My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
65. Jemima


__ADS_3

Beberapa bulan yang lalu..


"Yana sudah menikah?"


Mataku hampir terlepas melihat berkas yang dibawa oleh Park Jihoo pagi ini. Laporan setiap harinya tentang Yana. Berbeda dengan hari biasanya, laporan itu disertai dengan foto Yana yang tengah menggendong bayi kecil di tangannya.


"Belum.."


Walaupun setiap hari datang laporan dalam bentuk dokumen tapi Park Jihoo tetap melaporkan secara lisan.


"Lalu siapa anak di tangan Yana ini?"


Aku tidak pernah mendengar Yana menikah. Laporan yan aku dapat adalah keseharian Yana. Tapi tiba-tiba hari ini laporannya sedikit berbeda, ada satu lembar foto diikutsertakan.


Aku menggaruk daguku yang tidak gatal. Jika Yana belum menikah dan dia punya bayi jangan-jangan?


"Berapa usianya?"


"Sekitar 8 bulan.."


Sudah satu setengah tahun sekarang. Bayi itu berumur 8 bulan. Apakah anak ini?


"Apakah dia anakku?"


Hatiku terasa nyeri. Jika dia memang anakku, aku takkan bisa memaafkan diriku sendiri. Hatiku terasa penuh memikirkannya.


"Bukan Tuan.. Nona Yana mengadopsinya dari panti asuhan di dekat tempatnya bekerja.."


Aku berharap dia adalah anak kami jadi aku punya alasan yang kuat untuk menariknya kembali ke sisiku. Tapi ternyata bukan. Aku sedikit kecewa.


Wanita itu selalu baik hati. Cintaku, kekasih hatiku adalah seorang malaikat. Hatinya selalu besar. Kenapa dia baik sekali dengan semua orang.


Sekuat tenaga aku menjaganya agar tidak dilukai orang lain tapi aku sendirilah orang yang menorehkan luka di hatinya yang tulus.


Aku seperti pendosa yang telah memberikan noda di hatinya yang bersih. Aku terbelenggu dengan situasi yang aku buat sendiri. Setiap hari berkubang dengan rasa bersalah.


Aku ingin dia kembali.

__ADS_1


"Siapa namanya?"


"Jemima.."


-----


Dua tahun yang lalu...


"Harus sampai kapan aku menjalani omong kosong ini.."


Ku banging tubuhku ke sofa. Lelah sekali rasanya. Bagaimana ada orang yang hidup dalam kebohongan selama hidupnya ya? Aku saja sudah lelah dengan kebohongan yang baru beberapa bulan ini.


Umpatan dan makian selalu keluar dari mulutku. Aku yang lembut telah mati setelah memutuskan untuk menipu publik dengan skandal kencan.


"Ada video tentang Swan beredar Max.." Seo Woon yang tak tahu datang darimana tiba-tiba berseloroh.


"Video apa?" Tanyaku datar. Tak ada antusias apapun. Bodo amat. Mau video mau apa kek, aku tidak peduli dengan wanita jalang itu.


"Video panas dengan Gongmin.."


"Gongmin?" Pandanganku teralih ke Seo Woon.


"Iya.. beritanya sudah mencuat. Divisi hantu sedang menyelidinya.."


Jantungku melonjak naik. Akankah ini menjadi akhir dari hubunganku dengan Swan? Perjanjian kami adalah sandiwara pacaran selama satu tahun. Ada rasa lega menyusupi diruku namun rasa cemas mengikuti setelahnya. Skandal ini akan sampai mana imbasnya?


Aku berjalan keluar mengikuti Seo Woon. Aku harus ikut serta dalam menangani kasus ini. Karena Swan adalah pacarku di depan publik Korea, dengan adanya video ini aku akan terseret dalam kasusnya.


Kasus yang harus diselesaikan dengan susah payah. Tertangkap siapa sebenarnya mata-mata di manajamen ku, manajer Choi tersangkanya. Dia adalah manajer DAMN! dulu. Karena tidak terima dengan pembubaran DAMN! dia rela menjual semua informasi tentang agensi kami. Ternyata hubungan manajer Choi dengan Gongmin cukup dekat. Gongmin yang terjerat cinta Swan rela menjadi kacung Swan dan rela menusuk Max dari belakang.


