My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
Love Bird Ep 22 - Sorry! [Yasha ver.]


__ADS_3

"Jangan tinggalkan aku.." Air mata Yasha kembali tumpah. Dia memeluk erat punggung Seo Won seolah ini adalah pelukan terakhirnya.


Tak peduli dengan salah faham terjadi, Yasha hanya ingin Seo Won. Tak mau laki - laki ini pergi. Jika dia tetap egois, dia sendirilah yang akan rugi. Toh Seo Won sudah menjelaskan jika Min Soyou lah yang masih punya rasa, bukan dia. Jadi buat apa malah membenci Seo Won? harusnya Yasha yang membenci Min Soyou. Wanita itulah yang merusak hubungan mereka. Membuat salah faham akhirnya mereka tak saling tidak percaya.


"Maafkan aku.. aku salah.. jangan tinggalkan aku oppa.." Yasha membenamkan wajahnya ke punggung Seo Won. Air matanya keluar tanpa bisa dikontrol.


Punggung keras Seo Won tak bergerak. Si pemilik membiarkan punggungnya basah dan kemejanya kusut. Dia sendiri tenggelam dalam pikirannya. Siapa yang tahu, ternyata hatinya merasakan kelegaan yang amat sangat. Hidupnya yang kacau balau beberapa hari ini, kembali cerah.


Seo Won tak berniat sepenuhnya meninggalkan Yasha. Dia awalnya hanya ingin memberi waktu dengan terus menempel pada Yasha. Siapa tahu dengan sedikit gertakan saja, keadaan menjadi terbalik. Bukan dia yang memohon, malah Yasha yang memohon padanya. Jalan yang dia kira akan ditempuh dengan panjang, berakhir dengan cepat dan mudah. Kalau tahu akan seperti ini Seo Won pasti sudah melakukannya sejak awal.


Senyum misterius Seo Won terbit dari sudut bibirnya yang terangkat.


"Jangan menangis hmm? aku tidak akan meninggalkanmu.. bagaimana aku bisa hidup tanpamu.." Seo Won membalikkan badannya dan menarik Yasha ke dalam pelukannya.


Merasakan detak jantung Yasha membuat tubuhnya dialiri rasa hangat.


"Jadi Yasha memaafkan aku kan?" Tanya Seo Won sembari mengelus rambut Yasha.


Yasha mengangguk dalam pelukan Seo Won.


"Aku mencintaimu Yasha.. terima kasih telah memberikan aku kesempatan kedua.." Suara Seo Won lirih. Dia mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepala Yasha penuh sayang.


Isak tangis Yasha berangsur mereda. Tarikan nafas berat karena menangis berubah teratur dan menjadi dengkuran halus. Yasha yang lelah menangis tertidur di dalam pelukan Seo Won.


Seo Won mengamati setiap inchi wajah Yasha yang tidur. Tangannya mengelus pipi, mata dan bibir. Kepalanya turun ke bibir Yasha kemudian menciumnya sekilas. Ciuman singkat itu lama - lama menjadi hisapan yang lama. Namun Yasha masih lelap dengan tidurnya.


Seo Won merogoh kantong celananya untuk mengambil ponselnya.


"Halo hyung?" Sapa orang di telepon.


"Max aku akan membawa pulang Yasha sekarang.."


"Hah sekarang? Sekarang tengah malam hyung.."


"Iya.. aku sudah menelpon Joan, dan dia sudah memberikan ijin. Aku akan membawa pulang Yasha ke apartementku.. tolong sampaikan pada Yana tidak perlu khawatir. Aku akan merawat Yasha dengan baik.."


"Oh begitu.. baiklah, aku akan memberitahu Yana jika dia sudah bangun. Yana baru saja tidur setelah menyusui Gaby.. hyung butuh bantuan?"


Gaby. Gabriella adalah nama anak kedua Max dan Yana. Seo Won yang memberikan nama itu saat Max meminta pendapatnya. Sebagai gantinya Max memberikan saran untuk menyelesaikan masalah Seo Won dan Yasha. Seperti barter.


"Tidak.. aku bisa membawa Yasha sendiri.."


"Hati - hati hyung.. aku rasa kalian sudah menyelesaikan masalah kalian.. syukurlah.."


"Terima kasih atas saran yang kamu berikan Max, aku pasti akan membalasnya.."


"Pastikan kamu tidak melupakan janjimu hyung.." Suara tawa Max terdengar jelas dari ponsel Seo Won.


Bip

__ADS_1


Panggilan dimatikan sepihak oleh Max.


---


Yasha bangun dalam keadaan linglung. Dia tidak tahu ada dimana dia sekarang. Terakhir kali dia melihat dinding putih dan selimut putih rumah sakit. Tapi dinding yang dia lihat saat membuka mata beberapa detik yang lalu bukan dinding rumah sakit melainkan dinding berwarna monokrom hitam. Hampir seluruhnya hitam. Dia bertanya - tanya ada di mana dia. Kamar ini jelas bukan kamarnya dan bukan kamar VIP Alexander Hospital.


Masih dalam keadaan bingung, Yasha terus mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Jendela kaca ada disebelah kirinya, di sebelah kanan ada tembok yang agak jauh dengan lukisan atau foto yang terlihat samar. Yasha tidak bisa melihatnya dengan jelas. Tampaknya lukisan itu semacam lukisan yang harus dilihat dengan manyalakan lampu dengan ruangan yang gelap. Yasha turun dari ranjang karena penasaran. Langkahnya perlahan mendekati benda yang membuatnya penasaran. Dia lebih ingin tahu benda apa itu dibanding dimana dia sekarang.


