My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
Love Bird Ep 11 - Secret


__ADS_3

"Oppa sudah janji untuk merahasiakan ini kan? Kenapa selalu bertindak sendiri?"


Yasha tak bisa membendung lagi kekesalannya. Untuk apa dibuat kesepakatan kalau tidak ditepati. Alasan merahasiakan hubungan mereka kan karena Yasha ingin menjalani hubungannya dengan Seo Won pelan - pelan. Tapi seseorang telah merusaknya. Orang itu adalah Seo Won, orang yang menyetujui kesepakatan.


"Kenapa harus dirahasiakan? Mereka juga merestui kita. Aku ingin berpacaran dengan mu secara terbuka. Tidak sembunyi - sembunyi. Kenapa harus disembunyikan? Memangnya kita pasangan selingkuh?"


"Hah? Bukannya begitu.. ah tak taulah, oppa memang suka seenaknya sendiri.." Yasha menyerah. Jika berurusan dengan Seo Won tak ada yang berjalan dengan baik.


"Yasha tidak marah kan?"


"Tidak.."


"Tapi kelihatannya marah.."


"Tidak.."


Seo Won tersenyum melihat tingkah lucu Yasha. Sepertinya marah tapi dari mulut keluar kata tidak. Lucu sekali menurut Seo Won.


Cup


Tak kuasa Seo Won menahan rasa gemasnya pada Yasha. Dia mencium pipi Yasha pelan kemudian tersenyum puas.


"Hai pasangan baru.. kami sudah kelaparan disini.. cepatlah selesaikan masakan kalian, jangan bermesraan terus.." Teriak Max dari meja makan.


Inilah alasan Yasha ingin merahasiakan hubunganya dengan Seo Won, Yasha malu. Lihatlah sekarang, Seo Won memperparah rasa malunya. Seperti perekat, Seo Won menempel erat pada Yasha.


"Oppa jangan seperti ini di depan kakak.. aku malu.."


"Kenapa? Mereka merestui hubungan kita.."


"Tapi aku malu.."


"Mereka pasti iri kemesraan kita.."


"Jangan lakukan di depan mereka.. ya? Aku malu oppa.."


"Oke baiklah.. tapi kalau hanya kita berdua boleh kan?"


Yasha mengangguk pelan. Dia tentunya ingin bermesraan dengan Seo Won, tapi hanya berdua saja.


---


Layaknya pasangan yang sedang berkencan, Yasha dan Seo Won selalu mengahabiskan waktu berdua. Tak sampai tinggal bersama tapi Yasha sudah biasa menghabiskan waktunya di apartement Seo Won saat pulang kerja dan akhir pekan. Untuk kemudahan akses ke apartementnya, Seo Won juga memberikan password apartementnya.


Seperti pasangan suami istri tua, Yasha memasak kemudian mereka makan bersama atau mengobrol ringan sambil makan camilan dan teh hangat. Mereka juga sering kencan di luar seperti restauran, taman bermain, atau pasar. Setelah resmi berpacaran dengan Seo Won, Yasha mengambil kelas privat Bahasa Korea di akhir pekan. Pulang pergi ke tempat les pasti di antar oleh Seo Won, hingga ketampanannya terkenal di tempat itu.


"Siapa pria tampan itu?"


"Dia sedang menunggu seseorang sepertinya.."


"Setiap akhir pekan dia pasti disana jam segini.."


"Aku rasa dia sedang menunggu kekasihnya.."


"Sepertinya begitu.. kamu tahu gadis muda dari Indonesia yang ikut kelas bulan kemarin? Gadis di kelas Bu Kim yang sangat pintar itu.. aku dengar pria itu kekasihnya.."


"Wah hebat sekali.. dari mana gadis asing itu mendapatkan pria setampan itu.."


"Hei lihatlah.. ternyata benar.. wah.. beruntung sekali gadis itu.."


"Wah.."


Seperti itulah pergunjingan di tempat privat Bahasa Korea yang diikuti oleh para guru maupun peserta privat saat akhir pekan. Memang pasangan yang membuat iri banyak orang.

__ADS_1


---


"Kapan kamu akan pulang ke Indonesia?" Pertanyaan singkat yanh terlontar begitu saja saat makan malam.


"Hah?"


"Max apa yang kamu katakan kita sedang makan.." Bentak Yana pada Max yang tak tahu situasi.


Malam ini Yana mengundang Seo Won untuk makan malam di rumahnya. Bukan hal yang pertama tapi Yana senang bisa berkumpul dengan orang - orang yang disayangi. Bulan depan adalah hari persalinannya dan bulan ini adalah bulan ke lima Yasha di Korea. Wajar jika Max menanyakan kapan Yasha akan pulang, pasalnya dia yang meminta Yasha datang unguk menemani Yana hingga istrinya itu melahirkan anak keduanya.


"Ah maaf.. aku hanya ingat apa yang aku katakan padanya saat menyuruhnya datang kemari.."


"Ah itu.." Jawab Yasha pelan.


Dia melirik Seo Won yang tak memberikan respon apapun dan terus fokus pada makanannya. Seperti keadaan tenang sebelum badai. Yasha harus pandai memilih ucapannya kalau salah sedikit saja Seo Won pasti akan ngambek. Mood prianya itu mengerikan. Pernah suatu ketika Yasha menolak ke apartement Seo Won setelah pulang kerja karena dia lelah, ditambah waktunya bermain dengan Jemima berkurang. Padahal alasan dia datang ke Seoul adalah untuk menemani kakaknya dan membantu mengurus Jemima selama dia hamil. Tentunya Yasha merasa bersalah.


