My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
Love Bird Ep 2 - Mulai Hari Ini


__ADS_3

"Sepertinya hari-hari disini tidak akan tenang.."


Mata Yasha menerawang jauh. Rumah Yana ternyata sangat nyaman dan suasanya sejuk. Dia memutuskan untuk ke Korea setelah mendapat telpon dari Max kalau Yana rindu keluarganya, toh kuliahnya juga tinggal menunggu wisuda.


Yasha betul liburan sebelum memasuki dunia pencari kerja. Dia saja masih bungung akan masa depannya. Mau kerja apa? Mau bagaimana?


Impian masa kecilnya dulu mendadak kabur seperti asap. Impian lulus kuliah, mencintai seseoarang, menikah, kemudian membesarkan anak. Hidup bahagia dengan suami yang keren dan anak-anak yang lucu.


"Hmmm.."


Tanpa sadar Yasha menghela nafas beberapa kali dengan kedua tanggan memangku dagunya.


"Sha.. ada apa?" Suara Yana membuyarkan lamunan Yasha.


"Kakak? Ah ga ada apa-apa.. Yasha lagi nikmati suasana aja. Rumah kakak nyaman banget.." Jawab Yasha.


"Tinggal aja disini.. temani kakak.. jujur kakak sering kesepian. Walaupun ada Max tapi kalian jauh disana.." Keluh Yana.


"Apa bisa? Yasha kan ga punya kemampuan apa-apa.. Yasha juga tidak pandai berbahasa Korea kak.."


"Semuanya bisa dipelajari pelan-pelan Sha.."


"Tapi kak..."


Yasha menghela nafas panjang.


---


"Yasha.. betah disini?"


Suatu sore hari kedua Yasha di Korea, saat dia sedang istirahat di teras belakang rumah Yana, Max yang sepertinya baru saja pulang dari kantor menghampirinya. Jas yang Max kenakan jelas - jelas memperlihatkan dia baru saja pulang.


"Ah.. sejauh ini aku baik - baik saja kak.. kakak ipar baru saja pulang?"


"Iya.. baguslah kalau kamu betah disini. Aku sempat khawatir karena Yana selalu ingin pulang ke Indonesia. Emosinya tidak stabil selama kehamilan kedua ini. Aku bersyukur kamu mau datang kesini untuk menemaninya.."


"Iya kak.. dulu waktu mengandung Jemy keadaan kak Yana malah jauh lebih buruk, kami harus mengirimnya ke saudara kami di Bandung. Ya kakak tahulah.. budaya kami berbeda dengan budaya disini.." Yasha tertawa pelan.


Dia melirik Max yang terlihat murung. Yana tahu dia salah, dia mengingatkan masa lalu itu.


"Maaf kak.. Yasha ga bermaksud mengungkit hal itu.."


Yasha memukul bibirnya yang salah berucap. Dia tahu dia salah.


"Tidak apa - apa.. aku memang salah waktu itu, sebagai lelaki aku tidak bertanggungjawab.." Suara Max rendah.

__ADS_1


"Tapi sekarang kakak kan sudah membuktikan kalau kakak itu bertanggungjawab, kak Yana sangat beruntung bisa bertemu kakak ipar.." Yasha tersenyum simpul.


Jauh di dalam lubuk hatinya, Yasha dan keluarganya sangat beruntung dengan kehadiran Max, pria yang sangat bertanggungjawab. Selain itu menurut Yasha pribadi Max adalah pria romantis, pria Korea idaman semua wanita. Apalagi dia mantan idol, kakaknya memang benar - benar beruntung. Semoga Yasha juga sama beruntungnya dengan Yana.


"Hmm.. Yasha, selagi kamu disini, kamu mau membantuku?"


"Apa itu kak?"


"Besok kamu akan tahu.. maaf sudah mengganggu istirahatmu.."


"Kakak tidak mau memberitahuku?"


"Rahasia.."


"Ih kakak ipar!"


Noted :


Kakak ipar laki - laki dari kakak perempuan (suami kakak perempuan) biasanya dipanggil hyeong-bu di Korea.


---


IM Entertainment Seoul


Max terkikik mendengar ucapan Yasha, mirip dengan Yana. Gadis bermulut kecil yang tak terduga. Selalu mengutarakan isi hatinya. Mudah kagum dengan hal yang kecil menurut Max.


