My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
Love Bird Ep 5 - Seo Love Story


__ADS_3

"Aku pernah mengancam orang itu.." Suara Max rendah.


"Siapa?"


"Orang yang meninggalkan Won hyung.. aku pernah bertemu dengan dia di Milan saat fashion week lima tahun yang lalu.."


"Oh wanita yang meninggalkan Won ahjussi? Won ahjussi tahu?" Jawab Yana.


"Tidak. Aku menyuruhnya menjauh dari hyung, aku tidak mau dia sedih lagi melihat orang itu. Won hyung dengan susah payah melupakannya. Meskipun tidak sengaja bertemu, hyung pasti akan tetap sedih.."


"Dia model juga?"


"Iya.. dulu kita satu agensi, dan hyung manajer orang itu sebelum menjadi manajer pribadiku.."


"Kenapa dia meninggalkan Won ahjussi?" Tanya Yana polos.


"Entahlah.. yang aku tahu dia menjadi sangat sukses setelah meninggalkan IM Entertainment dan Won hyu ng.. aku dengar dia sekarang di bawah label Luar Negeri dan setara dengan artis hollywood.."


"Berarti Won ahjussi tetap bisa melihat dia tanpa bertatap muka kan?"


"Iya.. setidaknya itu tidak terlalu menyakitkan kalau bertemu langsung.. orang itu pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun.."


"Sudah lama sejak dia meninggalkan ahjussi, Max.. aku rasa Won ahjussi sudah tidak apa - apa jika bertemu lagi.."


"Tapi aku masih tetap tidak suka dengan orang itu.."


"Kalau ahjussi saja sudah merelakan, kamu juga harus memaafkannya.."


"Kamu tidak akan tahu bagaimana kondisi hyung yang orang itu pergi.."


"Kenapa ahjussi tidak menyusulnya? Memohon agar dia kembali?"

__ADS_1


"Andai hyung bisa.. dia terlalu baik.. pada akhirnya dia sendirilah yang terluka.."


"Siapa namanya?"


---


Seo Won melonggarkan ikatan dasinya saat tiba di kamar hotel yang dia sewa selama di Jepang. Begitu sampai dia langsung disambut dengan rapat koordinasi dengan perusahaan kerjasama disana hingga larut malam. Pertemuan itu ditutup dengan makan malam dan minum bersama. Seo Woon merogoh ponsel yang ada di saku celananya. Selama berada dalam pertemuan resmi atau jamuan makan penting Seo Won tak pernah sekalipun menggunakan ponselnya, itulah prinsip hidupnya. Sangat membedakan urusan pekerjaan dan urusan pribadi.


Tubuh atletis yang menjulang tinggi dengan sixpack yang seksi itu, dia hempaskan begitu saja di atas kasur tanpa sempat berganti baju. Dasi dan jas serta sepatu berserta kaus kakinya sudah teronggok di lantai kamar. Jarinya dengan cepat meluncur ke ponselnya. Satu persatu dia membaca pesan dan panggilan yang masuk. Scroll ke atas dan ke bawah seperti mencari sesuatu tapi tidak menemukan. Tidak percaya dengan apa yang matanya lihat, ponsel itu dia dekatkan ke wajahnya. Pesan tidak ada, jarinya segera meluncur ke daftar panggilan, sama tidak ada juga. Apa yang dia cari tidak dia temukan. Hatinya mendadak menjadi kosong, seperti ada sesuatu yang hilang.


Ternyata dia mencari nama Yasha di daftar pesan dan panggilan ponselnya. Sayangnya tak ada satupun pesan atau panggilan darinya. Tubuh Seo Won seketika lemas. Lelah yang dia rasakan seharian ini, terasa berat dua kali lipat.


Untuk : Yashaya


Sudah tidur?


Pukul menunjukkan 00:10 waktu Tokyo di ponsel Seo Won. Dia sampai tak sadar jika sudah dini hari. Dengan bergumam, Seo Woon menggerutu "Harusnya aku menghubunginya tadi. Pasti dia sudah tidur.."


Untuk : Yashaya


Sudah tidurkah? Semoga tidurmu nyenyak.


---


Bip bip


Suara ponsel membuat Yasha terkejut. Dia sudah berusaha memejamkan mata tapi matanya sama sekali tak mau tidur. Tubuhnya menolak untuk tidur, matanya menolak terpejam, otaknya menolak tidak memikirkannya dan hatinya merindukannya.


Dari : Won Oppa


Sudah tidur?

__ADS_1


Yasha diam, dia membaca pesan itu kemudian melirik jam di dinding kamarnga. Dini hari. Jam segini dia mengirimkan pesan? Apakah pekerjaannya baru selesai? Apakah segitu sibuknya? Kenapa tidak mengirim pesan saat sampai di Jepang atau setelah dia makan malam? Apa maksudnya mengirim pesan jam segini?


Banyak sekali pertanyaan yang ingin dia sampaikan, tapi ketika dia hendeka mengetik untuk memberi balasan, Yasha menghapusnya beberapa kali hingga pesan selanjutnya datang.


Dari : Won Oppa


Sudah tidurkah? Semoga tidurmu nyenyak.


Setelah mengalami pergulatan batin, Yasha memutuskan untuk tidak membalas. Menurutnya itu adalah pilihan terbaik. Dia suka Seo Won, sangat menyukainya tapi sepertinya Seo Won hanya menganggapnya adik. Daripada kecewa, Yasha memilih untuk melupakan hal itu dengan mengembara dalam mimpi.


---


Hari kedua di Jepang sangat mengerikan. Seo Won hampir saja memuntahkan sarapannya karena lidahnya tak menyukainya. Dia sehat, dia baik - baik saja, tapi seleranya hari ini sangat kacau. Padahal makanan dari hotel berbintang lima, kualitas masakannya jangan diragukan lagi. Dia hanya bisa meminum teh dan dua lembar roti tawar yang sudah diolesi madu. Itupun sudah pada batasnya karena roti itu lagi - lagi tidak cocok di lidahnya, biasanya dia makan nasi untuk sarapan.


Sejak kapan seleranya berubah? Dia tidak pernah memilih - milih makanan selama ini, tapi kali ini masakan koki bintang lima pun tidak cocok dengannya.


Suasana hatinya sudah kacau sejak dia membuka mata pagi tadi kemudian mengecek ponselnya dan tidak ada balasan satupun dari Yasha. Sekretaris yang menemaninya pun bingung dengan sikap Seo Won, setelah mandi dia gusar kemudian bertanya baju apa yang cocok dipakai untuk jadwalnya hari ini, dan sekretaris itu terkejut, bingung, tak tahu harus menjawab apa. Puncaknya adalah makanan untuk sarapan paginya juga sama kacaunya.


Jadwal hari ini tidak terlalu padat, hanya ada dua agenda bertemu klien di siang hari dan malam hari. Dia dijadwalkan kembali ke Korea besok pagi karena biasanya pertemuan di malam hari memakan waktu yang lebih lama.


"Apa ada jadwal mendesak untuk nanti sore?" Tanya Seo Won pada sekretarisnya yang duduk di sebelah sopir.


"Tidak ada Tuan, hanya ada pertemuan di malam hari.."


"Kosongkan waktu aku. Aku ingin beristirahat di kamar hotel.."


"Apakah ada yang anda butuhkan?"


"Tidak. Jangan ganggu aku sampai waktu pertemuan mulai.."


"Baik Tuan.."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2