Klik


Yasha menekan tombol yang tak jauh dari lukisan yang seperti mozaik itu.


"Astaga.."


Mata Yasha membulat ketika lampu menyala dan menyorot lukisan mozaik itu. Itu adalah dia. Foto Yasha terpampang nyata. Disana Yasha sedang tersenyum dengan buket bungan mawar ditangannya. Wajahnya menghadap kamera. Yasha ingat foto itu. Itu adalah foto yang di ambil Seo Won saat mereka berlibur ke Pula Jeju beberapa bulan yang lalu.


"Ya Tuhan.. jangan - jangan ini kamar Won oppa, bagaimana aku bisa sampai disini?" Gumam Yasha kembali mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruang.


Betapa terkejutnya dia saat melihat pakaian yang dia kenakan. Kemeja putih yang panjangnya hingga lutut serta lengan yang menjuntai panjang melebihi panjang tangannya.


"Apa yang teradi?"


Yasha memegang kepalanya dengan kedua tangannya berusaha untuk mengingat apa yang terjadi, namun dia tak mampu mengingat apapun. Dia hanya ingat sampai dia menangis kemudian tertidur karena lelah. Bagaimana dia sampai disini dan memakai kemeja Seo Won, Yasha tak tahu apa - apa. Otaknya kosong.


Disaat Yasha sedang berusaha keras mengingat, pintu terbuka dan Seo Won masuk.


"Sudah bangun?"


"Apa kamu lapar?" Tanya Seo Won. Dia mendekati Yasha kemudian memberikan morning kiss di pipi Yasha.


"Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa ada disini?"


"Aku yang membawamu kesini.."


"Hah?"


Seo Won menanggapi kebingungan Yasha dengan senyum. Di matanya Yasha telihat imut sekarang. Seperti kelinci dengan mata besar yang sedang kehilangan arah.


"Ayo makan dulu, aku akan menjelaskannya nanti.." Jawab Seo Won tenang.


"Tunggu! Jelaskan disini sekarang juga.. lalu apa ini? apa ini?"


Yasha menunjuk lukisan dirinya.


Kenapa Yasha sampai tidak tahu kamar Seo Won, karena Yasha memang tidak pernah masuk ke dalamnya. Yasha adalah wanita yang berprinsip, meskipun dia sering menghabiskan waktu di apartement Seo Won, Yasha sama sekali tidak pernah menginap. Dia membuat batasan yang jelas saat berpacaran dengan Seo Won. Hubungan mereka sangat terjaga. Seo Won juga selaku memperlakukan Yasha dengan sopan. Mereka sering bergandengan tangan, berpelukan dan kadang berciuman, itupun tidak sampai membuat mereka terhanyut.


"Kamu.." Jawab Seo Won singkat.


"Aku tahu itu aku, tapi ini...."

__ADS_1


"Memangnya tidak boleh memasang foto pacarku sendiri di kamarku?"


Yasha tertohok. Seo Won memang benar.


"Sebesar ini?"


"Salah?" Tanya balik Seo Won.


"Lihatlah di atas, setiap mau tidur dan bangun tidur aku selalu melihatmu.." Lanjutnya serasa menunjuk atap dengan lukisan Yasha.


Kali ini Yasha tak mampu berkata - kata lagi. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena tak percaya.


"Inilah bukti jika aku hanya mencintaimu.."


Cup


Seo Won kembali mencium pipi Yasha.


"Oppa berlebihan.." Yasha merajuk. Sebenarnya dia tak tahu harus bersikap bagaimana. Antara senang dan malu, Yasha membuang pandangannya kesembarang arah.


"Kenapa? Memang aku sangat mencintaimu, bukankah aku sudah sering bilang jika aku tak bisa hidup tanpamu? hmm?" Ledek Seo Won membuat wajah Yasha merona.


Yasha memilih diam.


"Aku lapar, bagiamana kalau kita sarapan dulu?" Ucap Seo Wo kemudian berusaha menarik tangan Yasha namun tak berhasil. Yasha mundur selangkah dan menghindarinya. Alis Seo Won mengernyit mendapat penolakan Yasha.


"Tunggu dulu.. bagaimana bisa aku kemari?" Tanya Yasha malu - malu.


"Kita makan dulu, nanti aku jelaskan.." Seo Wo kembali mendekati Yasha dan hendak menarik tangannya namun gagal lagi.


"Kalau begitu kenapa aku bisa memakai baju ini? Seingatku aku masih memakai pakaian rumah sakit semalam.."


"Kenapa hari ini kamu banyak sekali bertanya Yasha.. tidak bisakah kita makan dulu? aku lapar.."


"Aku perlu tahu sekarang juga siapa yang mengganti pakaianku?" Yasha mengulang pertanyaannya.


Seo Won tak bisa mengelak lagi. Melihat sifat Yasha yang keras kepala, dia tak akan menyerah sebelum mendapatkan jawabannya.


"Aku.." Jawab Seo Won singkat, padat dan jelas.


"Apa?!" Teriak Yasha. Suara meninggi beberapa oktaf.


"Kenapa? Lagian semua itu itu kan milikku. Aku berhak melihatnya kan?" Jawab Seo Won tanpa rasa bersalah.


"Oppa! Apa maksudmu?!" Yasha naik darah mendengar jawaban Seo Won.


"Ah sudahlah, kalau begini terus kita tidak akan selesai sampai nanti siang.."


Dengan gerakan cepat, Yasha mengangkat tubuh Yasha ke dalam gendongannya.

__ADS_1


"Kyaaa!!!"


Bersambung...


__ADS_2