My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
69. T&J Wedding


__ADS_3

2 hari yang lalu...


Max sedang mengadakan meeting dengan para bawahannya ketika Park Jihoo tiba-tiba masuk.


"Tuan.." Ucapnya lirih.


Max menghentikan pidatonya.


"Ada masalah?"


"Ini tentang Nona.." Jawab Park Jihoo.


Peserta rapat sontak menoleh pada Park Jihoo diambang pintu.


"Tunggu diruanganku. Apakah itu penting?"


"Ya.."


"Ok rapat saya tunda, kalian bisa pulang lebih awal.."


Max langsung menghambur keluar meninggalkan keheningan di dalam ruang rapat. Seo Woon tak mampu berkata-kata. Begitu mendengar nama Yana, Max tidak akan mempedulikan lainnya. Dia bangkit kemudian dengan malas mengikuti Max kembali ke kantornya, pastinya setelah menenangkan peserta rapat dulu.


"Apa ada masalah?" Tanya Max tak sabar.


"Nona Yana baru saja tiba di Korea.."


Mata Max membulat.


"Sahabatnya Kang Taejoon dan Song Jieun akan menikah dua hari lagi.." Jelas Park Jihoo.


"Ah aku ingat mereka. Jadi mereka akan menikah.."


"Nona datang bersama Jemima.."


"Dimana mereka tinggal?"


"Dirumah Kang Taejoon.."


Rahang Max mengeras. Kenapa Yana tinggal disana, Taejoon adalah pria. Kenapa tidak di hotel atau ditempat Jieun saja.


"Terus pantau mereka.. kirimkan semua informasi tentang pernikahan mereka.." Titah Max.

__ADS_1


"Baik.." Park Jihoo menunduk hormat. "Tapi ada sesuatu yang membuat saya aneh.." Celetuknya.


"Apa itu?"


"Kata salah satu staff divisi hantu yang mengawasi Nona Yana selama ini.. anak itu, Jemima.. matanya mirip dengan Tuan.." Ucap Park Jihoo ragu-ragu.


"Katamu Jemima anak adopsi.."


"Itulah yang membuat kami bingung. Kami sedang melacak informasi tentang Jemima Tuan.."


"Segera kerjakan.."


Park Jihoo segera pergi dari ruangan Max. Meninggalkan Max yang sedang merenung.


Mata yang mirip?


Ada yang kamu sembunyikan Yanaku.


Batin Max berteriak.


-----


"Hanya ada Jieun disampingku.. tak ada pilihan lain.."


Yana mengingat cerita Taejoon dan Jieun tentang bagaimana ceritanya mereka bisa menikah. Ada rasa sedih. Sedih karena tidak ada disana ketika momen itu terjadi. Namun dengan melihat Taejoon dan Jieun di atas altar bersama sedang bertukar cincin, rasa sedih itu menguap. Air matanya tak bisa ditahan. Kedua sahabatnya sudah bersatu. Keputusan yang benar untuk menghadiri pernikahan mereka. Apa jadinya jika Yana tidak datang, pasti dia akan menyesal seumur hidup.


Pemberkatan telah selesai dilaksanakan. Saat ini pesta sedang berlangsung. Banyak tamu yang datang. Yana sibuk sendiri dengan Jemima. Jemima yang sedang belajar berjalan tak mau duduk diam. Gadis kecil dengan bandana bunga dikepalanya itu mengitari seluruh ruangan dan Yana harus mengikutinya karena bisa saja Jemima tertabrak tamu lain.


Jemima akan menangis jika Yana menggendongnya. Melihat banyak orang Jemima menjadi aktif. Yana dibuat kewalahan. Dia tak sadar jika gerak-geriknya diperhatikan oleh Max dan Seo Woon yang menyelinap diantara para tamu.


"Dia banyak berubah.." Lirih Max.


