My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
Love Bird Ep 15 - Salah Faham


__ADS_3

Kesal


Marah


Sedih


Perasaan Yasha campur aduk. Dia melempar tubuhnya ke kasur begitu saja. Air mata yang sejak tadi dia tahan tumpah juga. Suara tangisnya teredam karena wajahnya yang dia benamkan ke bantal.


Kecewa


Sakit hati


Dihianati


Wajah sendu Seo Won dan wanita yang menangis memeluknya dari belakang menolak untuk hilang. Pemandangan itu menempel erat dipikirannya.


"Sorot matamu tadi.. siapapun tahu kalau kalian masih saling mencintai.." Teriak Yasha dalam hati.


Apa yang membuat Yasha sakit hati sebenarnya? Karena dia percaya Seo Won. Seo Won pun sudah berjanji bahwa hubungan mereka sudah berakhir.


Lalu apa - apaan tadi? Yasha tertipu. Siapapun tahu kalau kalian masih saling mencintai!!!


Hal yang paling Yasha benci adalah perselingkuhan. Selingkuh adalah gabungan dari bohong, bermuka dua, berkhianat dan tak setia. Perbuatan paling - paling tak bisa dia maafkan. Meskipun Yasha baru pertama kali pacaran, bukan dia tak tahu penghianatan jenis ini. Dan yang dia takutkan terjadi, pasangannya berkhianat.


Tok tok


Yasha terkejut dia menoleh ke arah pintu. Dengan sekuat tenaga dia bangkit. Langkahnya gontai mendekati pintu. Dia pikir itu mungkin kakaknya, buru - buru Yasha menghapus air matanya.


"Yasha.. ini aku.. bolehkah aku masuk?"


Deg


Tepat di depan pintu langkah Yasha terhenti. Suara itu suara Seo Won.


"Aku masuk ya.."


Klek


Untung saja Yasha mengunci pintunya tadi. Dia lega. Untuk saat ini Yasha tak mau bertemu dengan Won. Jadi dia membiarkan pintu terkunci dan dia kembali ke atas kasur.


"Yasha.. kamu mendengarku? Kamu belum tidur kan? Aku datang untuk menjelaskan apa yang kamu lihat tadi.."


Diam adalah pilihan terbaik saat ini. Pikiran dan perasaan Yasha masih kacau.


"Buka pintunya.. ada yang ingin aku bicarakan.. hmm? Yasha? Sayang? Buka pintunya ya.. aku yakin kamu belum tidur.."


"Aku marah padamu. Pergilah.. percuma kamu mengetuk pintu ratusan kalipun aku takkan membukanya" Gumam Yasha dalam hati.


"Yasha.. maafkan aku.. tolong buka pintunya.. kamu tadi salah faham.."


Hening sejenak.


"Aku akan menunggumu di bawah. Aku harap kamu mau keluar dan berbicara denganku.. aku mohon Yasha.. ya.. aku tunggu kamu.."


"Terserah!"


Yasha menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya. Tubuhnya lelah, rasanya dingin, rambutnya pun masih basah karena dia buru - buru keluar tanpa sempat mengeringkannya. Tak butuh waktu lama untuk terlelap. Akibat menangis, matanya menjadi berat dan dia jatuh tertidur.


"Bagaimana hyung? Sudah berbicara dengan Yasha?" Tanya Max yang melihat Seo Won turun dari tangga.


Seo Won menggeleng.


"Yasha mungkin sudah tidur.." Ucap Yana mencoba mencairkan suasana.


"Aku yakin dia belum tidur.."


"Apa yang terjadi? Ceritakan pada kami.." Max mendekati Seo Won kemudian menariknya ke sofa ruang tamu.


"Aku melakukan kesalahan.."


Seo Won menghirup udara dalam - dalam kemudia melanjutkan ucapannya.


"Soyou kembali.."


"Hah?" Teriak Max.


Yana yang ada disebelahnya tersentak. Dia seperti tak asing dengan nama Soyou. Ah dia ingat sekarang, Min Soyou, mantan pacar Seo Won. Jadi ini masalahnya.

