My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
Love Bird Ep 20 - Putus Asa


__ADS_3

Yasha bangun dan mendapati dirinya masih sendirian di ruangan. Ada sedikit rasa kosong dihatinya. Dia mengedarkan pandangan untuk mencari Seo Won tapi tidak menemukannya. Dia yang mendorong Seo Won pergi tapi dia juga merasa rindu.


"Kemana dia?"


Langit mulai menggelap. Terlihat dari jendela ruangan Yasha yang terbuka. Bulan tampak malu - malu untuk menunjukkan cahayanya. Yasha pun melirik jam dinding, pukul 6 sore. Berarti Yasha sudah tidur cukup lama. Dia tidur seperti orang mati. Tapi dia memang butuh banyak istirahat untuk cepat pulih. Tak lupa Yasha juga mengecek suhu tubuhnya dengan menempelkan telapang tangannya ke kening. Tidak panas. Suhu tubuhnya sudah normal. Yasha juga sudah leluasa untuk menggerakkan tubuhnya.


"Aku tengok kak Yana disebelah ah.."


Yasha turun dari ranjang kemudian memakai sandal yang disediakan rumah sakit. Pakaian rumah sakit ini unik menurut Yasha, warnanya merah muda dan sesuai dengan seleranya. Ah tapi yang namanya rumah sakit mau bagaimanapun tidak akan nyaman. Yasha ingin segera pulih dan pulang.


Dengan tertatih Yasha mendorong tiang infus dan membuka pintu. Dokter Joan tidak mengatakan sebelah mana ruangan kakaknya. Bisa saja sebelah kanan atau sebelah kiri dari ruangannya. Jadi Yasha harus mengecek satu persatu dulu.


"Baiklah ke kanan dulu.." Gumam Yasha.


Koridor tampak sepi, bahkan sangat sepi. Yasha menoleh ke kanan dan ke kiri tapi tak ada lalu lalang orang. Sangat sepi untuk ukuran rumah sakit yang katanya terkenal di Seoul. Melihat dari interiornya setiap kamar punya desain berbeda dan sangat mewah. Yasha jadi sadar jika tempat ini adalah ruangan VIP.


"Huh.. pantas saja aku tidak mendengar keramaian di luar dan tidurku sangar nyenyak. VIP room ternyata seperti ini ya.. uang memang punya efek yang luar biasa. Jika aku sendiri, aku tak akan mampu membayar pelayanan VIP seperti ini. Ini pasti berkat kakak ipar. Aku harus berterima kasih padanya.."


Yasha bergegas mendorong tiang infus dan melangkahkan kakinya. Target pertama adalah ruangan di sebelah kanan ruangannya. Perlahan - lahan dengan mengamati sekitar. Tidak jauh tapi Yasha melangkah pelan - pelan.


Beberapa meter darinya tampak dua orang saling berhadapan dan sedang mengobrol serius. Yasha berhenti, melihat lurus ke arah mereka. Mereka seperti berbisik hingga Yasha tak bisa mendengarnya. Mereka saling berhadapan dengan punggung salah satunya menghadap Yasha.


Punggung yang tertutup rambut hitam hampir sepinggang. Tubuhnya langsing proporsional. Kakinya putih jenjang terekspos karena mini dress yang dikenakan. Sangat mini hingga pahanya hampir terlihat semua. Jelas itu adalah perempuan yang seksi menurut Yasha.


Lawan bicara perempuan seksi itu jelas laki - laki. Terlihat dari celana panjang dan lengan kemeja yang digulung asal. Yasha tak bisa melihat si laki - laki karena posisinya terhalang tubuh si wanita seksi.


Yasha tidak ingin tahu urusan orang lain. Dia menggeser sedikit tiang infusnya dan melangkah ke sisi sebelah dua orang itu. Yang membuat Yasha penasaran adalah kenapa orang itu berbicara di lorong dengan berdiri. Jelas ada beberapa kursi yang tersedia, dan dekat dengan kamarnya.


Padahal sudah bilang tidak ingin ikut campur urusan orang lain. Tapi otak Yasha malah berfikir macam - macam. Segara saja Yasha membersihkan rasa penasarannya dan kembali melangkah.


Deg


"Oppa.."


Yasha melihat Seo Won. Laki - laki itu adalah Seo Won. Kemudian Yasha melirik sekilas orang di depan Seo Won. Ternyata Min Soyou.


"Astaga.. apa yang mereka lakukan disini.. oppa.."


Tubuh Yasha menegang. Melihat mereka bersama lagi membuat hatinya kembali teriris. Kenyataan jika mereka berdua nyata di depan matanya. Langkah Yasha berhenti. Dia ingin kembali saja, tak sanggup melihat ini lebih lama. Tapi dia perlu memeriksa ruangan disana. Dilema.


Akhirnya Yasha memutuskan untuk tetap melangkah dan tidak mempedulikan apa yang dia lihat.

__ADS_1


"Tahan sedikit saja Sha.. natural.. biasa saja.."


Yasha kembali melangkah maju hingga Seo Won menyadari kehadirannya.


"Yasha.. mau kemana?" Ucap Seo Won terkejut.


Yasha diam dan terus berjalan tanpa memperdulikan Seo Won.


"Yasha.." Seo Won menghadang di depan Yasha.


Terpaksa Yasha berhenti dan mengangkat pandangannya.


"Ah.. ke tempat kak Yana.. tapi aku tidak tahu disebelah mana ruangannya. Jadi aku mau mengecek ruangan yang disana.. jangan hiraukan aku, silahkan lanjutkan urusan anda.." Jawab Yasha dengan senyum yang dipaksakan.