Aku berdecak kagum akan rumitnya hubungan mereka. Untung saja dengan video ini membuat sandiwara kita bisa kuhentikan. Aku langsung melakukan konferensi pers tentang putusnya hubunganku dengan Swan karena perselingkuhan. Banyak yang bersimpati padaku. Namun berita terbaru ini berdampak lebih besar dibanding dengan berita tentang Yana.


Dalam waktu dua hari saja, saham IM Enterteinment mengalami penurunan sebanyak 10%, dan itu membuat ayahku selaku CEO perusahaan datang ke Korea.


Plak


Sebuah tamparan yang ku dapat setelah bertemu dengan ayahku. Dihadapan semua pemegang saham. Anggap saja ini adalah romantisme ayah dan anak. Kalau tidak ya anggap sebagai salam pertemuan antara dua pria dewasa.

__ADS_1


"Ini adalah bayaran karena telah membuat ibumu menangis.." Ucap ayah penuh dengan amarah.


Kepalaku menunduk. Aku merasa aku salah.


"Ayah mendirikan IM Entertainment karena kamu ingin menjadi artis. Tapi malah kamu sendiri yang menghancurkannya. Keluar dari dunia hiburan dan gantikan posisiku disini. Ayah harus mengajarimu dengan baik.. kalau kamu tidak mau ayah akan memaksamu.."


Di depan para pemegang saham perusahaan ayah memuntahkan semua amarahnya. Diperparah dengan ibu yang menangis karena mendengar berita skandalku, amarah ayah meluap tak terbendung.


"Baik.." Jawabku singkat.


Bukan keputusan yang buruk sebenarnya. Aku juga sudah memikirkan solusi ini. Menjadi artis terlalu beresiko jika keluar berita macam-macam.


"Siapa Yana?" Nama Yana terlontar begitu saja dari mulut ayah yang tajam.


"Darimana ayah tahu?" Mataku menyipit.


"Ibumu selalu mengeluh tidak bisa menghubunginya dan kamu tidak pernah angkat telpon dari ibumu. Apa yang terjadi Jungwoo? Jelaskan pada ibumu segera. Jangan membuat berita macam-macam kalau kamu masih ingin menjadi bagian dari keluarga Han.."


Ancaman ayahku tak tanggung-tanggung. Aku bergidik ngeri. Beginilah jika berurusan dengan bos besar Han. Hah.. aku hanya bisa menghea nafas panjang.


"Segera selesaikan masalah yang kamu buat Jungwoo.. kamu bukan anak remaja lagi.. ayah percaya padamu.."


Walaupun bermulut tajam, aku masih anaknya. Ayah tetap sayang padaku, tak peduli apa yang sudah aku perbuat.


-----


Aku resmi mengundurkan diri dari dunia hiburan. Posisi CEO IM Entertainment jatuh ke tanganku. Banyak orang yang tak menyangka jika aku adalah anak bos mereka. Setelah menjadi pengganti ayah, semua orang menunduk hormat padaku. Seo Woon juga berpindah profesi, dia sekretarisku sekarang.


Terus berkutat dengan karir baru dan pembenahan disana-sini dua tahun telah berlalu tanpa aku sadari. Ternyata aku bisa bertahan sejauh ini. Aku sendiri memuji kesabaranku untuk tidak menculik Yana dan menguncinya di kamarku. Tapi hari ini aku mencapai batasku. Aku sudah terlalu lama diam. Banyak perubahan pada Yana, dan hatiku sakit ketika dia berubah sendirian tanpa melibatkan aku. Kedepannya aku tidak akan membiarkan dia berubah sendirian. Aku akan menghukumnya. Berada disampingku selamanya adalah hukuman yang pantas karena berani pergi dariku.


"Jemima.." Gumamku.


"Jemima.."


"Jemima.."


Aku terus mengulang nama anak itu. Jemima berarti merpati kecil. Nama yang indah.

__ADS_1


"Aku tidak sabar bertemu Jemima.."


Bersambung...


__ADS_2