__ADS_1


"Tadi pagi dia datang ke kantor dan aku mengacuhkannya. Ternyata dia menungguku pulang di apartement.."


"Aku sudah mengganti sandi pintu, dan aku juga sudah mengusirnya. Tapi dia tetap bertahan menungguku diluar. Aku tidak tega, dia memangis dan terus memaksa untuk berbicara.."


"Akhirnya aku mengijinkan dia masuk dan mendengar apa yang ingin dia katakan.."


"Aku tak tahu kalau Yasha akan datang, dia melihat kita.."


Kepala Seo Won tertunduk lesu.


"Kesalahanmu hanya satu hyung.. membawa dia masuk.. kalau aku jadi Yasha, aku juga akan salah faham.. kamu dengan wanita lain berduaan di dalam.."


"Apa Yasha tahu siapa dia?" Tanya Yana. "Max pernah bercerita tentang dia, Min Soyou.." Lanjutnya.


"Ya.." Seo Won mengangguk.


"Aku yakin Yasha salah faham.."


"Mungkin dia juga kecewa.." Tambah Max.


"Apa yang harus aku lakukan? Bantu aku Max.. Yasha salah faham.. aku sudah tidak ada hubungan dengan Soyou.."


"Aku tidak tega karena dia terus menangis di depan pintuku, aku menyuruhnya masuk untuk menerima maafnya.. itu saja.. aku tidak bohong.."


"Hyung harus menjelaskan itu pada Yasha.. katakan dengan jujur apa yang hyung rasakan. Jangan seperti aku dulu yang kebanyakan mikir.. jangan sampai hyung menyesal setelah dia pergi.."


Max dan Yana saling menatap. Mereka jadi mengingat kenangan masa lalu.


"Jangan terjebak situasi hyung.. selesaikan segera. Malam ini pulanglah, hyung butuh istirahat. Besok kami akan coba berbicara dengan Yasha.."


Seo Won mengangguk pasrah.


---


Kepala Yasha terasa berat saat dia membuka matanya. Di luar masih gelap, terlihat dari jendela di samping kasurnya. Tangannya meraih ponsel yang ada disebelahnya. Mati. Ponselnya mati karena kehabisan baterai. Yasha melirik jam dinding, pukul 6 pagi, pantas saja masih gelap.


Yasha bangkit kemudian duduk seraya mengumpulkan segenap kekuatannya. Kepalanya sakit, matanya juga sakit. Bukan hanya itu, hatinya juga sakit. Memikirkan dia harus berangkat ke kantor dan bertemu dengan Seo Won, penambah pening kepalanya.


"Mataku pasti bengkak.. apa yang harus aku lakukan?" Gumam Yasha sendiri.


"Aku ga mau ketemu dia.. males banget ah.. dia pasti akan memberi alasan macam - macam.."


Yasha segera bangun kemudian mandi dan siap berangkat kerja. Untung saja dia bangun lebih pagi, jadi dia bisa bersiap dan langsung berangkat sendiri. Seo Won pasti akan datang menjemputnya. Yasha tak ingin melihat wajahnya sekarang, jadi dia berusaha keras untuk menghindari pria itu.


Rumah kakaknya juga belum ada tanda - tanda kehidupan sepagi ini, pukul 7 pagi. Mungkin mereka sudah bangun tapi masih ada di kamar. Yasha lega tidak berpapasan dengan mereka, kalau tidak Yasha tidak tahu harus menjawab apa ketika ditanya macam - macam. Kakaknya pasti sudah tahu apa yang terjadi, mengingat Seo Won datang kerumah semalam. Hubungan kakaknya dengan Seo Won sangat baik, dia pasti sudah menceritakan semuanya.


"Ah sudahlah.. aku berangkat saja.."


Udara dingin pagi hari menerpa Yasha begitu dia keluar dari rumah. Dingin. Hari ini badannya terasa sangat dingin. Kepalanya pun sakit. Dia segera mengeratkan jaketnya kemudian melangkah ringan ke halte bus. Untuk pertama kalinya Yasha berangkat ke kantor naik bus.