Karena hal itu Seo Won menolak pulang ke apartement dan memilih tidur di kantor sebelum Yasha mau mengantarnya pulang. Kejadian serupa terus terjadi jika Yasha menolak bersamanya, tak terlihat dimatanya dan jauh darinya.


"Aku belum memikirkannya.." Ucap Yasha terus melirik Seo Won yang bersikap sangat tenang.


"Benar.. pikirkanlah baik - baik.. kami semua akan menghargai keputusanmu.." Timpal Yana.


Seo Won tetap diam bahkan setelah mereka selesai makan. Yasha bingung dibuatnya. Dia memang belum pernah membahas masalah ini dengan Seo Won. Melihat sifat sensitif prianya, sepenuhnya ini adalah kesalahan Yasha. Seharusnya dia tahu, dan mengantisipasi hal tersebut.


"Ah bodohnya aku..


"Oppa.."


"Hmm.."


Mulut Yasha terasa gatal membiarkan pria posesifnya yang sangat sensitif itu diam. Cepat atau lambat pembahasan ini pun akan terjadi. Jadi Yasha memberanikan diri buka suara. Apapun yang terjadi setelahnya Yasha sudah siap.


"Apa kamu menikmati makanannya?"


"Hmm.."


"Oppa marah padaku?"


"Tidak.."


"Lalu kenapa diam saja?"


"Tidak ada apa - apa.."


"Jangan seperti ini oppa.. aku takut.. apa karena ucapan kakak ipar tadi?"


"Kalau sudah tahu kenapa tanya?"


"Tuh kan ngambeknya imut.. uluk uluk.."


"Bukannya begitu.. oppa kan tidak bertanya.."


"Kamu tidak pernah membicarakan ini.. aku kira kamu akan disini selamanya.."


"Seperti biasa.. dasar posesif!"


"Itu tidak mungkin oppa.. aku pasti akan kembali ke Indonesia tapi tidak sekarang. Saat waktunya tiba aku pasti akan memberitahu oppa.."


"Jadi kamu berencana untuk meninggalkanku begitu? Pulang ke Indonesia dan tidak kembali? Yasha.. kita sedang berpacaran kan? Kamu tidak berencana meninggalkanku begitu saja kan?!" Teriak Seo Won frustasi.


"Astaga.. kepala batunya itu sama sekali menyebalkan.. belum mendengar yang sebenarnya udah main menyimpulkan saja.. untung ganteng.. jadi sifat seenaknya itu termaafkan.. dasar.."


"Oppa dengarkan aku.. oppa tahu kan aku mencintaimu.. aku tidak mungkin meninggalkan oppa begitu saja.. bukan satu atau dua hari kita bersama, kita sudah pacaran tiga bulan. Harusnya oppa tahu aku tidak mungkin meninggalkan oppa.."

__ADS_1


"Tapi bisa saja kamu pergi begitu saja.."


"Tidak.. aku pasti akan bilang pada oppa kalau nanti aku pulang.. apa oppa mau ikut ke Indonesia? Mengantarkan aku mungkin.."


"Apa kamu akan kembali lagi?"


"Oppa ingin aku kembali?"


"Tentu saja.."


"Baiklah aku akan kembali kalau itu mau oppa.."


"Yasha janji?"


"Janji.."


"Tapi tidak bisakah tetap disini?"


"Mana bisa begitu.. aku harus menengok keluargaku sesekali dan meminta izin untuk tinggal disini.."


"Bagaimana kalau aku antar kamy pulang sekalian aku menyapa ayah dan ibu mertua.."


"Hah?"


"Setelah berpacaran bukannya menikah urutannya?"


"Hah?"


"Jangan bilang Yasha hanya mau pacaran selamanya tanpa menikah?"


"Apa?"


"Ah sial.. orang ini kenapa pintar sekali menohok orang sih!"


---


Pagi hari seperti biasa. Dedaunan berjatuhan karena hembusan angin musim semi. Cuaca juga semakin menghangat. Semua orang bersemangat karena matahari juga sudah bersemangat sejak kemunculannya.


Seo Won yang sudah berpakaian kerja lengkap dengan tuxedo dan jas seperti biasa menjemput Yasha pukul 08.00 pagi tak pernah telewat satu hari pun. Hal ini seperti sudah menjadi kewajiban sebelum berangkat ke kantor. Jika melewatkannya sepertinya hari Seo Won akan berantakan.


"Oppa!" Yasha melambai pada Seo Won yang sudah menunggunya di luar gerbang dengan gagahnya.


"Kamu cantik hari ini.."


Cup


Kecupan selamat pagi yang biasa diterima Yasha. Awalnya kikuk namun lama - lama terbiasa.


"Kita berangkat sekarang?"


"Ya.."


Pegawai IM Entertainment tidak ada yang tahu hubungan mereka. Ketika dikantor Seo Won dan Yasha tampil layaknya atasan dan pegawai. Situasi mereka didukung dengan kedekatan mereka sebelum berpacaran dan meja kerja Yasha sejak awal memang di dalam ruang kerja Seo Won dan tidak ada yang bisa keluar masuk sembarangan, jadi mereka aman saat di kantor.


"Oppa aku membuat nasi goreng kimchi dan omelet telur kesukaanmu.."


"Oh? Aku tak sabar memakannya.."


Obrolan ringan seperti biasanya ketika mereka masuk lobi kantor. Tanpa mereka sadari jika sudah ada sepasang mata yang melihatnya dan sejak tadi menunggu di kursi tunggu lobi.


"Seo!"


Seo Won menoleh. Panggilan itu tak asing buatnya. Seseorang pernah memanggilnya seperti itu. Bukan nama belakang "Won" seperti biasanya tapi nama depan "Seo" dengan manis.

__ADS_1


"Min Soyou?"


Bersambung..


__ADS_2