My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
67. Berangkat


__ADS_3

"Hanya beberapa hari saja.. kenapa kalian heboh begini sih.."


Semua anggota keluarga Yana berlomba-lomba menunjukkan perhatian mereka sebelum keberangkatan Jemima ke Korea. Orang yang paling sibuk diantara yang lain adalah Yasha. Dia sepenuh hati penunjukkan kasih sayang ke Jemima.


"Sekarang musim apa ya kak disana? Bulan November itu berarti musim dingin ya.. apa aku harus membelikan Jemy baju musim dingin?"


Celoteh Yasha di tengah aktivitasnya membantu Yana packing baju.


"Baju Jemy sudah banyak. Kalau butuh sesuatu tinggal beli disana aja. Kakak kan paling cuma tiga atau lima hari Sha.. ga usah heboh gitu ah.."


"Ini kan jalan-jalan Jemy pertama kak.. ya harus heboh lah.."


Fiuh.. Yana menghembuskan nafas pelan. Anak yang mau jalan-jalan saja santai gitu. Lihat Jemy saat ini sedang apa. Ya tidurlah. Jemy yang dihebohkan dengan nyenyaknya tidur di ayunan.


"Jemy belum tahu apa-apa Sha. Anak umur satu tahun bisa apa.." Celetuk Yana.


"Kak.. kakak dan Jemy pasti akan pulang kan?"


Tiba-tiba suasana jadi serius. Suara Yasha juga melembut.


"Ini hanya jalan-jalan.. jangan berfikiran aneh.."


"Kami hanya khawatir. Siapa orang itu tahu terus mengambil Jemy.." Ucap Yasha blak-blakan.


Hal buruk bisa saja terjadi. Kita tidak bisa memprediksi masa depan dengan akurat. Apalagi di Korea ada ayah Jemima. Selama ini keluarga mereka telah menyembunyikan Jemima dengan baik. Mereka takut jika ayah Jemima tahu dan mengambil Jemima. Wajar kan khawatir. Jemima adalah malaikat kecil keluarga mereka.


"Tidak mungkin. Aku tidak akan membiarkannya tahu Sha.. Jemy adalah anakku.. dia tak ada hubungannya dengan Jemy.." Yana menenangkan Yasha.


Yana sendiri butuh ditenangkan. Bukan hanya Yasha, dia sendiri juga khawatir. Tapi dia terua meyakinkan diri sendiri. All is well.


Air mata Yasha tak tertahankan.


"Yasha lebay deh.. kita bukan pergi perang Sha.. kakak dan Jemy pasti akan pulang.."


"Jangan sampai terluka lagi kak.. aku jadi ikut sedih.." Isak tangis Yasha semakin kencang.


"Ya ampun.. lembut sekali hati adikku.."

__ADS_1


-----


Hari keberangkatan..


"Ibu sudan menyiapkan multivitamin untuk Jemy. Hati-hati memilih makan untuk Jemy, bayi rentan dengan cuaca Yana.. vaksin Jemy sudah lengkap kan? Perhatikan kebersihan juga.." Jelas ibu Yana panjang lebar.


"Iya bu.. kalian pulang sana.. sebentar lagi aku harus masuk.."


"Kakak yakin tidak perlu membawa storller?" Yasha buka suara.


"Kakak baik-baik saja. Ibu aku dan Jemy tak akan lama disana. Kalau acaranya sudah selesai aku akan segera kembali kok.." Ucap Yana.


Keluarganya memang selalu heboh jika menyangkut Jemima. Ibu, Yasha dan bahkan Yoga ikut mengantar ke bandara. Jika ayah mereka tidak bekerja mungkin ikut mengantar juga.


"Sampai bertemu lagi sayang.." Ibu Yana memberikan Jemy ke Yana.


Bayi montok itu mengoceh tak jelas. Mereka bergantian memberikan ciuman perpisahan untuk Jemima. Mata bersihnya menenggelamkan hati seseorang. Bayi lucu itu akan pergi. Mereka sedih tak bisa melihat bayi itu untuk beberapa hari ke depan.


"Yoga hati-hati ya nyetirnya ya.." Yana melambai kepada adik laki-lakinya. Remaja tanggung yang tahun depan masuk kuliah.


"Bu.. kakak akan baik-baik saja kan?" Yasha pundak ibunya.


"Biarkan kakakmu menyelesaikan masalah hatinya.. kurasa dia akan baik-baik saja.. ibu sudah rindu Jemy.."


"Kira-kira kakak akan bertemu ayah Jemy ga ya?"


"Ibu harap mereka bertemu dan menyelesaikan masalah mereka. Ibu juga penasaran dia orang yang seperti apa ya.."


"Ganteng bu.." Jawab Yoga cepat.


Meledaklah tawa diantara mereka.


-----


H-2 pernikahan..


Song Jieun akan menjadi pengantin Kang Taejoon dua hari lagi. Pernikahan mereka akan diadakan di Seoul. Saat ini mereka sedang mempersiapkan semuanya. Termasuk menyambut kedatangan Yana. Taejoon sudah menunggu di bandara. Jieun tidak bisa ikut karena ada hal yang harus diurus.

__ADS_1


Selama dua tahun ini mereka saling berhubungan lewat telpon atau email. Itupun jarang karena kesibukan masing-masing. Taejoon setelah lulus mewarisi perusahaan ayahnya. Jieum sendiri bekerja di sebuah perusahaan iklan dan memiliki karir yang bagus. Hanya Yana mungkin yang tidak beruntung, kuliah jauh-jauh ke Korea malah jadi guru TK. Tapi Yana tak pernah menyesalinya, dia punya Jemima. Sesuatu yang jauh lebih unggul dari apapun.


Mata Taejoon menyipit melihat sosok Yana yang keluar dari pintu kedatangan. Beberapa kali dia mengucek matanya, memastikan jika dia tidak salah mengenali orang. Rambut hitam pendek sebahu menggendong bayi di depan dadanya. Saat dia masih memastikan, Yana mendekat kemudian tersenyum.


"Taejoon.."


"Yana?"


Senyum khas dengan lesung di pipi kanan tidak pernah berubah. Taejoon tak salah mengenali. Orang itu benar Yana, tapi..


"Hai.." Sapa Yana tersenyum cerah.


"Benar Yana kan?" Taejoon sepertinya belum percaya jika Yana ada di depannya.


Tatapannya terus bergantian antara Yana dan Jemima ditangan Yana. Jemima yang masih tertidur menjadi fokus utama Taejoon.


"Ya aku Yana.."


Ah Yana lupa. Ada Jemima ditangannya sekarang. Hubungan mereka memang baik tapi Yana tidak pernah memberitahu mereka tentang Jemima.


"Maaf aku belum memberitahu kalian. Ini anakku, Jemima.." Ucap Yana menjelaskan kebingungan Taejoon.


"Kamu sudah menikah?" Tanya Taejoon cepat.


Yana menggeleng dengan senyum masih tersungging.


"Lalu?" Suara Taejoon penuh tanda tanya.


"Bisakah kita pergi dulu dari sini Taejoon? Aku harus segera menidurkan Jemima. Dia tidur dengan posisi seperti ini sejak tadi.." Yana mengelus kepala Jemima pelan.


"Ah Ya Tuhan.. ayo kita pulang lebih dulu.. Jieun pasti akan kaget melihatmu.."


"Aku rasa begitu.."


"Kamu harus menceritakan semuanya pada kami Yana.."


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2