
"Apa yang harus aku lakukan hyung?
Max menyandarkan tubuhnya ke sofa.
Karena mungkin ada mata-mata diantara staffnya, Seo Woon mengadakan rapat hanya dengan Max dan beberapa orang dari divisi hantu.
"Untuk kasus kali ini kita memilih untuk diam. Karena kalau melakukan konferensi pers dan kita menyangkalnya, semuanya akan kacau.." Salah seorang divisi hantu buka suara.
"Tapi kalau tidak klarifikasi bahaya juga.. mereka pasti akan mencari-cari kebenarannya.." Timpal yang lain.
"Kalau kita mengungkap identitas Yana. apa kemungkinannya?" Tanya Seo Woon.
Divis hantu sudah memegang identitas Yana ditangannya, jauh sebelum Max kembali ke Korea hari ini. Namun mereka belum bertindak. Setelah Max mengakui jika foto itu benar dan Yana adalah kekasihnya, divisi hantu diam tak berkutik. Awalnya mereka hanya membuat asumsi jika foto itu direkayasa, ternyata itu benar.
"Ada dua kemungkinan. Diterima atau tidak diterima oleh publik.."
"Kalau seandainya tidak diterima?"
"Sekali kita mengungkapkan identitasnya baik Max mengakui hubungannya atau tidak. Nona itu pasti akan diburu. Kalau para penggemar tidak menerima, Nona itu akan dihujat oleh mereka yang tidak suka.. posisi Nona terjepit.."
Max diam. Karena beritanya sudah meluas, IM Entertaintment sulit mengendalikannya. Jika berita itu tiba-tiba ditutup, kecurigaan awak menika akan semakin meruncing. Max yang akan menjadi sasaran dalam hal ini. Karir Max sedang dipertaruhkan.
"Itu semua tergantung Max. Mau mengambil resiko yang mana?"
Divisi hantu sudah mencapai batasnya.
__ADS_1
"Aku tidak mungkin mengorbankan Yana hyung.." Jawab Max pelan. "Identitas Yana harus disembunyikan. Mari kita biarkan kasus ini hingga mereda sendiri.." Tambahnya.
Seo Woon menggaruk dagunya yang tidak gatal.
"Aku akan menata ulang jadwalmu Max.. sepertinya akan ada banyak pihak yang memutus kerja sama. Semoga tidak berdampak buruk pada perusahaan.." Jelas Seo Woon.
Dimulai dari hari ini dia akan sibuk melakukan lobi ke berbagai pihak.
"Bisakah aku meminta pengawalan pada Yana? Aku khawatir.." Desah Max dengan suara lemah.
"Tentu saja.." Jawab Seo Woon.
"Awasi Yana pada jarak tertentu. Selagi kalian mengawasi Yana, perhatikan sekitar. Jika beruntung kita bisa mendapatkan si mata-mata itu. Terus laporkan pekerjaan kalian padaku atau ke Woon hyung.." Titah Max.
"Baik.." Jawab divisi hantu serempak.
"Hyung.. aku sudah bisa menghubungi Yana kan?"
Woon menggeleng cepat. Segala kemungkinan bisa terjadi. Woon berusaha mencegah situasi memburuk.
"Sampai kapan?" Rengek Max.
"Sampai situasinya kembali tenang.." Jawab Woon datang.
"Arrrgghhh.." Max mengusak rambutnya kasar. "Tidak ada cara lain untuk bertemu dengannya? Tolonglah hyung.."
__ADS_1
Seo Woon menghela nafas. Kesabaran sedang diuji dengan tingkah kekanak-kanakan Max. Atau mungkin Woon yang sudah lama melajang jadi dia tak mengerti perasaan orang yang saling mencintai? Hmmm.. Woon mengerang dalam hati.
"Untuk sementara tinggal di rumahku. Aku akan berusaha menghubungi Yana dan membawanya bertemu denganmu.."
Seo Woon mengaku kalah.
"Terima kasih hyung.." Tiba-tiba kekuatan Max kembali.
Dia bangkit kemudian memeluk Seo Woon. Selain manajernya, Woon adalah kakak bagi Max. Hubungan mereka lebih dekat dari seorang sepupu. Bagi orang yang tidak tahu, mereka dianggap kakak beradik.
-----
Pukul 5 dini hari, pintu apartement Yana diketuk. Bukan suara bel tapi suara ketukan yang terdengar beberapa kali. Yana bangun setelah mendengar suara itu. Sekilas dia melirik ke arah Jieun yang masih terlelap. Yana tak bisa tidur nyenyak. Pikirannya dipenuhi dengan ketakutan.
Untuk memastikan jika suara ketukan itu benar, Yana melihat cctv yang terpasang di depan pintu lewat mesin interkom. Terlihat dua pria menggunakan topi hitam dan masker yang menutup sebagian wajahnya.
Yana ragu sejenak. Itu bukan Max.
Suara ketukan itu terdengar lagi. Perlahan Yana berjalan ke arah pintu. Dia sedikit membuka pintu dengan kepala mengintip keluar kemudian berseloroh, "Siapa?"
Dia bersiaga penuh. Jika mereka terlihat mencurigakan, Yana akan mendorong pintu dengan segala kekuatannya.
"Yana.." Salah satu dari mereka buka suara.
"Woon ahjussi?"
__ADS_1
"Ya.."
Bersambung...