My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
49. Dinner


__ADS_3

Yana menjadi pihak yang pasif dalam perbincangan di meja makan. Dia faham dengan topik yang dibicarakan. Mereka berbicara tentang saham, akuisisi, afiliasi perusahaan dan bla bla bla. Tapi karena Yana tak tahu siapa yang mereka bicarakan, Yana memilih diam.


Fakta baru yang dia dapat adalah manajer Max ternyata sepupunya sendiri. Pantas saja wajah mereka agak mirip. Yana memperhatikan tiga anggota keluarga yang sedang asik berbincang dengan dia sebagai pengamat.


"Apakah kamu tidah suka dengan makanannya?"


Max melihat piring Yana yang masih penuh dengan makanan. Beberapa kali dia melirik Yana dengan malasnya menotong daging steaknya.


Pikiran Yana sedang tidak berada di tempat. Tatapannya kosong entah kemana.


"Yana.."


Yana terkesiap mendengar panggilan Max. Suaranya penuh dengan penekanan.


"Hah iya?" Kesadaran Yana kembali. Tatapannya linglung. Tiga pasang mata sedang mengamatinya.


"Kamu baik-baik saja? Wajahmu pucat.." Max menempelkan tangannya ke dahi Yana kemudian ke dahinya sendiri, mengukur suhu tubuh Yana dengan tubuhnya.


Yana terkesiap. Tidak ada riwayat jantung di data kesehatannya. Tapi jantungnya terasa meledak akhir-akhir ini, terutama setelah dia tiba di New York. Jantungnya sering gelisah dengan sentuhan Max di depan orang lain. Setelah itu pipinya akan terasa panas dan wajahnya memerah. Dia harus segera memberi peringatan pada Max jika hal itu sangat berbahaya untuk kesehatan jantungnya.


Dia mati gaya karena sifat blak-blakan Max. Bukan karena Yana tidak suka tapi karena dia malu. Mana boleh bersikap tidak sopan di depan orang tua. Max memang tak tahu malu. Huh.. Yana menghela nafas kesal.


"Aku baik-baik saja Max.."


"Kenapa tidak dimakan?" Max menunjung piring Yana. "Apakah tidak sesuai dengan seleramu?"


"Masakan koki sangat enak. Aku hanya masih kenyang karena tadi sore makan banyak camilan.." Jelas Yana lembut.


"Walaupun begitu setidaknya makanlah sedikit. Perlu aku suapi? Mungkin tanganmu sakit jadi kamu malas makan.."

__ADS_1


Max hendak meraih piring Yana tapi dia segera menepis tangan Max.


"Max aku baik-baik saja.. jangan seperti ini. Aku malu dengan ahjussi dan ibumu.." Suara Yana sedikit menunggu.


Max melirik ke ibunya dan Seo Woon. Mereka memang sedang menatap intens Yana dan Max.


"Jangan hiraukan mereka.."


Yana mendelik mendengar jawaban max.


Astaga. Max ya.. benar-benar tidak tahu malu. Mana bisa Yana tak menghiraukan dua pasang mata yang menatapnya dengan Max. Siapapun yang ditatap seperti itu tidak akan nyaman.


Nyonya Han dan Seo Woon menjadi saksi biksu romantisme Max dan Yana. Betapa Max tak berdaya pada Yana. Betapa cintanya Max pada Yana. Nyonya Han benar-benar tak bisa mengenali Max yang dulu lagi. Anak laki-lakinya yang seperti gunung es, menjulang tinggi dengan hati dingin tertutup salju sekarang melelah di hadapan satu orang gadis. Anak laki-laki yang bahkan tak akan khawatir jika runtuh, menjadi gelisah karena gadisnya terluka. Lembut sekali hatinya. Nyonya Han hampir saja menitikkan air mata saking terharunya. Yana adalah gadis yang hebat. Mereka harus bersama selamanya. Hanya Yana yang bisa mengontrol Max.


Dia bersyukur Max bertemu Yana. Nyonya Han harus memastikan jika Max tak akan menyia-nyiakan gadis sebaik Yana.