"Yasha belum turun.. Max tolong panggilkan Yasha, Won ahjussi menunggunya.." Teriak Yana pada Max.


Beberapa menit kemudian Max turun dengan wajah yang tak bisa diartikan.


"Yasha tidak ada dikamarnya.."


"Hah?" Teriak Yana dan Seo Won hampir bersamaan.


"Kopernya masih ada?" Tanya Yana panik.


"Masih.. barang - barangnya masih ada semua.. tapi dia tidak ada di kamar.."


"Kamar mandi? Sudah kamu periksa?" Timpal Seo Won panik juga.


"Sudah.. tapi dia tidak ada.." Jawab Max datar.


"Aku rasa Yasha sudah berangkat kerja sebelum kami bangun.." Ucap Yana dengan suara rendah.


Dialah orang yang paling mengerti sifat adiknya. Adiknya adalah orang yang keras dan bertanggung jawab. Tapi hatinya sangat lembut dan dia penyayang. Jadi tidak mungkin Yasha melarikan diri pulang ke Indonesia hanya karena hal sepele seperti ini. Yana yakin dia hanya ingin menjernihkan pikirannya makanya pagi - pagi sudah bangun.


"Aku pergi sekarang, mungkin Yasha sudah sampai kantor.."


"Hati - hati hyung.."


Seo Won melambaikan tangannya kemudian dia segera berlari menuju mobilnya.


"Hmm.. semoga masalah mereka segera selesai.. dasar wanita ular Min Soyou.. awas saja kalau aku bertemu dengannya.. aku akan membuat perhitungan.." Maki Max.

__ADS_1


Yana hanya diam, dia sedang memikirkan adiknya.


---


"Yasha-ssi.. pagi sekali kamu sudah datang.." Salah satu sekretaris di ruang direktur menyapa Yasha saat melihanya tergopoh - gopoh keluar dari lift.


Pukul 8 kurang Yasha sampai di kantor. Karena baru pertama kali naik bus ke kantor, Yasha salah naik bus dua kali hingga dia harus putar balik. Jarak kantor yang hanya 20 menit menjadi 2 kali lipat lebih lama karena dia salah.


"Iya.. aku naik bus.. aku salah naik.." Suara Yasha tersengal. Hari ini badannya terasa tidak enak sekali. Tubuhnya dingin dan nafasnya berat. Ditambah matanya yang bengkak akibat menangis terasa perih setiap kena angin. Yasha menutupinya sedemikian rupa dengan riasan agar tidak terlihat.


"Kamu tidak datang dengan Taun Seo? Biasanya kalian datang berdua.."


Sudah menjadi rahasia umum jika Yasha dan Seo Won akan berangkat dan pulang kerja bersama. Alibi mereka adalah karena Yasha adalah adik ipar Max jadi dia dapat perlakuan khusus. Tapi tidak ada yang membenci Yasha karena dia bersikap ramah sejak pertama datang. Dia bahkan hampir di kenal oleh sebagai pegawai sebagai Nona Muda IM Entertainment.


"Ah aku ingin mencoba berangkat naik bus. Apa Tuan Seo sudah datang?"


"Belum.. mungkin sebentar lagi.."


"Fiuh syukurlah.."


"Unnie.. bolehkah aku istirahat di ruang sekretaris sebentar? Badanku terasa tidak enak.."


"Mau aku buatkan teh? Wajahmu tampak pucat Yasha-ssi.."


"Terimakasih unnie.."


Max memiliki tiga sekretaris dan dua asisten. Menjadi sekretaris direktur mengharuskan mereka berangkat pagi sebelum direktur datang dan pulang paling akhir setelah semua pekerjaan direktur selesai. Seo Won bukan termasuk mereka. Seo Won adalah kepala sekretaris atau sekretaris pribadi Max. Ruangannya ada di dalam bersama Max. Meja sekretaris lain berada di luar pintu dan mereka punya tempat istirahat yang dindingnya terbuat dari kaca bening. Tujuannya adalah ketika direktur hendak keluar atau membutuhkan mereka, mereka selalu siap meskipun sedang istirahat. Max sendiri tak pernah mengatur jam istirahat mereka, mereka bisa beristirahat sesuka hati, tapi tetap harus bertanggung jawab.


