My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
Love Bird Ep 13 - Seo!


__ADS_3

Klek


Pintu terbuka


Seo Won keluar setelah berdebat dengan pikirannya. Dia tidak bisa mengabaikan Min Soyou sepenuhnya. Mereka memang harus duduk berdua menyelesaikan masalah yang belum selesai.


"Masuklah.." Ucap Seo Won pelan.


"Seo.." Suara Min Soyou serak.


"Aku akan mendengar apa yang ingin kamu katakan.."


Min Soyou mengikuti Seo Won masuk ke dalam apartement. Dia berhenti sejanak di depan pintu masuk. Matanya memindai semua ruangan, tetap sama. Apartement yang tampak tak asing baginya. Tempat ini pernah jadi rumah keduanya. Di dapur sekilas terbayang dia dan Seo Won masak bersama. Di sofa ruang tv terbayang mereka sedang santai menonton tv dengan kepala Seo Won di pangkuannya. Min Soyou sadar, dia telah melakukan kesalahan besar dan dia merindukan masa - masa bersama dengan Seo Won.


Soyou mengingat dengan jelas bagaimana dia sangat merindukan Won selama di Amerika, betapa dia selalu ingin berlari pulang ke Korea saat ingat Won. Bahkan dia menangis semalam suntuk setelah dari Milan, dia melihat Won tapi tak bisa mendekatinya. Ditambah dengan ancaman Max, hati Soyou jatuh berkeping - keping.


Tidak ada yang bisa dia lakukan. Jika dia kembali karir yang sudah dia bangun dengan susah payah ini akan sia - sia. Soyou tak ada pilihan lain selain bertahan dan terus mencari cela untuk kembali lagi.


Bak gayung bersambut, ada tawaran untuk menjadi muse sebuah produk kencatikan dari Korea. Kontraknya berjangka dan akan diperbaharui setiap lima tahun. Di dalam kontrak itu tertara Soyou sebagi model iklan dan wajah bagi brand harus promosi aktif di Korea selama dua tahun pertama. Nilai kontraknya pun menggiurkan. Kesempatan ini Soyou manfaatkan baik - baik untuk kembali ke Korea.


"Duduklah.." Suara Seo Won membuyarkan lamunan Min Soyou.


"Ah iya.." Sambil menunduk Soyou mengikuti Seo Won.


Rasa hangat dan empuknya sofa itu mengingatkan Min Soyou akan kenangannya bersama Seo Won. Betapa bodohnya telah meninggalkan semua kenyamanan ini.


"Apa yang ingin kamu katakan? Aku tidak punya banyak waktu.."


Soyou mengerjapkan matanya. Entah hanya perasaannya yang sedang sensitif atau bagaimana, Won seperti orang lain. Dengan terus bergumul dengan pikirannya, Soyou ingin memastikan itu sendiri.


"Aku ingin menjelaskan sesuatu.."


"Ya aku siap mendengarkan.."

__ADS_1


Ucapan Seo Won tak lembut sama sekali. Soyou tersentak dengan jawaban Seo Won. Hal ini semakin membuat hatinya teriris.


"Seo, aku minta maaf.."


Seo Won diam.


"Saat itu aku tidak punya pilihan lain. Tawaran ke hollywood itu sangat langka. Tak banyak orang bisa mendapatkannya. Aku yang tiba - tiba mendapatkan tawaran itu tak bisa melepaskannya begitu saja. Banyak orang mati - matian memperjuangkan tawaran itu.."


"Jadi kamu mengorbankan apapun untuk mendapatkan tawaran itu?"


"Bukan seperti itu.."


"Lalu seperti apa? Kamu dengan keegoisanmu telah memenangkan tawaran itu Soyou.. kenapa kamu kembali? Bukankah kamu meninggalkan tempat ini untuk mendapatkan tempat yang disana?"


"Karena aku merindukanmu!"


"Rindu? Cih.."