"Iya ini perusahaan keluarga sebenarnya, tapi sekarang aku yang mengelolanya.."


"Daebak.." Yasha spontan mengacungkan kedua jempolnya ke arah Max.


"Kita masuk sekarang?" Tanya Max seraya melepas sabuk pengamannya.


"Kakak ipar harusnya bilang kalau mau mengajakku kesini, aku memakai baju seadanya, itupun milik kak Yana. Kak Yana juga ga bilang kalau aku akan diajak kesini.." Gerutu Yasha sambil melihat lagi penampilannya.


Dress polos selutut warna merah muda dengan tali pita dipunggung, ada kancing dari bawah leher hingga bawah dress. Lengannya yang panjang menutup seluruh kulit tangan Yasha. Wedges senada melengkapi penampilannya. Make up tipis serta rambung hitam panjang yang diikat keatas dengan pita warna putih memperlihatkan leher jenjangnya. Potongan leher dress yang sedikit rendah menampakkan tulang selangka Yasha yang menonjol serta kulitnya yang putih. Itu adalah hasil karya Yana pagi tadi.


"Bajumu baik - baik saja. Yana telah memilihkan pakaian yang sangat bagus.."


"Tapi kan ini tempat para artis dan idol terkenal berada kak, terus ada juga orang - orang yang bekerja disana. Setidaknya aku memakai baju formal atau blazer atau apalah.." Yasha gusar karena tidak percaya diri.


"Hei.. anggap saja kakak mengajak kamu pergi wisata. Bedanya ini yang dilihat para idol. Tenang saja, ada aku. Tidak akan ada yang berani berkomentar pada adik bos mereka.."


"Hmm.. baiklah.."


"Ayo masuk.. kita sudah ditunggu banyak orang.."

__ADS_1


"Hah?"


Tidak ada jawaban dari Max, Yasha juga memilih diam mengekori Max. Begitu masuk ke dalam gedung, mata Yasha hampir lepas. Batinnya menjerit "Ini kantor apa istana?".


"Wah.. luar biasa.. ternyata ini ya kantor agensi artis.. banyak idol yang tak asing.."


"Itu kan boygrup yang baru debut bulan lalu.. apa ya namanya.. ah Wanna Two.. ah ya.. mereka tampan sekali dilihat langsung.. astaga!"


Sepanjang perjalanan yang entah mau kemana di dalam lift, silih berganti beberapa aktris/ aktor yang bersisipan dengannya dan Max di dalam, setiap dari mereka selalu memberika hormat pada Max. Satu kesimpulan yang dia dapat, kakak iparnya itu bukan manusia biasa.


Ting


Akhirnya mereka sampai ditujuan.


"Ini pasti kantor kakak ipar, ini lantai paling tinggi.."


Mulut Yasha bisa jadi tidak mengeluarkan kata - kata tapi di dalam hatinya sedang berteriak bahkan menjerit. Dia mengikuti Max dengan patuh tapi kedua matanya mengamati sekitar diam - diam.


Ceklek


Pintu ruangan paling ujung terbuka. Di depan pintu itu ada beberapa orang yang berjaga dengan pakaian rapi. Mereka menunduk begitu melihat Max mendekat.


"Hyung.."


Deg


Jantung Yasha berdesir sosok laki - laki di balik meja kerja yang sangat dia kenal.


"Max.. kenapa baru datang? Jadwalmu menumpuk.. sebentar lagi ada pertemuan dengan klien.." Cerocos Seo Woon tanpa melihat ke depan.


"Iya aku tahu.. aku mengajak Yasha kemari.. hyung tidak mau menyapanya?" Jawab Max.


Deg


Tatapan mata Seo Woon dan Yasha bertemu. Dibandingkan Seo Woon, Yasha yang lebih terkejut. Sejak tadi dia sibuk mengagumi kantor IM Entertaiment dan para artis yang dia lihat tanpa tahu jika di kantor itu ada Seo Woon juga.


"Oh hai.." Senyum Seo Woon mengembang, itu adalah senyum yang sangat tulus.


"Ya ampun jantungku!" Jerit Yana dalam hati. "Tolong jangan tersenyum seperti itu, aku bisa leleh tau.."


"Hyung aku membawa Yasha kesini untuk membantu pekerjaanmu. Mulai hari ini dia akan menjadi asistenmu.." Seloroh Max.


"Apa?" Teriak Seo Woon dan Yasha bersamaan.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2