Disitulah Yasha sekarang. Duduk di salah satu kursi dekat dengan dinding kaca. Mata mengawasi dua sekretaris lain yang sudah berada di depan komputer sepagi ini dan dua asisten lain yang sibuk merapikan kertas - kertas. Hong Nara, atau sekretaris Hong adalah satu - satunya sekretaris perempuan. Saat ini dia sedang membuatkan teh untuk Yasha.


"Sepertinya semua orang sedang sibuk unnie?" Tanya Yasha.


"Iya.. hari ini kan ada rapat direksi tahunan.." Jawab sekretaris Hong.


Yasha mengangguk pelan. Hampir saja dia lupa. Hari ini kan ada rapat direksi, dia mengantarkan dokumen rapat ke tempat Seo Won semalam. Ah.. Yasha mengingat kembali kejadian semalam. Padahal beberapa saat lalu dia sudah melupakannya.


"Ini teh madu, minumlah.."


Yasha membalasnya dengan senyum cerahnya.


"Tuan Seo datang.." Seru salah satu asisten yang melihat Seo Won keluar dari lift.


Sekretaris Hong segera berlari ke luar untuk menyambut datangnya Seo Won. Yasha yang tak tahu harus bagaimana karena dia tidak biasa menyambut Seo Won memilih diam dan menyesap teh madunya.


Langkah Seo Won berhenti tepat di depan mereka.


"Yasha.. apa dia sudah datang?"


"Sudah Tuan.." Jawab sekretaris Hong.


"Apa dia di dalam?"


"Tidak Tuan.. Yasha ada di ruang istirahat.."


Seo Won langsung mengarahkan pandangannya ke ruangan berdinding kaca tak jauh dari tempatnya berdiri. Benar Yasha ada disana. Sedang duduk dengan tangan memegang cangkir. Seo Won merasa lega. Detak jantungnya yang tak beraturan kembali normal. Pikirannya buruk mengahantui dia saat di perjalanan. Dia takut Yasha tidak ada di kantor, dia takut Yasha meninggalkannya.


Perlahan tapi pasti langkah kaki Seo Won bergerak ke arah Yasha berada sekarang. Entah kenapa hatinya terasa sakit saat Yasha tak melihat ke arahnya. Apa yang perempuan itu lihat hingga tak sadar kehadirannya.


"Yasha.." Tidak yang lebih indah dari suara Seo Won saat ini, rendah dan manis.


Yasha menoleh, dia langsung berdiri saat melihat Seo Won sudah berada di depannya. Bukannya dia tidak tahu Seo Won sudah datang, dia sengaja mengalihkan pandangannya untuk tidak melihatnya. Yasha kira Seo Won akan langsung masuk ruangan seperti biasanya makanya dia tenang. Ternyata Yasha salah perhitungan. Seo Won menghampiri dia.


"Selamat pagi Tuan.." Yasha segera bangkit kemudian memberi salam pada Seo Won, dia memaksakan senyumnya.


Alis Seo Won terangkat mendengar sapaan pagi Yasha. Ini tidak seperti biasanya. Baru mendengar ini saja dunia Seo Won terasa runtuh. Yasha marah padanya, itu sudah pasti dari sikapnya pagi ini.


"Bagaimana ini.. apa yang harus aku lakukan.. Yasha aku mohon jangan seperti ini.." Seo Won menahan semua yang ingin dia katakan karena ada banyak orang yang memandang mereka.


"Yasha.."


"Hmm?"


"Kamu marah padaku kan?" Seo Won merendahkan suaranya sebisa mungkin.


"Tidak.."


Deg

__ADS_1


Jantung Seo Won berdetak tak karuan lagi. Jawabannya cepat dan singkat. Ada rasa enggan disana. Benar apa yang Max katakan, Yasha sedang salah faham dengan kejadian kemarin. Ini lebih dari sekedar mimpi buruk untuk Seo Won.


Bersambung...


__ADS_2