"Bukan yang sini, Yana ada disebelah sana. Ayo aku antar.." Seo Won mendorong tiang infus Yasha dan menuntunnya ke ruangan Yana.


Yasha sempat bertemu pandang sengan Min Soyou dan memberi hormat singkat. Setelah itu Yasha tak mempedulikan wanita itu dan berjalan mengikuti Seo Won.


"Yasha.."


Yasha tersentak karena Seo Won tiba - tiba berhenti tepat di depan pintu kamar Yana.


Pandangan mereka bertemu. Ditatap dengan sangat inten membuat hati Yasha berdesir.


"Tidak.." Jawab Yasha singkat.


"Tolong jangan salah faham, yang tadi juga tolong jangan salah faham?"


Tolong jangan salah faham? Hei, kamu saja tidak menjelaskan apa pun padaku. Kamu minta aku percaya padamu gitu? Cih.. dasar playboy! Runtuk Yasha dalam hati.


"Kamu ingin aku percaya padamu?" Jawab Yasha dingin.


Mata Seo Won bergetar. Telinganya tak salah mengangkap kata 'kamu' alih - alih 'oppa'.


"Tentu saja.. tapi kenapa kamu memanggilku.."


"Aku tidak percaya lagi denganmu.." Sergah Yasha sebelum Seo Won menyelesaikan ucapannya.


Seperti disambar petir padahal langit terang benderang. Kata Yasha menamparnya dengan keras. Inilah yang Seo Won takutkan. Kesalah faham yang terus terjadi hingga berujung seperti ini.


"Yasha.. aku bisa jelaskan semuanya.." Ucap Seo Won panik.

__ADS_1


"Malam itu Soyou hanya minta maaf, soal pelukan itu Soyou yang melakukannya karena aku tidak mau kembali padanya. Yasha.. tolong jangan seperti ini.. percayalah padaku.. aku sudah menolaknya tapi dia terus datang. Aku sudah mengusirnya. Hanya kamu yang aku cintai.. aku mohon, percayalah.." Jelas Seo Won frustasi.


Melihat wajah Yasha yang tampak tak percaya Seo Won seperti di dalam ruangan gelap tanpa cahaya dan minim udara. Dadanya sesak, hatinya perih.


"Lalu kenapa kamu diam saja ketika wanita itu memelukmu? Apa kalian sedang melepaskan rasa rindu satu sama lain? Melihat wanita itu ada di dalam apartemenmu saja sudah cukup membuktikan jika kamu masih punya rasa dengan dia. Jangan bohongi aku apalagi hatimu. Jika kalian masih saling suka apa yang bisa aku lakukan? Kita akhiri saja hubungan kita. Aku sudah tidak percaya lagi padamu.."


Tidak rasa yang lebih sakit menurut Seo Won selama hidupnya, selain ini. Yasha masih mendorongnya pergi. Sejak kapan wanita yang dia cintai susah dijangkau. Hati Seo Won kalut.


"Aku tidak mau.."


Alis Yasha mengernyit.


"Apa maksudmu?"


"Aku tidak mau ya tidak mau. Kamu orang yang aku cintai. Bukan dia. Dia yang terus mengejarku. Aku tidak ada perasaan apa - apa lagi. Malam itu aku memang salah karena mengijinkan dia masuk apartemen.. sekali saja tolong maafkan aku Yasha, hmm?"


"Untuk apa hubungan ini dipertahankan? Aku tidak ingin terus mencurigaimu.. mengakhiri hubungan kita adalah jalan yang terbaik. Aku akan segera pulang ke Indonesia. Tolong mengertilah.." Jawab Yasha acuh.


Yasha mengambil tiang infusnya kemudian melewati Seo Won begitu saja. Tanpa menoleh.


Tubuh Seo Won membatu dan otaknya tak mampu mencerna apa yang baru saja terjadi. Pijakannya hampir saja ambruk karena gravitasi terasa menghisapnya kuat - kuat.


"Hyung.." Suara Max mengejutkannya.


"Mau minum kopi denganku?"


Max yang entah darimana sambil menggendong bayinya mengalihkan perhatian Seo Won. Matanya terasa panas. Jika boleh, Seo Won ingin menangis sekarang.


---


Sesuatu yang lembut, hangat dan panas menyentuh leher Yasha. Terasa geli tapi Yasha tak kuasa membuka matanya karena kantuk yang menempel di kedua matanya. Selain itu, rasa itu terus terasa di setiap inchi wajahnya. Dahi, mata, pipi, hidung, dan bibir terasa basah. Yasha terpakasa melawan rasa kantuknya dan membuka mata.


Saat dia membuka mata, matanya membulat saat melihat Seo Won menjulang diatasnya. Yasha tak bisa bergerak sama sekali. Tubuh Seo Won menindihnya. Kedua tangannya dikunci dengan tangan Seo Won. Yasha terus menerus dihujani ciuman oleh Seo Won. Rasa kenyal dan hangat itu ternyata bibir Seo Won yang menciumnya acak secara terus menerus.


"Oppa!" Yasha meronta hendak melepaskan diri tapi tidak berhasil. Tubuh Seo Won menghimpit seperti tak ingin melepaskannya.


Seo Won tak mempedulikan Yasha, dia terus sana menghujani Yasha dengan ciuman acak di seluruh wajah dan lehernya. Saat bibir Seo Won mendekat di wajah Yasha, dia samar mencium bau alkohol.


"Oppa mabuk?"


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2