terkesiap ketika dua tiket itu dengan secepat kilat telah berpindah tangan. Dan tangan itu adalah tangan milik Jieun, teman sekamar Yana. Sontak Yana bangun dari posisi terbaringnya. Keringat dingin membasahi kedua tangannya, Yana takut Jieun bertanya macam-macam. Otaknya sedang memikirkan alasan dia mendapatkan tiket itu.
“VVIP Class.. tiket konser DAMN! omaigat Yana.. kamu dapat dari mana? Tiket ini sangat langkah dan mahal sekali. Aku yang ingin membeli tiket ekonomi class aja ga sanggup.. kamu malah bisa dapat VVIP Class..” Ucap Jieun dengan mata berbinar-binar.
“Mmmm.. dapat dari Nona Cha, kepala editor yang sering memberikan aku part time.. katanya kerjaku bagus..” Yana berbohong. Tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya.
“Baik sekali bosmu itu Yana.. VVIP Class itu barisan paling depan. Pasti bisa melihat DAMN! dengan jelas.. Yana kamu beruntung sekali.. ini adalah tiket yang mahal..” Ucap Jieun duduk di tepian kasur Yana.
Yana yang melihat temannya itu merasa iba, padahal sebenarnya Yana hanya ingin pergi sendiri kemudian setengah jam setelahnya dia akan pergi. Hanya sekedar menuntaskan perintah dari Max, namun.. sepertinya dia harus mengurungkan niatnya.
“Mau pergi bersamaku? Awalnya aku bingung akan pergi dengan siapa. Sepertinya Song Jieunku ini ingin pergi ke konser DAMN!..”
“Tentu saja, siapa juga yang tidak ingin melihat DAMN! lebih dekat Yana.. apalagi kamu tau aku sangat suka dengan Antony..” Semangat Jieun kembali lagi, sepenuh tenaganya.
“Baiklah.. ayo pergi bersama..”
“Kamu memang temanku Yana..” Ucap Jieun dengan senyum yang mengembang.
-----
Bilyana Athena Queen, seumur hidupnya baru kali ini datang ke sebuah konser. Sejauh matanya memandang yang terlihat hanya manusia. Gocheok Sky Dome Seoul, penuh dengan lautan manusia. Mulut Yana terbuka lebar melihat banyaknya orang yang tidak bisa dia hitung dengan jarinya.
“Banyak sekali yang datang..” Bisik Yana ke telinga Jieun. Saking banyaknya orang, suara kita pasti akan tenggelam. Jika tidak berbisik tidak akan terdengar.
__ADS_1
“DAMN! adalah superstar Yana, jadi tidak kaget jika penggemarnya ada di seluruh penjuru dunia. Lihatlah disana, disana, dan disana..” Jelas Jieun dengan tangan menunjuk segerombolan gadis yang berwajah bule, jelas mereka dari luar negeri.
Yana mengangguk pelan. Ternyata Max seterkenal itu. Hampir semua penggemar yang datang membawa papan nama Max, ada juga Gongmin dan Antony. Namun yang paling banyak adalah Max, berarti Max yang paling populer di antara member yang lain. Yana setuju dengan fakta itu, Max memang menawan. Siapapun yang berinteraksi dengan Max langsung pasti akan jatuh hati dengan muda karena pesona pria itu, luar biasa.
“Hei pintu sudah terbuka Yana.. ayo kita masuk..” Jieun membuyarkan lamunan Yana. Tangan Jieun menarik tangan Yana. “Ayo cepat Yana..” Lanjutnya.
Yana menoleh ke belakang. Setelah pintu dibuka para penggemar yang menunggu diluar sejak tadi langsung histeris.
“Kyaaaa!!!!!”
