
"Menginap saja disini.. hmm? Aku janji tidak akan melakukan apapun. Hanya tidur dengan memelukmu.." Pinta Seo Won sedikit memaksa.
"Tidak akan melakukan apapun katanya? Bukan masalah tidak melakukan apapun. Apa yang harus aku katakan pada Kak Yana kalau aku tidak pulang malam ini. Kalau aku bilang akan menginap di rumah Won oppa mereka akan langsung tahu hubungan kita. Menginap di rumah teman? Aku kan tidak punya teman disini. Kalau tidak memberi kabar apalagi, bisa - bisa mereka akan lapor polisi. Lagian ini kan hari pertama kencan, masak ya harus tidur bersama? Beginikah budaya mereka? Ah.. apa - apain ini. Siapa sebenarnya yang lebih tua disini? Kenapa dia malah bersifat kekanak - kanakan begini sih?!"
Ingin rasanya Yasha berteriak seperti itu tapi tidak mungkin. Ucapannya itu terlalu pedas untuk dikeluarkan. Mengingat sifat Seo Won yang kekanak - kanakan setelah mereka resmi berpacaran. Misalnya tadi saat makan ramen, Seo Won kekeh minta disuapi. Saat Yasha menggeleng Seo Won langsung ngambek. Kalau sampai Yasha mengatakan hal tersebut, mungkin Seo Won bakal bunuh diri.
"Sabar Sha.. sabar.."
"Oppa.. kakak pasti akan tahu hubungan kita.. tadi oppa sudah janji untuk merahasiakan hubungan kita.."
"Aku akan cari alasan agar kamu bisa menginap disini tanpa mereka curiga.."
"Besok kita akan bertemu lagi oppa.. ini sudah larut malam. Kak Yana juga sudah menelponku tadi. Kita bertemu lagi besok ya.." Bujuk Yasha.
"Besok aku jemput kamu ya.. kita berangkat ke kantor bareng.."
"Tidak perlu, oppa kan setiap hari dijemput mobil kantor.."
"Mulai besok aku akan memakai mobilku sendiri dan menjemputmu.. ya?"
"Fiuh.. situasi tawar menawar macam apa sih ini.."
"Iya baiklah.. aku pulang dulu ya.."
"Yakin tidak mau aku antar?"
"Aku sudah memesan taksi, oppa istirahat saja.. oppa pasti lelah.."
"Baiklah.. aku antar sampai depan.. boleh kan?"
Yasha mengangguk pelan.
Sebenarnya dia juga tidak ingin berpisah dengan Seo Won, tapi mau bagaimana lagi. Dia tidak ingin memperlihatkan hubungannya pada orang lain. Yasha tidak suka hal mencolok. Nanti dululah, dia pasti akan jujur kok tentang hubungannya dengan Seo Won pada kakaknya tapi bukan sekarang.
"Oppa masuklah.. taksinya sudah datang.."
Cup
__ADS_1
Seo Won mencium pipi Yasha pelan sebagai tanda berpisah.
"Sampai bertemu besok sayang.." Ucap Seo Won dengan senyumnya yang bisa melelehkan salju di gunung Halla.
"Ah.. bye oppa.."
Sentuhan itu tidak membuat Yasha terkejut lagi. Seperti sudah biasa padahal baru satu hari. Mungkin saking banyaknya mereka bersentuhan hari ini.
"Ahjussi tolong antarkan pacar saya pulang dengan selamat.."
Seo Won tetap diam hingga taksi Yasha menghilang dari pandangannya.
"Huh.. aku sudah merindukannya.."
---
Yasha bangun seperti biasanya, pukul 06.00 pagi. Rutinitas paginya adalah memasak sarapan dengan Yana kemudian membawa bekal untuk sarapan dan makan siang Seo Won. Hari ini Yasha juga berencana begitu. Tidak akan ada yang berubah sebelum dan sesudah mereka pacaran. Begitu sampai semalam Yasha langsung mandi dan tidur. Tak lupa dia mengirim pesan untuk Seo Won bahwa dia sudah sampai dengan selamat. Seo Won pun membalas jika dia akan menjemput Yasha pukul 08.00 pagi.
Kemarin bagai mimpi untuk Yasha. Dia pacarnya Seo Won sekarang. Akhirnya dia menjadi pemilik hati pria yang selama ini dia inginkan. Tiada yang lebih membahagiakan selain perasaan cinta yang dibalas. Yasha bangun dengan kebahagiaan sisa kemarin.
