
"Ada temanku yang ingin berkenalan denganmu Yana.."
Yana terkejut. Alisnya terangkat salah satu.
"Siapa?"
"Teman lama yang datang ke pasta hari ini. Dia ingin berkenalan denganmu.."
"Katakan padanya aku sudah punya anak.."
"Dia sudah tahu. Saat pest berlangsung dia memperhatikanmu.."
Yana diam.
"Hanya ingin berkenalan saja. Temui dia sekali. Anggap ini sebagai menjalin hubungan teman.."
"Apakah dia orang yang baik?"
"Ya seperti itu. Aku pernah mengenalnya dulu.. bagaimana menurutmu? Hitung-hitung sebagai teman menghabiskan waktumu di Korea. Kamu akan kembali lusa kan?"
"Ya.. ok baiklah.."
"Aku kirimkan tempat ketemua besok.."
Klik
Taejoon mematikan panggilan telponnya. Setelah pesta selesai dia dan Jieun langsung terbang ke Hawaii untuk bulan madu.
Dia berbohong. Dia tak sanggup membohongi Yana langsung. Dia sengaja menelpon Yana untuk memberitahunya. Setidaknya tak harus tatap muka jadi kebohongannya takkan ketahuan. Beribu-ribu maaf dia gumamkan dalam hati. Jalan inilah menurutnya yang baik. Jemima berhak tahu siapa ayahnya, dan ayah Jemima berhak bertemu dengannya meskipun hanya satu kali.
"Semoga ini yang terbaik.." Jieun menimpali seraya menggenggam tangan suaminya.
-----
Dari: Kang Taejoon
__ADS_1
Nam Kafe, 4PM. VIP Room No. 2. Selamat bersenang-senang Yana.
Yana membaca pesan singkat dari Taejoon. Dia ingat tempat itu. Kafe dekat dengan kampusnya dulu dan sering dia kunjungi bersama Taejoon dan Jieun.
VIP Room?
Dia baru pertama kali mendengarnya. Nam Kafe punya konsep baru sepertinya.
Ok baiklah. Sekarang pukul 1PM. Yana masih punya waktu 4 jam dari sekarang untuk siap-siap. Dia akan berangkat sekarang. Sembari menunggu waktu ketemuan, Yana akan mengajar Jemima ke kampusnya dulu, Seoul National University.
Persiapan dirasa sudah cukup. Keperluan untuk dirianya tak banyak, yang banyaka adalah keperluan Jemima. Membawa anak bayi keluar rumah sama artinya dengan pindahan. Tas besar berisi macam-macam kebutuhannya harus wajib dibawa. Ribet.
"Ayo jalan-jalan sama mama sayang.." Ucap Yana pada Jemima.
"Kita akan bertemu teman baru.. semoga dia menyenangkan.."
Seolah faham dengan ucapan Yana, Jemima bergumam tak jelas dengan tangan mengepal penuh air liur. Gigi Jemima sudah tumbuh dua kecil di gusi atas bagian depan, seperti kelinci yang lucu. Apapun yang ada didepannya tak luput dari mulut kecilnya. Jemima akan melahap apapun di genggamannya termasuk tangannya sendiri.
Jarak rumah Taejoon ke kampus tak terlalu jauh, hanya 30 menit naik taxi. Yana berjalan menyusuri jalanan kampus yang dipenuhi dengan pohon-pohon. Hawa dingin menerpanya. Bulan November ya, sebentar lagi akan turun salju. Yana sudah memprediksi diluar akan dingin makanya dia memakai jaket tebal untuk membungkus tubuhnya dan tubuh Jemima.
Yana terhanyut akan nostalgia. Setiap sudut dia kunjungi. Gedung kuliahnya dulu, taman tempat diskusi, kantin tempat nongkrong dan beberapa tempat lainnya. Melihat para mahasiswa yang bergerombol membuat mata Yana berbinar, dulu dia seperti itu. Mengobrol sepuas hati di taman bersama Taejoon dan Jieun. Ah masa kuliahnya di Seoul akan menjadi kenangan indah jika saja dia tidak bertemu Max dan tidak jatuh cinta padanya.
Jam tangan bulat pipih milik Yana menunjukkan pukul 3.30PM, jika dia tidak berangkat sekarang dia pasti akan terlambat. Yana berencana jalan kaki ke Nam Kafe. Jaraknya tidak terlalu jauh sih, Yana hanya tidak ingin terlambat saja.
Klang
Suara pintu terbuka. Hawa hangat langsung terasa.
"Selamat datang. Ada yang bisa saya bantu?" Pelayan yang dekat pintu menyapa Yana.
"Aku ada janji di VIP Room No. 2.." Jawab Yana.
"Ah mari saya antar Nona.."
"Apakah dia sudah datang?"
__ADS_1
"Sepertinya belum. Anda bisa menunggunya di dalam.."
Yana mengikuti pelayan naik ke lantai dua. Inilah yang baru dari Nam Kafe, lantai dua. Dulu kafe ini hanya satu lantai. Sepertinya lantai dua dibuat khusus untuk ruangan privat. Desainnya tak jauh beda dari lantai satu. Ruangan kecil dengan pintu tertutup lah pembedanya. Gagasan yang bagus.
"Silahkan. Ada yang ingin anda pesan terlebih dahulu Nona?"
"Tolong air putih hangat. Aku akan memesan nanti setelah temanku datang.."
"Baik.."
Yana melepas jaketnya begitu masuk ke dalam. Gaya retro menjadi konsep dalam ruangannya. Benar-benar unik.
Jemima selalu menjadi anak yang baik. Dia tidak rewel jika diajak jalan keluar. Tak seperti kemarin yang memutari gedung pernikahan Taejoon dan Jieun, hari ini Jemima sangat anteng dalam gendongan Yana.
Perlahan Yana melepaskan alat gendong Jemima, kemudian membawa tubuh kecil itu ke pangkuaannya.
Pelayan datang membawakan air hangat. Yana mengeluarkan snack untuk Jemima agar tidak bosan. Tangan dan mulut Jemima penuh dengan remahan snack. Dia dengan hati-hati mengelap pipi Jemima yang kotor dengan tissu.
Ceklek. Klik.
Suara pintu terbuka dan tertutup kembali.
Yana mendengarnya. Dia sudah datang, gumam Yana. Karena tak ada suara Yana segera menoleh.
Deg
Tatapan mereka bertemu.
Max..
Ya. Max ada dihadapannya sekarang.
"Hai.." Sapa Max tersenyum cerah.
Ketakutan Yana terjadi. Seseorang yang sangat ingin dia hindari malah ada di depannya sekarang.
__ADS_1
Jika Tuhan menghendaki. Apa yang terjadi maka terjadilah.
Bersambung..