Sikap terbuka Max mirip dengannya. Dulu saat dia jatuh cinta dengan ayah Max juga seperti Max sekarang. Dia tidak ragu menunjukkan rasa cintanya di depan banyak orang. Tapi Max public figur sekarang. Apakah tidak apa-apa? Setahu dia, Max cukup banyak fans yang mengidolakannya. Hubungan mereka belum terungkap ke public kan?


"Ya baik-baik saja.."


"Apakah orang-orang di Korea sudah tahu hubungan kalian?"


Max dan Yana tertohok. Mereka saling pandang.


"Belum.. kami masih merahasiakannya.." Disaat Max dan Yana tak mampu menjawab, Woon membuka suaranya.


"Jadi begitu.."


"Kami sudah sepakat untuk menutupinya.. terlalu berbahaya kalau diungkap ke public sekarang. Perusahaan bisa dalam masalah. Max baru saja debut solo dan dalam waktu dekat kami akan mendebutkan girl grup baru.. jika skandal tentang Max mencuat harga saham akan kacau bibi.." Jelas Woon.

__ADS_1


Hati Yana tercubit. Dia tak mengira jika alasan hubungan mereka ditutupi adalah karena ini. Dia secara egois terus menuduh Max menjadikan dia simpanan karena tak mengungkapkan hubungan mereka. Yana baru tahu jika ada alasana serumit itu. Yana mengakui pikirannya yang dangkal. Mengutuknya lantang. Max pasti kesulitan menyembunyikan hubungan mereka.


"Tenang saja bu.. aku tidak akan membuat perusahaan dalam bahaya. Aku masih ingat janjiku waktu itu. Ayah dengan susah payah mendirikan perusahaan itu karena keinginanku terjun ke dunia hiburan. Aku akan memilih waktu yan tepat untuk mengungkapkan hubungan kami. Aku janji akan melindungi semuanya.."


Skandal artis sangat mengerikan di Korea. Berita itu bisa mengguncang dunia. Satu kali artis melakukan kesalahan, selamanya namanya akan tercoreng. Yang paling dirugikan jika skandal cinta adalah pihak pasangan. Para fans atau antifans akan memburunya jika mereka tidak puas dengan si pasangan. Max tentu saja sudah memikirkannya masak-masak. Keselamatan Yana dan perusahaan adalah prioritas utamanya.


Ngomong-ngomong soal perusahaan. Otak Yana sedang loading. Perusahaan apa yang dimaksud dalam pembicaraan ini? Dia satu-satunya orang yang tak tahu perusahaan apa itu. Sebenarnya usaha apa yanh dijalankan keluarga Max. Mereka bukan orang biasa baik di Korea ataupun di New York. Yana harus bertanya pada Max lain kali. Karena dia tidak tahu apa-apa, Yana memilih untuk diam. Cinta Max sudah cukup baginya.


"Ibu percaya kamu akan bertanggung jawab Max.." Timpal ibu Max.


"Tapi.. ada yang membuat ibu kepikiran.."


"Apa bu?" Tanya Max.


"Ibu tahu hubungan anak muda sekarang dengan yang dulu. Ibu tahu mungkin kalian sudah sering melakukannya tapi ibu mohon jangan sampai Yana hamil dulu sebelum menikah.. ya ibu sih senang-senang saja.. tapi kamu tahukan keluarga kita pasti akan di sorot.. dan ibu tak mau pusing memikirkan hal itu.." Ucap Nyonya Han panjang lebar.


"Hah? Ha.. hamil.." Yana terlonjak.


"Ibu!" Max berteriak lantang.


"Kenapa kamu berteriak Max? Ibu jadi kaget.." Nyonya Han mendengus kesal.


Respon Seo Woon jauh lebih lucu. Matanya membulat sempurna mendengar ucapan bibinya.


"Apa yang ibu katakan!" Suara Max menggelegar


"Astaga.. ibu hanya ingin kalian hati-hati.."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2