Tiga puluh menit kemudian Yasha sudah selesai bersiap. Sudah mandi, sudah ganti baju kerja santai yang biasa dia pakai. Kali ini Yasha memakai dress selutut tanpa lengan berwarna pastel tanpa motif yang akan dia padukan dengan cardigan rajut warna senada. Itulah baju kantor menurutnya padahal rata - rata pegawai kantor di IM Entertainment memakai jas formal baik itu pria maupun wanita. Tapi berbeda dengan Yasha, dia punya seleranya sendiri. Toh selama ini tak ada yang menegurnya. Mau dia memakai apa bahkan mau berangkat kerja atau tidak. Semua pegawai disana sudah tahu jika dirinya adalah adik dari istri pemilik perusahaan.
Setelah mengoleskan make up tipis Yasha langsung turun, biasanya Yana sudah bangun dan mereka akan memasak sarapan bersama.
"Sarapan apa ya hari ini? Gumam Yasha menuruni anak tangga rumah Yana.
"Astaga!" Teriaknya kaget begitu sampai dapur dan melihat Yana, Max lengkap dengan Jemima dan pacarnya Seo Won sedang minum teh dan mengobrol riang.
"Oh sudah bangun.. kemarilah.. kita minum teh dulu.."
Betapa terkejutnya Yasha. Seo Won duduk di meja makan rumah kakaknya berpakaian kerja lengkap dengan jasnya pagi - pagi buta begini. Padahal semalam orang itu bilang akan menjemputnya pukul 08.00 pagi. Ini kan baru pukul 06.30 pagi. Apa yang dia lakukan disini, apakah yang mereka bicarakan, kenapa dia tersenyum begitu. Banyak pertanyaan di kepala Yasha.
"Ah iya selamat pagi.." Yasha memberi salam pada semuanya. Dia bergegas mendekat dan duduk di kursi kosong dan sialnya kursi itu disebelah Seo Won.
Mau pacaran sembunyi - sembunyi aja susah banget yak..
"Apa kamu tidak kedinginan?" Ucap Seo Won melepas jasnya kemudian menutup lengan telanjang Yasha dengan jas tersebut.
__ADS_1
"Ah tidak.. aku akan memakai cardigan nanti.." Ucap Yasha gugup. Dia bisa melihat tatapan mata Yana dan Max padanya.
"Mati aku.. matilah sudah.. sudah mati aku.."
"Jangan pakai yang seperti ini lagi.. jangan perlihatkan lenganmu pada orang lain selain aku.. hmm?" Bisik Seo Won pada telinga Yasha.
"Fix. Tamatlah sudah riwayatku.. kakak dan kakak ipar pasti akan bertanya macam - macam setelah ini.."
Yasha tak berani mengangkat kepalanya dan melihat keadaan di depannya. Seperti mendapat serangan di pagi hari, Yasha dibuat mati kutu oleh Seo Won.
"Sha.. kenapa diam saja? Tidak minum tehnya?" Suara lembut Yana terdengar.
Yasha yang gugup langsung mengambil cangkir tehnya yang masih panas.
"Ah.. panas.. ah.."
Yasha melepas begitu saja cangkir teh kemudian meniup tangannya.
"Hati - hati.. apa yang kamu lakukan.. tanganmu yang cantik ini bisa terluka.."
Seo Won langsung menarik kedua tangan Yasha kemudian meniupnya perlahan.
"Apakah sakit? Perlukah kita ke dokter?" Tanya Seo Won bertubi - tubi.
"Hyung.. lakukanlah itu saat kami tak ada.. aku geli melihatnya.." Suara Max menggelegar.
"Dia memang adikku tapi dengan melihat dia bermesraan di depanku kenapa aku jadi mual ya.." Timpal Yana.
"Sayang apa kamu baik - baik saja? Apakah bayinya tidak apa - apa? Kamu ingin muntah? Muntah saja disini biar nanti aku yang membersihkannya.."
"Huh.. aku merestui kalian.. tapi jangan bermesraan seperti itu lagi di depanku.. aku merinding ahjussi.. lihatlah bulu tanganku, sudah berdiri sejak tadi.."
"Iya iya maaf.. aku akan berhati - hati mulai sekarang.." Jawab Seo Won tersenyum tipis.
Tampaknya ada yang terjadi sebelum Yasha datang. Hanya Yasha disini yang tak faham akan situasi yang terjadi. Yasha bergantian memandang Yana, Max dan Seo Won, mencoba memahami perkataan mereka. Tapi belum ketemu jawabnnya, wajah Seo Won sudah mendekat.
"Aku sudah memberitahu mereka kalau kita pacaran.. kamu pasti akan bertanya kenapa sudah datang jam segini, jadi sebelum Yasha bertanya aku akan mengaku, karena aku merindukan Yasha.." Bisik Seo Won dengan senyumnya yang sangat menggoda.
__ADS_1
Bersambung...