-----
Pats pats pats
Kilatan lampu panggung menyilaukan mata. Mulut Yana sedikit ternganga melihat pemandangan didepannya, memang baru pertama kali ini dia datang ke sebuah konser. Ini bukan konser kecil tapi konser sang superstar Korea, DAMN!. Matanya menyelidik sekitar, tiket yang diberikan Max memang tiket VVIP, dia dan Jieun ada di bagian depan panggung persis, sungguh situasi yang membuat iri orang lain. Tempat itu bahkan berisi tidak lebih dai lima puluh orang. Sedari tadi Jieun tak ada henti-hentinya memuji konsep konser DAMN! yang mengusung tema DAMN! World Tour Concert. Sky Dome disulap menjadi tempat yang mengagumkan oleh staff DAMN! penggemar dimanjakan dengan layar-layar besar yang menampilkan foto-foto member. Yang menarik perhatian adalah milik Max, posternya berada ditengah dengan ukuran paling besar dan paling bersinar. Tak heran jika memang Max yang memiliki fans paling banyak diantara member lain itu mendapatkan perlakuan yang istimewa.
Hawa dingin menerpa wajah Yana, padahal tempat dia sekarang berada berisi lautan manusia, harusnya panas yang dia rasakan. Ya buka luarnya yang dingin, tapi dalam hatinya yang terasa dingin. Mengetahui
Duar!!!!
Suara dentuman keras yang sedikit mengagetkan menurut Yana, namun tidak untuk penggemar yang lain. Setelah suara itu terdengar suara teriakan para penggemar bersamaa dengan munculnya tiga member DAMN!. ditengah berdiri Max, samping kanan Antony dan samping kiri Gongmin.
“Kya!!!!”
“DAMN! We love you..”
“Max.. Max.. Max!!!”
“OMG!!!!”
__ADS_1
Teriakan-teriakan dari arah belakang memenuhi segala penjuru Sky Dome. Para fans berubah menjadi liar melihat penampilan dari DAMN!, bahkan Yana sendiri tak berkedip. Saking indahnya show yang dia lihat, Yana sampai lupa mengedipkan matanya. Tiba-tiba Yana ingat dengan ucapan Max, jika dia tidak akan punya alasan lain untuk tidak mengidolakan DAMN!. Seolah seperti tersihir, apalagi penampilan Max yang berbeda dengan biasanya. Max tampak keren, gagah dan tampan mengenakan berbagai kostum.
Sepuluh lagu telah dinyanyikan oleh DAMN! baik itu grup ataupun penampilan solo. Masing-masing dari mereka punya bakan masing-masing. Antony dengan penampilan dancenya, kemudian Gongmin membawakan satu lagu, yang terakhir adalah penampilan penutup, giliran Max.
Hati Yana mendadak berdesir.
Max keluar menggunakan kemeja putih yang tangannya didulung sembarang dan celana hitam, sederhana sekali penampilannya. Suara teriakan bertalu-bertalu seperti diberi komado, ketika Max keluar para penggemar langsung meneriakkan namanya, tak terkeculai Yana dan Jieun.
“Max!!!!!”
Senyum Max mengembang mendengar namanya diteriakkan oleh penggemar.
“Halo saya Max, terima kasih sudah datang.. aku akan menyanyikan sebuah lagu untuk kalian sebagai penutup konser hari ini.. terus dukung kami..” Ucap Max seraya membungkuk.
Sejenak hening, beberapa detik kemudian Sky Dome kembali bergemuruh.
Bola mata Yana tak terlepas dari pemandangan didepan. Max yang sedang duduk di kursi dengan gitar dipangkuannya, suaranya menyihir Sky Dome. Penggemar yang datang khidmat mendengar Max yang menyanyikan lagu milik Coldplay Fix You dengan petikan gitar yang mengalun lembut.
Diakhir lagu Max mengulang lagi bagian akhir reff “And i will try to fix you..”
Telunjuk Max mengarah ke arah penonton disambut dengan tepuk tangan dan suara gemuruh.
Max bangkit dari duduknya kemudian mengedipkan sebelah matanya seraya mengangkat tangan membentuk finger love. Seketika penggemar kembali berteriak tak terkendali.
Deg
Yana terdiam, dadanya sesak karena Yana sepertinya lupa menghirup oksigen. Dunianya seperti berhenti melihat finger love Max yang terarah padanya. Senyum simpul Max terpampang nyata di matanya. Yana kira Max tak mungkin mengetahui posisinya kerana disini ada ribuan penggemar yang hadir, namun ternyata Max tahu dia datang.
Bolehkah Yana tersanjung?
__ADS_1
Bersambung...