"Ya. Mungkin karena dia sudah menjadi ibu. Aku dengar dari Jihoo jika anak itu adalah anak adopsi. Yana memang memiliki hati yang besar.."


"Dia memang wanita seperti itu. Aku yang bodoh karena membiarkan dia pergi hyung. Kali ini aku akan membuatnya kembali.."


Mata Max tak lepas dari Yana. Wanita itu tetap cantik meskipun sedikit berisi. Dada dan pinggulnya menjadi montok. Tapi tubuhnya tetap ramping dan rambutnya dipotong sebahu. Hati Max tercubit. Dia bodoh karena melepas makhluk seindah itu.


Kamu banyak berubah. Dan aku menyesal karena tidak bersamamu saat kamu tumbuh.


Pandangannya beralih dari sosok Yana ke sosok kecil yang sedang berlarian dengan tertatih-tatih di depan Yana. Makhluk kecil bergaun merah muda senada dengan bandana pita di kepalanya.

__ADS_1


Jemima..


Max tak bisa jelas mengangkap wajahnya karena terhalang oleh para tamu. Yana berada dibelakang mengikuti setiap langkah riang bayi itu. Anak yang sangat aktif pikir Max. Saking aktifnya anak itu menabrak pot bunga kemudian menangis. Suaranya samar terdengar.


Yana langsung mengambil tuhub Jemima dan membawanya ke dalam pelukannya. Dia terus menanam ciuman dipipi gembul Jemima kemudian menyingkir ke samping ruangan.


"Hyung tunggu aku sebentar.."


Max mengikuti Yana. Ternyata Yana ke ruang istirahat.


Gedung yang digunakan untuk pesta Taejoon dan Jieun memiliki fasilitas yang mewah. Terletak di tengah kota, Kangin Grup Hotel Seoul sering digunakan untuk berbagai acara karena memiliki convention hall yang sangat luas.


Yana masuk ke dalam ruang khusus ibu menyusui yang bersebelahan dengan kamar mandi. Max mengikuti Yana dibelakang. Tangisan Jemima masih terdengar.


Pelan-pelan Max membuka sedikit pintu ruang itu agar bisa mengintip. Matanya bisa melihat Yana meskipun jangakauannya pendek. Untuk saja Yana mengambil tempat duduk di dekat pintu.


Satu persatu Yana membuka kancing gaun yang dia gunakan. Yana sengaja memilih gaun pesta yang terdapat kancing di depan dada, karena dia masih meyusui Jemima langsung. Selama setahun ini Yana tidak pernah memberi Jemima susu formula. Semuanya langsung darinya.


Max melihat semuanya.


Jemima dengan rakusnya menyusu pada Yana. Bahkan buah dada Yana sedikit terlihat saat menyusui Jemima. Tangisan Jemima mereda setelah diredam oleh Yana. Yana membersihkan bekas air mata Jemima menggunakan tissu. Gerakannya halus penuh kasih sayang. Tak berapa lama Jemima langsung tertidur di pelukan Yana.


Jantung hati Max melorot ke lantai.


Matanya mirip milik Tuan..


Ucapan Park Jihoo terngiang-ngiang di kepala Max. Meskipuk tak jelas Max melihat mata Jemima. Bola mata warna hitam tegas mirip dengannya. Tubuhnya langsung menegang, kepalanya seperti dihantam benda dengan berat ratusan ton.


Jemima bukan anak adopsi. Yana pasti menyembunyikan sesuatu. Aku harus mencati tahunya.


Langkah Max melebar mendekati altar. Disana ada sepasang pengantin yang sedang menerima salam dari para tamu undanga.


"Hai.. lama tak berjumpa.."


Hening.


Baik Taejoon maupun Jieun terkejut. Max berdiri di depan mereka.


"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Jieun ketus.


"Aku ingin meminta bantuan kalian.. aku mohon.."

__ADS_1


"Apa maumu?"


Bersambung...


__ADS_2