My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
63. Pulang


__ADS_3

Prang prang prang


Brak


Max melempar apapun yang yang ada di depannya. Seo Woon dan Park Jihoo memucat berdiri di dekat pintu.


"Apa yang kamu lakukan selama ini Park Jihoo? Kenapa Yana jadi seperti ini?"


"Dan kamu hyung.. kamu bilang Yana akan baik-baik saja selama kita menyelesaikan rencana kita. Lalu apa ini? Kalian semua bercanda denganku hah?"


Amarah Max meluap tak terkendali. Badai sedang mengamuk di dalam dirinya. Seluruh punggungnya seperti mengeluarkan pisau yang siap menyayat lawan di depannya.


"Maafkan saya.. saya tidak mengawasinya dengan baik.." Park Jihoo menunduk. Dia yang bertugas mengawasi Yana tapi kejadian hari ini diluar pengertahuannya.


Mata Max dipenuhi amarah. Jika ada pedang di depannya sekarang, pedang itu mungkin sudah memenah kepala Park Jihoo atau Seo Woon. Tak pandang bulu, jika dia marah dia tak melihat lawannya lebih tua atau saudaranya. Kesopanan tak masul akal dalam setiap amarahnya.


Yana. Yana. Otaknnya sekarang dipenuni Yana. Perhitungannya salah. Semuanya sudah salah sejak dia membuat kesepakatan dengan Swan. Situasinya semakin parah dengan kesalahfahaman Yana.


Kepala Max berdenyut. Yana pergi. Bagaimana ini? Kepalanya tak bisa berfikir jernih.


"Yana bukan tipe perempuan memberontak.." Seo Woon buka suara.


Max melirik Seo Woon.

__ADS_1


"Dia selama ini baik-baik saja disampingmu Max. Perhitunganku salah.." Ucap Seo Woon pelan.


Dialah orang yang mengusulkan semua rencana ini. Max pulang ke rumahnya mengatakan jika membuat kesepakan dengan Swan dengan jaminan Yana aman. Setelah itu semua permainan sandiwara ini adalah ide Seo Woon. Dia mencegah Max untuk menceritakan situasinya kepada Yana. Menurutnya Yana selama ini selalau bisa mengerti Max, dia berfikir apapun keadaan Max Yana bisa menerima. Nanti setelah keadaan sudah kembali stabil Seo Woon berencana menjelaskan semuanya pada Yana. Tapi dia salah langkah. Gadis itu memberontak.


"Aku kehilangan Yana karena kebodohanku mempercayai kalian.." Semburan Max terasa lebih dingin dari biasanya.


"Kalian ingin aku bagaimana? Cepat katakan! Yana pergi. Harusnya aku tidak mengikuti ucapan kalian. Cepat katakan aku harus bagaimana? Yana pasti marah padaku. Aku harus mengejarnya untuk meminta maaf.." Max bangkit kemudian berjalan mendekati pintu.


"Berhenti Max. Jangan ceroboh. Kamu sudah membuat kesepakatan dengan Swan Max. Jika ada kabar lain tentang kamu, publik akan menaruh curiga padamu.." Teriak Seo Woon.


Penilaian publik itu mengerikan. Dia tak ingin Max mengalami hal itu. Cukup skandal bohongan ini mencoreng namanya. Jangan sampai publik tahu jika hubungan itu palsu. Max yang akan menjadi sasaran publik.


"Apa lagi sekarang!" Max balik berteriak.


Jika publik tahu Max berbohong, kepercayaan publik padanya akan hilang. Itu lebih mengerikan dari dari skandal kencan.


Langkah Max terhenti. Dia berfikir sejenak.


"Kirim orang ke Indonesia untuk mengawasi Yana.. pastikan dia menjaganya. Kalau terjadi sesuatu padanya. Aku tidak memaafkan kalian untuk kedua kalinya.." Max berputar kemudian kembali duduk.


"Baik.." Park Jihoo segera pergi untuk melaksanakan titah Max.


"Baiklah.. aku aka memberikan Yana waktu untuk menjernihkan pikirannya. Aku anggap ini liburan Yanaku.." Gumam Max lirih.

__ADS_1


-----


Dua Tahun Kemudian


"Ibu.. ibu guru ada surat.." Teriak seorang anak.


Anak itu segera berlari mendekati gurunya yang berada di dalam ruangan.


"Kata pak satpam ini surat dari luar negeri.." Ucap anak itu polos.


"Terima kasih Kanaya.." Tangan putih nan lembut mengusap kepala Kanaya kemudian mengambil amplop putih berhias bunga-bunga merah muda.


Senyumnya mengembang membaca namanya tertera di sampul dengan amplop.


To : Bilyana Athena Queen


WEDDING INVITATION


KANG TAEJOON


♥️


SONG JIEUN

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2