"Seo!"


"Aku masih mencintaimu.. aku sangat merindukanmu selama ini Seo.. maafkan aku.. maafkan aku.." Tangis Soyou pecah.


"Kenapa baru datang sekarang? Setelah lima tahun pergi tanpa kabar, kamu bilang kamu masih mencintaimu? Cinta seperti apa yang kamu maksud. Kamu sangat egois Soyou.."


"Tidak ada bisa aku lakukan. Isi kontrak itu memaksaku begitu. Aku tidak bisa apa - apa, saat aku datang dan setelah tanda tangan kontrak aku sadar aku tidak bisa mundur lagi. Aku melakukannya karena aku yakin kamu pasti akan memafkanku.. kamu masih mencintaiku kan Seo?"


"Semua sudah terlambat Soyou.. aku bukan orang yang dulu lagi.. hubungan kita sudah berakhir sejak lama.. pergilah.. percuma kamu menangis.."


"Tidak. Hanya aku orang kamu cintai.. kita pernah berjanji untuk menikah.. kamu tidak melupakan itu kan? Aku akan kembali ke Korea Seo.. aku janji, aku tidak akan meninggalkan kamu lagi. Berikan aku kesempatan sekali lagi.. Seo aku mohon.." Suara Soyou terbata karena isak tangisnya. Dia terus berupaya menggapi hati pria yang telah berubah. Seo Won ternyata sudah berubah, bukan hanya perasaannya saja. Kini dia sedang berusaha menyentuh hatinya lagi.


"Soyou.. cukup. Jangan egois aku mohon.. kamu datang untuk meminta maafku, aku sudah memaafkanmu. Kenapa kamu menjadi serakah?"


Jauh di dalam lubuk hatinya, Seo Won tak tega melihat Soyou menangis. Melihat wajahnya memohon dengan air mata bercucuran dan tangan yang menahannya dengan erat itu jauh lebih menyakitkan dibanding ditinggalkan lima tahun yang lalu.

__ADS_1


*Kenapa baru sekarang?


Lima tahun sudah berlalu..


Setelah pergi begitu saja, kenapa kembali lagi*?


Yasha..


Yasha? Tiba - tiba wajah Yasha melintas dipikiran Seo Won. Tubuhnya tersentak, dia telah melupakan Yasha. Dia punya Yasha. Wanita yang dia cintai. Kenapa dia bisa goyah? Soyou hanya masa lalunya. Dia tak mungkin menghianati Yasha. Gadia itu telalu baik untuk disakiti.


"Maafkan aku.. aku tidak bisa menerimamu kembali Soyou. Hubungan kita sudah lama berakhir.."


Seo Won melepaskan tangan Soyou dengan kasar. Pijakannya telah kembali, dia harus tegas. Tak ada kata kembali untuk masa lalu yang telah meninggalkannya.


"Tidak! Seo jangan begini! Seo!" Soyou bangkit dengan semua kekuatannya.


Dia harus mencegah Seo Won. Dia tidak bisa kehilangan Seo Won lagi. Dia tidak mau, tidak.


"Seo!"


Soyou menahan Seo Won dengan tubuhnya. Tangannya melingkar erat di perut Seo Won. Dia memeluk punggung Seo Won seperti tak mau melepaskannya.


Tut tut tut tut tut tut ceklek


"Oppa! Apa oppa belum tidur? Lampunya masih menyala, maaf aku mengganggu, dokumen untuk rapat besok masih aku bawa, oppa lupa mengambilnya kan?!"


Bruk bruk bruk


Beberapa dokumen berjatuhan di lantai. Suaranya menggema memenuhi ruang tamu yang langsung terhubung ke arah pintu. Setalah masuk, ruang tamu menjadi pemandangan pertama di apartement Seo Won. Ruang tamu yang mempunyai fungsi ganda sebagai ruang televisi.


"Maaf aku mengganggu.."


"Yasha!"

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2